
Cinta dan pekerjaan adalah hal yang sangat penting bagi kehidupan seseorang. Tapi bertahan untuk membuat luka di suatu hari nanti akan percuma. Bertahan demi cinta seakan tak pantas, karena suatu keputusan untuk berjalan dengan cinta juga membutuhkan pekerjaan untuk melanjutkan sebuah hubungan untuk jalan keseriusan. Bertahan di pekerjaan juga tak pantas karena pada dasar nya setiap insan membutuhkan cinta untuk mengisi hari hari nya, setiap insan membutuhkan seseorang ketika dirinya lelah di setiap aktifitas nya mengharap seseorang ada yang duduk manis menunggu nya. Tapi saat ini cinta dan pekerjaan harus ada yang mereka korban salah satu. Takdir yang mempertemukan mereka kini menjadi takdir yang sungguh menyakitkan ketika mereka harus berpisah hanya karena sebuah alasan profesi yang tak mungkin bisa mereka satukan.
Mundur atau bertahan adalah pilihan yang begitu tak ingin di pilih oleh mereka saat ini. Tapi sebuah tuntutan masing masing dari mereka kini mereka harus merelakan cinta yang mulai tumbuh di hati mereka. Terkadang cinta itu lucu, di saat kita tak ingin memilikinya maka cinta terasa ingin mengejarnya hingga mereka saling bertekuk lutut tapi di saat mereka sudah mendapatkan cinta itu, cinta malah pergi meninggalkan luka yang begitu dalam untuk mereka rasakan. Cinta atau takdir yang kini sedang mempermainkan mereka, hanya Tuhan yang tahu saat ini.
Kedua insan yang sedang di tuntut untuk saling meninggalkan kini hanya menahan rasa sakit pada hatinya. Hatinya terluka tentu saja, mereka baru saja mendapatkan arti kebahagian dengan seseorang tapi kini mereka harus berpisah karena sebuah alasan yang tak bisa membuat mereka bersatu.
Jenni yang hanya berdiam diri di dalam apartemen nya kini menatap nanar kearah laki laki yang hanya duduk di pojokan dengan berdiam diri itu. Keputusan yang di ambil oleh Steve sungguh membuat wanita itu terluka, semua yang di katakan oleh laki laki tadi seakan di banting ke lantai oleh keputusan laki laki tadi. Jenni tak bisa bertahan ketika kekasihnya malah ingin menyudahi hubungan itu. Jenni tak bisa membantah atau menolaknya meskipun dia tak ingin menyudahi hubungan yang hanya sekilas mereka rasakan.
" Maafkan aku..." Hanya kata itu yang sanggup Steve katakan. Dari sepulang dari perusahan mereka berdua tak ada yang membuka percakapan di antara mereka. Jenni yang tetap kembali ke apartemen itu hanya untuk mengambil semua barang barang nya yang ada di sana.
__ADS_1
Steve tentu saja mengejar wanita itu. Jenni hanya memejamkan matanya menahan agar mata nya tak terjatuh, dia harus kuat hanya itu yang dia sematkan di pikiran nya. Jenni hanya fokus dengan semua barang barang nya itu dia pura pura tak memperdulikan laki laki yang berdiri di pojokan kamar itu.
Steve tahu betul bawa wanita itu kecewa dan terluka tapi tak hanya wanita itu melainkan juga dirinya yang terluka. Kini mereka berdua menjadi korban dari cinta yang menyakitkan itu.
" Maafkan aku, aku mohon jangan membenci ku..." Steve kini dengan segera memeluk tubuh Jenni dari arah belakang, menyandarkan dagu nya di pundak wanita itu.
" Aku membenci mu Steve, sangat membenci mu. Kau berkata ingin memperjuangkan hubungan ini tapi kau malah yang menyerah dengan ini semua. Kau pikir aku tak mencintai ku, kau pikir aku hanya main main dengan mu, aku tau kau memikirkan apa yang di katakan Tuan Zac tadi, kau tak mempercayai ku, kau mengira aku hanya datang kepada mu dan memanfaatkan ini semua, hiks.. hiks..." Ucapnya dengan suara isak tangis yang membuat laki laki itu semakin hancur.
" Jenni maafkan aku.. aku tak bisa melakukan apa yang aku janjikan pada mu, tapi percayalah aku sangat mencintai mu, aku sungguh juga terluka dalam hal ini, tak hanya kamu yang terluka tapi aku juga terluka..." Suaranya sendu, mata nya juga memerah karena menahan air matanya itu.
__ADS_1
" Aku mohon jangan membenci ku, mungkin saat ini kita harus menjalani hubungan seperti ini, tapi saat ini aku tak bisa berbuat apa apa, selain harus memilih untuk bertahan di sisi bos ku. Aku tahu kau terluka dengan pilihan ku tapi aku juga terluka dengan ini semua. Aku akan secara perlahan bicara dengan Tuan Zac agar dia mau merestui hubungan ini..." Steve kini tetap memeluk tubuh wanita itu dengan posisi tetap dari arah belakang.
" Mungkin yang di katakan oleh Tuan Zac benar Steve kita tak akan pernah bersatu apapun yang terjadi kita memang tak bisa di takdir kan bersama. Kita tak bisa satu jalan karena jalan kita berbeda..." Steve hanya menggeleng pelan ketika mendengar semua yang di katakan oleh wanita itu. " Jika kita terus memaksa hubungan ini suatu saat akan membuat kita saling membunuh satu sama lain Steve, aku memang mencintai mu tapi aku tak bisa melihat mu harus melawan bos mu..." Sambungnya lagi dengan terus meneteskan air mata itu.
" Jangan jadikan aku laki laki brengse* sayang ku mohon. Jangan jadikan aku laki laki tak berguna. Aku akan berusaha bicara kepada Tuan Zac agar kita bisa saling bersama. Tapi maafkan aku untuk sementara kita memang harus saling berjauhan. Tapi aku mohon jangan membenci ku..." Bisiknya dengan pelan.
Jenni memutar badan nya menatap laki laki itu yang wajah nya juga sama sama berantakan nya itu. Tak hanya dirinya yang terluka tapi laki laki itu juga sama terluka nya dengan dirinya.
" Steve mungkin kita memang tak bisa bersatu kau dan aku hanya di takdir kan untuk sementara bersama. Aku tak pernah menyesal menjadikan kamu orang yang pertama menyentuh ku, kenangan kemarin akan aku bahwa di mana pun aku berada. Aku berterima kasih karena sudah memberi ku hari hari yang indah dan sudah membiarkan aku merasakan cinta yang sesungguh nya. Aku tak bisa untuk mempertahankan cinta kita, meskipun kau ingin memperjuangkan nya aku rasa akan percuma karena apa yang di katakan bos mu benar. Kita taka akan pernah bersatu, kecuali kita memilih untuk mundur demi cinta. Aku dan kamu tak bisa mundur hanya karena cinta, kita sama sama tahu hal itu. Jadi relakan semuanya, ini sudah jalan takdir dan takdir kita tak akan pernah tertukar dengan siapapun. Jika Tuhan menyatukan kita lagi aku yakin Tuhan memiliki berbagai cara untuk menyatukan kita dan mempertemukan kita lagi..." Steve kini langsung memeluk tubuh wanita nya itu dengan sangat erat.
__ADS_1