
Bruak!!! tendangan pada pintu membuat semua orang yang ada di dalam rumah yang sedang panik kini secara langsung menatap ke arah pintu dengan langsung.
" Letakkan tangan di belakang kepala!..." Seluruh orang orang yang ada di sana langsung mengangkat tangan nya dan meletakan di belakang kepala mereka masing masing.
Laras panjang telah siapa menembak ketika mereka membantah apa yang tidak mereka lakukan. Beberapa orang yang ada di sana menunduk dengan ketakutan.
" Di mana bos mu?" Teriaknya dengan kencang.
" Di atas."
Beberapa orang segera naik ke atas di mana mereka mengatakan nya. Mereka berlari dengan pelan menimbulkan suara yang tak ada ketika mereka berlari mencari bos mereka.
Dor!! satu tembakan yang di layangkan di atas membuat orang yang di sana dengan panik bertambah panik dengan terkejut. Orang itu langsung berjongkok dengan menyentuh kepalanya melindungi kepalanya agar tak mengenai peluru.
" Bangun.. di mana adik ku..." Salah satu dari mereka langsung menyeret orang yang berjongkok di sana.
" Saya tidak tau, kami bahakan sudah mencari nya tapi kami juga belum menemukan di mana James..." Jawabnya dengan gugup.
Bugh!! satu pukulan yang melayang ke arah orang itu tepat mengenai wajahnya dengan segera.
" Bukankah kau sendiri yang mengatakan kepada kami, bahwa sudah mengirim adik mu mu ke tempat aman, kenapa dia masih ada di sini..." Teriaknya dengan kencang.
Gusman diam dia tak menjawabnya, dia memang berbohong waktu itu dia ingin melindungi adiknya, dia tak ingin adiknya masuk ke dalam rumah sakit jiwa. Tapi sekarang seakan dia yang mengenai permainannya sendiri.
Dia yang ingin melindungi adiknya malah dia sendiri yang harus mengenai masalah saat ini. Masalah nya saat ini tak bisa di hindari. Apa yang di perbuat dia yang menanamnya saat ini.
" Kau membohongi kami.. dan kau lihat sekarang kau membuat semuanya menjadi kacau."
" Aku tau aku salah, aku tau.. harusnya aku mengirimnya agar mendapatkan perawatan yang terbaik. Sekarang aku harus mencarinya."
Gusman diam dia berpikir. " Tapi tunggu bagaimana kalian tau jika adik ku tak ada di rumah sakit?"
Orang itu menodongkan pistol tepat di otak gusman membuat Gusman menelan ludahnya dengan kasar. Jantungnya berdetak tak karuan ketika menatap tatapan tajam dari orang orang itu.
" Adik mu menyerang bos kami, Albert dan dia juga membawa wanitanya serta menculik anak nya."
__ADS_1
Deg!!
Gusman di buat terjatuh ke lantai dia kini tau apa penyebab adiknya kabur dari rumahnya. Jantungnya tak karuan.
" Dia melarikan diri karena tadi melihat Violet dan Angel datang kemari..." Gumamnya dengan pelan.
" Sekarang cari mereka sampai dapat, jika kami dulu yang mendapatkan adik mu, jangan salahkan kami jika kami mengambil Nyawa nya untuk penebusan dosa..." Ucapnya dengan penuh penekanan.
Orang orang yang ada di sana langsung pergi berjalan meninggalkan rumah di mana Gusman masih dengan keadaan terkejutnya. Gusman memejamkan matanya mengingat di mana dia harus mencari adiknya.
" Di mana yang lain?, kemana mereka pergi?" Gusman yang tadi terpuruk dengan keadaan adiknya kini bangkit dengan segera menemui orang orang nya.
" Saya rasa mereka yang membantu Tuan James pergi dari sini."
Prank!! Gusman membanting semua barang yang ada di sana dia merasa tertipu dengan orang orang nya.
" Apa mereka tak tau jika kita akan menghadapi masalah dengan Mafia lain jika James pergi dari sini?, kenapa mereka tak memiliki otak sama sekali..." Katanya dengan amarah.
"Kita harus cari James, kita harus menemukannya bagaimana pun cara, aku tak mau tau kalian harus menemukan James sebelum para Dio Della Morte menemukan dulu."
Sedangkan di tempat lain Angel kini masih saja menangis di pojokan kamar, kamar asing yang tak pernah dia tau ini kamar siapa.
" Mama aku takut.. Hiks.. hiks.. Mama..." Ucapnya dengan sisa tangisannya.
" Mama di mana.. Paman Albert tolong Angel.. aku takut..." Sambungnya dengan tangisan.
Orang yang menjaganya kini sebenarnya ketakutan karena mendengar Nona muda nya menangis seperti itu.
" Kita bisa di bunuh oleh Bos Gusman jika dia tau kita membantu Tuan James kabur dengan menculik Nona muda."
Tap!! tap!! tap!!
Suara sepatu yang begitu nyaring membuat orang yang menjaganya menunduk ketakutan. Mereka tau siapa yang datang ke sana. Darah mereka mengalir cepat ketika mendengar langkah sepatu itu semakin mendekat.
" Mama..." Teriaknya.
__ADS_1
" Dia di dalam?" Orang orang itu mengangguk pelan.
Ceklek!! James yang tadi masuk kini menatap putrinya yang menangis di pojokan kamar yang telah dia sediakan untuk putrinya. Angel yang melihat siapa yang masuk langsung menghentikan tangisannya.
" Sayangnya Papa.. apa kabar mu?, Papa merindukan mu..." Ujarnya dengan berjalan mendekat.
Angel meringkuk ketakutan dia memundurkan duduknya dia yang tau seperti Papa nya kini semakin takut ketika sadar Papa nya mendekatinya.
" Sayang kau takut pada Papa mu sendiri?, jangan takut. Papa tak akan menyakiti mu jika kau berbuat baik Sayang..." James yang berbicara pelan tapi di kata kata nya tersimpan ancaman.
" Di mana Mama, Angel ingin bertemu Mama..." Suaranya dengan isak tangis.
" Sayang aku merindukan mu, nanti kita akan menemui Mama bersama, dan kita akan pergi jauh dari kota ini..." Ucapnya dengan memeluk.
Angel meringkuk ketakutan dia diam di dalam pelukan James. " Aku ingin bertemu Mama, aku takut.. aku ingin bertemu Mama, hiks hiks."
" Diam..." Teriaknya dengan kencang.
James melepaskan pelukan nya dia menatap putrinya yang menunduk ketakutan. Suara isak tangis itu masih dapat di dengar.
" Diam, jika kau tak diam maka Papa tak akan mempertemukan mu dengan Mama mu, jadi diam dan hentikan tangisan mu itu."
" Papa jahat, Papa jahat. Papa menyiksa Mama, Papa tidak sayang aku dan Mama..." Teriaknya lagi dengan kencang. Gadis kecil itu mengatakan apa yang tidak di ketahui oleh James selama ini.
" Sayang Papa gak pernah menyiksa Mama mu!, Papa menyayangi Mama bagaimana Papa menyiksa Mama."
" Bohong, Papa pernah menyiram Mama dengan kopi, bahkan Papa juga pernah menjambak Mama, Angel tau semuanya. Papa jahat, Papa gak sayang Mama. Biarkan aku dan Mama pergi, kami bahagia saat bersama Paman Albert, dia tak pernah berlaku kasar kepada kami, dia menyayangi kami."
Bug!! James memukul tembok yang ada di sebelahnya dia menahan amarahnya ketika mendengar secara langsung apa yang di katakan putrinya, bahkan dengan berani Angel membandingkan dirinya dengan orang lain.
" Diam, jika kamu tidak diam maka Papa tak akan mempertemukan kamu dengan Mama mu kau dengar itu. Dan satu lagi sekali lagi kau berani membandingkan Papa mu dengan orang lain, maka ku pastika orang itu akan Papa bunuh di depan mata mu, camkan itu baik baik."
James setelah mengatakan semuanya kini pergi meninggalkan putrinya dengan menahan semua amarahnya.
Kau meracuni pikiran anak ku Violet. Batin James dengan langkah besar meninggalkan ruangan tersebut.
__ADS_1