Wanita Nakal

Wanita Nakal
Penderitaan 5


__ADS_3

Jovanka dan jonathan kini terdiam di dalam mobil, jovanka hanya menatap keluar jendela, dia terdiam tak mengatakan apapun, pikiran nya menerawang jauh, hatinya bergejolak sakit ketika mengingat kejadian tadi, tapi rasa sakit yang dialami calon anaknya juga tak bisa di lupakan begitu saja.


“ honey.. “ jonathan menyentuh tangan jovanka, dengan tersenyum tipis jovanka menatap kekasihnya yang terduduk di sebelahnya. “ jika kamu tak suka yang aku lakukan pada kedua orang tua mu,, aku bisa membatalkan penerbangan mereka honey..” jonathan langsung mengarahkan apa yang ada dipikirannya, dia tahu bahwa kekasihnya saat ini sangatlah sedih.


“ aku-“ jovanka tak bisa melanjutkan ucapannya, dia menerobos tubuh kekasihnya, memeluknya dengan derai air mata yang sudah tak bisa di tahan lagi.


“ menanggislah..” katanya dengan memeluk erat tubuh kekasihnya yang sedang menanggis.


Flasblack


“ honey.. apa kau yakin ingin bertemu kedua orang tuaku..” jovanka tak tahu bahwa sebenarnya kekasihnya sudah bertemu dengan sang papa.


“ aku yakin..” senyum tipis di bibir jonathan membuat jantung jovanka tak karuan, meskipun mereka sudah lama bersama tapi detak jantung mereka berdua masih tak terkontrol ketika mereka saling tersenyum ataupun menunjuhkan cinta mereka.


Tak butuh waktu lama mereka tiba disebuah mansion yang cukup mewah, penjaga serba hitam telah berjaga didepan gerbang, jovanka hanya mengerutkan keningnya karena ini pertama kalinya jovanka melihat semua penjaganya yang begitu menakutkan. Jovanka keluar dari mobilnya yang di susul dengan jonathan juga, dengan hati yang senang bercampur marah jovanka masuk kedalam mansion tersebut. Tak ada siapapun, hanya ada beberapa koper besar disana, dengan perasaan yang binggung, jovanka mendengar langkah kaki dengan sedikit terburu buru.


“ mama.. papa..” panggil jovanka dengan lembut. Kedua orang yang saat ini bimbang dan hanya bisa pasrah melihat kearah putrinya dengan tersenyum, tapi senyumnya pudar ketika melihat sosok dibelakang putrinya yang sedang berdiri, dengan satu tangan masuk kedalam sakunya.


“ putriku..” jeniffer sedikit berlari menuruni tangga, menghampiri putrinya, memeluknya dengan kasih sayang dan deraian air mata.

__ADS_1


“ mama kenapa menanggis?, dan kalian mau kemana dengan koper besar besar ini..” jovanka melepaskan pelukannya dan bertanyak langsung.


“ kami-“


“ honey..” potong jonathan ketika johan ingin menjawabnya. “ mereka akan pergi kesuatu tempat terpencil, tapi aku jamin kebutuhana mereka dan fasilatas mereka tak akan berkurang apapun..” jawaban dari jonathan membuat jovanka hanya terdiam.


‘ apa maksud dari jonathan’ batinnya.


“ maksudnya?”


Jonathan menghampiri jovanka yang masih binggung. “ aku sebenarnya kemarin sudah bertemu dengan calon mertua ku, pak johan..” jonathan menatap pak johan sedangkan pak johan tak berani menatapnya. “ aku tak hanya melakukan apa yang seharusnya aku lakukan..” jonathan memengang tanggan jovanka.


“ aku hanya menghukum calon mertua ku, mengambil semua asetnya, menjadikan milikmu dan mengirim mereka kesebuah negara yang terpencil, tinggal disana menikmati masa tua mereka. Aku janji mereka tak akan kekurangan apapun, disana akan ada pengawal pribadi dan akan ada yang membantu mereka..” jonathan menjelaskan pada jovanka, meskipun jovanka terkejut tapi jovanka hanya bisa menatap kedua orang tua nya.


“ apa ini tak berlebihan honey..” tanyaknya pelan.


“ jika mereka disini akan lebih bahaya honey.. aku juga sudah melakukan hal yang membuat alfred akan sangat marah.. jika mereka disini alfred akan lari kepada kedua orang tuamu, dan aku tak akan bisa melakukan balas dendam yang tak akan dia bayangkan jika dia berlindung dibawah kaki orang tuamu..” jawab jonathan dengan berbisik.


Jovanka menatap kedua orang tua nya dengan rasa iba, tapi apa yang dikatakan jonathan memang benar, menghukumnya hanya sebatas ini, bagaimanapun orang tua tetaplah orang tua. “ maafkan jovanka mama, papa.. jovanka seperti anak kurang ajar pada kalian,, tapi nikmatilah masa tua kalian,, jonathan dan aku akan tetap menjamin hidup kalian berdua..” jovanka akhirnya meneteskan air matanya.

__ADS_1


“ tak apa anakku.. seharusnya papa yang minta maaf.. karena ego dan rasa malu papa, kalian kehilangan calon anak kalian, padahal itu cucu ku juga..” sang papa berkata dengan rasa penyesalan, dari matanya dan nada bicaranya ada penyesalan terdalam disana.


“ aku sudah memaafkan kalian.. ku mohon maafkan aku kali ini.. aku tak bisa berbuat banyak selain mendukung apa yang di lakukan jonathan.. kalian lebih baik meninggalkan negara ini, disini akan ada kekacauan yang tak seharusnya kalian lihat..” jovanka dan sang mama kini berpelukan dengan air mata yang sama sama tak bisa dibendung, dan kini sang papa juga memeluk kedua wanita yang terluka karena ulahnya.


“ tuan kita harus segera berangkat kebandara,, jika tidak kita akan ketinggalan pesawat..” seseorang yang akan mengurus dan menemani keluarga betrix tiba tiba bicara dari arah belakang, membuat mereka bertiga melepaskan pelukannya, dan pak johan hanya menganggu pelan.


“ sebelum kalian pergi, saya memintak restu untuk menikahi putri anda tuan johan.. saya meminta ijin terlepas dari masalah yang tengaj kita hadapi saat ini..” jonathan kini berbicara dengan lembut, tak ada kegarangan dan suara tegasnya yang kemarain.


“ kami merestui kalian berdua nak jonathan, segeralah menikah agar kami tenang bahwa putri kami ada sosok yang begitu kuat disampingnya..” sang mama kini bicara.


“ beri tahu kami kapan acara pernikahan kalian..” timpal sang papa.


“ kami akan menikah di tempat kalian tinggal nanti, kris akan segera mengurusnya.


“ terimah kasih nak kalian begitu menghormati kami, hanya kami yang terlalu bodo*h memanfaatkan keadaan, dan sekali lagi maafkan kami..” kini sang papa menekuk kedua tanggan nya , mengangkat nya meminta maaf pada kekasih putrinya, calon menantunya.


Jonathan menyentuh tanggan tersebut, menurunkan tangannya, memeluk calon mertuanya. “ saya sudah memaafkan kalian, tapi untuk saat ini kalian berdua lebih baik meninggalkan negara ini.”


“ terimah kasih untuk semuanya, aku percayakan jovanka putriku padamu, aku yakin kau bisa menjaga nya dengan sungguh sungguh..” sang papa kini melepaskan pelukannya, dan mereka harus segera meninggalkan rumah tersebut. Dengan derai air mata jovanka mepaskkan kepergian kedua orang tua nya. hatinya sakit terntu saja sakit, baru bertemu dan berkumpul kedua orang tua nya, kini harus berpisah lagi, bukan keadan yang memisahkan mereka, tapi karena ulah dari sang papa sendiri yang membuat mereka harus merasakan akibat apa yang mereka perbuat.

__ADS_1


Flasblack off


__ADS_2