Wanita Nakal

Wanita Nakal
Season4_ Ex Husband Is Broken_ Tragedi Berdarah 1


__ADS_3

Apa yang telah terjadi mungkin ini adalah sebuah Takdir, tapi jika berharap jangan ada Takdir yang membuat kita terluka.


Tuhan bisakah Takdir aku ubah?,


Takdir yang menyedihkan bisakah aku ubah dengan Takdir yang menyenangkan?,


Hanya Tuhan yang tau semua jawaban dari semua pertanyaan ku.


.


.


.


" Kakak mau kemana ini sudah malam?" Amel melihat kakak nya yang memakai mantel nya.


" Amel kakak harus pergi sebentar ada urusan..." Nada bicara Sarah nampaknya terburu buru.


" Tapi ini sudah malam?"


Sarah menatap adiknya dengan tersenyum tipis di bibirnya. " Ini belum terlalu malam, kakak sudah pesan taksi di depan..." Sarah memeluk adiknya sebentar sebelum dia segera keluar dari rumah nya.


" Kakak.. kakak..." Amel berteriak keras tapi tetap tak di hiraukan oleh Sarah.


Amel hanya menatap kakak nya yang pergi dengan langkah terburu buru. Amel merasa ada yang aneh kepada kakak nya dia melihat kakak nya yang terburu buru masuk ke dalam mobil.


Amel menghela nafasnya dengan berat, dia tak bisa berkata apa apa lagi dia hanya menatap mobil yang melaju membawa kakak nya yang pergi dengan langkah terburu buru.


Amel kini masuk ke dalam rumah nya dengan dia yang merasa aneh tapi apa yang ada di pikirannya dia tak bisa berkata apa apa lagi.


Amel segera menutup pintunya dengan mengunci pintu rumahnya, Amel melangkah masuk ke dalam rumah nya.


Tok!! tok!! ketukan pintu itu membuat langkahnya terhenti seketika, dia mengerutkan kening nya ketika ketukan itu kembali terdengar. Tok!! Tok!!

__ADS_1


" Apa ada yang tertinggal hingga kakak kembali?" Ucapnya sendiri.


Dengan rasa tak curiga dia berjalan kembali ke arah pintu. Ceklek!! pintu itu segera di dorong oleh seorang yang ada di luar pintu membuat Amel mundur seketika dengan terkejut.


Mata Amel kini melotot dengan rasa terkejut ketika melihat siapa yang masuk ke sana. Seorang laki laki yang memakai jaket tapi wajahnya tak begitu terlihat jelas.


" Siapa kamu?" Suaranya bergetar ketakutan dia mundur beberapa langkah tapi tak membuat orang yang ada di depannya takut.


Amel kembali terkejut ketika ada beberapa orang lagi yang menyusul masuk tepat nya dua orang yang ada di belakang laki laki itu.


" Siapa kalian?" Teriaknya dengan kencang.


" Hust jangan berteriak, kita tak akan menyakiti mu jika kau bekerja sama dengan kami..." Ucapnya dengan pelan.


" Apa mau kalian?" Jantungnya tak normal saat ini. " Apa mau kalian?" Amel kembali berteriak.


Laki laki itu yang mendengar Amel kembali berteriak kini segera berjalan menuju ke arahnya membekap mulutnya dengan tangan.


" Hmm...Hmm.. Lepas- hmm..." Suaranya yang tertahan ketika tangan itu masih berada di mulut Amel.


Kedua orang yang dari tadi diam ternyata juga sudah menutup pintu rumah nya agar tak ada yang melihat kejadian tersebut.


" Jika kau bisa kami ajak bekerja sama maka aku akan melepaskan mu. Jika kau masih ingin berteriak maka jangan harap aku melepaskan mu."


Amel hanya mengangguk mengikuti apa yang di katakan oleh orang itu, dia akan mengikuti semua apa yang di katakan oleh mereka.


Amel mengambil nafasnya dengan segera ketika tangan itu terlepas. Amel menatap orang itu dengan tatapan tanda tanya, karena dia tak tau siapa orang orang yang ada di depannya ini.


" Apa mau kalian sebenarnya, jangan sakiti aku, ku mohon lepaskan aku, aku akan melakukan apapun asal jangan sakiti aku. Kalian mau uang, saya bisa berikan..." Katanya dengan segera.


Ketiga orang itu kini tertawa menatap Amel yang ketakutan bukan main di sana. Wajahnya kini pucat karena ketakutan. Siapa saja pasti ketakutan ketika ada laki laki perampok yang tiba tiba menyerang nya.


" Uang? aku rasa dia memiliki uang yang banyak yang akan bisa memberikan kita kehidupan yang layak..." Timpal orang yang ada di belakang nya.

__ADS_1


Laki laki yang ada di depan nya menoleh kearah belakang menatapnya dengan tatapan sinis. Orang yang mengatakan tadi kini hanya bisa menunduk ketakutan. Ketiga orang itu memakai topeng yang tertutup rapat wajahnya.


" Aku bisa memberikan kalian uang tapi aku mohon jangan sakiti aku, lepaskan aku dan segera pergi dari sini..." Amel memohon dengan menangis, air matanya kini menetes ketika rasa takut pada dirinya.


Tapi lagi lagi orang itu hanya tertawa dia tak peduli dengan apa yang di tawarkan oleh Amel, matanya yang terlihat kini menatap tajam ke arah Amel yang semakin mengerut ketakutan.


Orang itu kini mencengkram lengan Amel dengan kencang, matanya melotot seakan marah kepada Amel yang berdiri di depan sana.


" Aku tak membutuhkan uang mu tapi aku butuh sesuatu yang akan menghasilkan uang banyak dari seorang..." Ucapnya penuh dengan penekanan.


Amel terisak dengan pelan dia yang dari tadi menangis kini membuat wajahnya berantakan tak karuan, dia tak bisa melawan orang itu dia hanya bisa menangis.


Aku harus bisa kabur dari mereka bertiga jika tidak aku akan di bunuh oleh mereka. Batin Amel yang berpikir keras bagaimana cara dia untuk kabur dari sana.


Amel melirik sebuah vas bunga yang ada di sebelahnya, tangan nya kini meraih pelan vas itu sedangkan orang yang ada di depannya kini masih menatap tajam ke arah Amel yang hanya diam.


" Apa yang harua saya lakukan, saya mohon lepaskan saya..." Ucapnya untuk mengahlikan mereka agar tak sadar bahwa Amel meraih vas yang ada di sebelahnya.


Orang itu nampaknya tersenyum dengan pemikiran licik nya yang tak akan mungkin bisa di tebak oleh siapapun.


Bug!! Amel yang dengan cepat menghantamkan vas itu kepada kepala orang itu kini segera berlari ketika orang itu ambruk dengan kesakitan memengang kepalanya yang seketika berdarah.


Amel tak bisa berlari keluar dia berlari ke atas menaiki anak tangga dengan cepat, dia masuk ke dalam kamarnya dan segera menutupnya dengan rapat rapat.


" Tangkap wanita itu..." Teriaknya dengan menahan rasa sakit pada kepalanya.


Kedua orang itu kini dengan cepat mengejar Amel yang sudah masuk ke dalam kamarnya. Sedangkan Amel kini yang menghubungi sang kakak nya malah tak mendapatkan jawaban apapun juga.


" Kakak please angkat telfon ku..." Katanya dengan panik.


Dok! dok! dok! gedoran pintu itu membuat Amel kembali merasakan ketakutan yang sangat teramat, dia yang menghubungi sang kakak dari tadi tak mendapatkan apapun.


Bruak!! Amel terkejut menjatuhkan ponselnya ketika dobrakan pintu berhasil di buka oleh ketiga orang laki laki itu. Amel mundur seketika dia benar benar ketakutan bukan main.

__ADS_1


" Maafkan aku.. aku mohon jangan sakiti aku..." Pintahnya dengan memohon kepada ketiga orang yang berjalan mendekati nya yang terpojok di kamar.


__ADS_2