Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Pegawai Baru 4


__ADS_3

" Sayang dia orang audit yang aku sewa untuk meneliti semua dokumen beberapa tahun ini. Aku dan Steve beberapa hari ini menemukan keganjalan, maka dari itu aku menyewa jasa nya..." Zac menjelaskan semuanya agar istrinya tak mengamuk di sini, di lihat dari tatapan nya saja dapat di pastikan bahwa istri nya akan segera meledak amarahnya jika tak segera di jelaskan.


" Apa orang audit tak ada yang laki laki?, kenapa harus wanita. Dia akan sering di sekitar mu bukan. Aku yakin tak hanya satu perusahan yang akan di cek oleh nya..." Val menyilangkan tangan nya di dada, menatap ketidak sukaan nya jika ada wanita di sekeliling suaminya selain dirinya.


" Honey aku tahu batasannya, mana mungkin aku ada fair dengan bawahan ku sendiri, lagian aku sudah memiliki istri, mana mungkin aku ada main dengan nya..." Val hanya diam dan beranjak dari pangkuan suaminya itu.


Dulu mereka sepakat untuk tidak ada lawan jenis di sekitar mereka jika dalam pekerjaan. Maka dari itu Val mengundurkan diri dari dunia Entertainment nya menjadi model. Dan salah satu sekretaris nya yang wanita di ganti dengan yang laki laki. Tapi sekarang Zac mengingkari janjinya.


Valarie kini berjalan menuju kaca besar yang memperlihatkan bangunan tinggi lain yang ada di sekitar gedung yang dia injak saat ini. Matahari yang panas seakan menyinari dirinya yang juga ikut panas karena dirinya yang terbakar cemburu tak jelas.


" Honey jangan marah...." Zac memeluk istrinya dari belakang, menyandarkan dagu nya ke bahu istrinya, memeluk istrinya dengan erat.


Val hanya diam tak membuka suaranya dia sibuk dengan pemikirannya sendiri, akhir akhir semuanya terlalu sensitif untuk dirinya.


" Honey...." Panggilnya dengan lembut.


" Kita tak pernah tahu tamu siapa yang datang kerumah kita, kita juga tak pernah tahu rencana apa yang telah di susun oleh takdir untuk kita. Kita tak pernah tahu apakah tamu itu membawa kebaikan atau keburukan. Kita tak pernah bisa menebak apa yang akan terjadi nanti ataupun besok..." Zac hanya diam dia mencari jawaban dari teka teki yang di katakan istrinya, pikirannya kosong jika harus menebak teka teki ini.


" Sayang jangan mengatakan teka teki padamu, aku sungguh tak tahu..." Ketua mafia kini menyerah ketika istrinya harus mengajaknya bermain teka teki di sini.

__ADS_1


" Kau tak peka Zac, kau payah..." Ungkapnya dengan kesal.


" Aku payah, oke. Aku tak peka. Sekarang katakan apa yang ingin kau katakan tadi "


" Kita tak tahu seorang yang datang bertamu di sini akan membawa kebaikan untuk mu atau keburukan untuk ku. Karena seorang pelakor bisa datang lewat mana saja, karena seorang pelakor bisa mengambil kamu dari tempat mana saja...." Jawabnya dengan kesal karena sang suami tak tahu apa yang dia maksud dari tadi.


Zac membalikan tubuh istrinya hingga mereka bertatapan dengan tatapan mereka yang masing masing terpancarkan arti berbeda.


" Tak ada kata pelakor di antara hubungan kita honey, aku membenci kata kata pengkhianat maka aku tak mungkin melakukannya..." Ucapnya dengan bersungguh sungguh.


" Kita tak tahu takdir apa yang menunggu kita dalam rumah tangga. Seribu kali kau menolaknya tapi jika takdir mu tak berjodoh lagi dengan ku, dan berjodoh dengan wanita lain atau wanita tadi kita tak tahu dan kau tak mungkin bisa menolak...." Mata nya kini berkaca kaca, hatinya begitu sakit ketika mengatakan hal itu. Dia tak ingin itu terjadi tapi apapun itu dia juga tak tahu takdir apa yang membawahnya ke depan sana.


" Please jangan menangis, maafkan aku...." Zac langsung memeluk tubuh istrinya itu, mengelus punggung istrinya yang tiba tiba menangis seperti itu. " Maafkan aku oke..." Sambungnya lagi.



" Tak perlu, itu pekerjaan mu. Maaf, haruskah aku tak boleh seperti ini..." Val melepaskan tubuhnya yang di dekap suaminya itu, dia berjalan menjauhi suaminya dan memilih duduk di sofa panjang yang ada di ruangan kerja suaminya.


Zac menghela nafasnya berat, akhir akhir ini hati istrinya mungkin lagi kacau karena semenjak pulang dari liburan istrinya lebih sensitif dan kadang menangis dengan alasan yang tak jelas, dan hal hal sepele seperti ini saja bisa membuatnya nangis. Tapi sedetik kemudian dia bisa kembali normal dengan gaya tenang nya serta gaya ramah nya.

__ADS_1


" Bekerjalah kenapa kau menatap ku seperti itu..." Val menatap suaminya yang menatap dirinya dengan bingung di pikirannya. " Apa aku menganggu di sini, jika iya aku akan pergi..." Sambungnya dengan nada tinggi nya.


" Tidak sayang, duduklah. Aku akan bekerja di sini dan kau duduk di sana dengan tenang oke..." Val kembali duduk dengan tenangnya dan Zac kembali bekerja dengan perasan ya g masih bingung dengan tanda tanyanya di dalam hati.


Dia bekerja yang kadang melirik istrinya yang tertawa pelan melihat sebuah film yang ada di ponselnya itu. Dia cukup lama berpikir tentang istrinya tapi dia tetap tak menemukan jawaban atas sikap istrinya itu.


Wanita memang sulit untuk di tebak, kadang marah, kadang nangis, kadang tertawa. Sekarang lihatlah dia seperti tak menyadari bawa tadi menuduhku tidak tidak, sekarang dia malah tertawa seperti itu. Ada apa dengannya?, apa hanya aku laki laki yang tak peka dengan istrinya. Batin Zac dengan menatap istrinya yang duduk asik menatap ponsel di tangan nya.


Zac akhirnya kembali ke perkerjaan nya, dia tak terlalu pusing lagi memikirkan istrinya, sekeras apapun dia berpikir tetap saja tak membuat dirinya mengerti atas perilaku istrinya itu.


" Honey apa kau lapar?" Zac berteriak pelan kepada istrinya tapi tak mendapatkan jawaban dari wanita itu. Zac menatap istrinya yang ternyata pulas di sofa panjangnya itu.


Zac berjalan menghampiri nya, berjongkok di depan nya, menyentuh wajah istrinya dengan lembut. Zac mendaratkan ciuman hangat di kening istrinya itu, melepaskan jas nya untuk menutupi kaki istri yang terbuka di sana.


" Aku mencintaimu Honey..." Bisiknya pelan membuat wanita itu hanya mengeliat di dalam tidurnya itu.


Zac kini berdiri dengan segera, melangkah dengan hati hati agar tak menimbulkan suara yang tak membuat istrinya itu bangun dari tidurnya.


Ceklek!! pintu itu pun di buka dengan pelan tapi masih membuat suara. Zac menatap tajam ke arah pintu besar itu.

__ADS_1


" Tuan Zac..." Pengawal itu memberi hormat kepada bosnya.


" Hmm.. aku ingin keruangan Steve sebentar. Tetap di sini jangan kemana mana..." Pengawal itu mengangguk mengerti. Dia tak akan meninggalkan tempat dia berdiri apapun yang terjadi.


__ADS_2