Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Melawan 40


__ADS_3

Sebuah rekaman yang dulu pernah sempat ke rekam kini terputar di sana, semua orang kini menjadi gaduh di sana bahkan mereka kini hanya saling berbisik dengan tak menyangka seorang Peter Heeney kini memang merampas semua aset aset dari Yun.


" Hakim ini adalah surat untuk membenarkan bahwa suara itu adalah suara Tuan Peter dan Tuan Hans serta Tuan Jeremi..." Albert juga memberikan sebuah bukti juga yang membenarkan suara tersebut.


" Lalu di mana Tuan Jeremi?, apa dia akan menjadi saksi juga?"


" Saya di sini Hakim..." Suara itu kini membuat semua orang juga tertegun tak hanya Anna yang berada di sana tapi Peter juga terkejut bukan main.


Jeremi yang datang dari arah pintu depan kini menjadi pusat perhatian semua. Peter kini tersenyum dia berharap bahwa Jeremi lah yang membantunya saat ini, hanya dia yang bisa menyelamatkannya. Peter sedikit bernafas lega ketika melihat Jeremi tak berdiri di pihak kubu mereka melainkan berada di tengah tengah mereka.


" Aku harap Tuan Jeremi ada di kubu kami..." Anna berdoa dalam hatinya ketika melihat sahabat ayahnya itu masuk ke dalam dan berjalan mendekati nya.


Semua orang menatap ke arah Jeremi yang baru masuk di ruang pengadilan. Semuanya tak menyangka bahwa pengacara ini juga ada di balik ini semua.


" Hakim ketua boleh kah saya juga menjadi saksi?" Peter kini di buat syok ketika sahabatnya yang menjadi harapannya kini malah ingin menjadi saksi bukan ingin membelanya.


" Jeremi apa kau ingin seperti Hans yang berada di kubu mereka?, kau tak ingat kita selalu sama sama dalam hal apapun, sekarang kalian malah berkhianat..." Peter kini seakan hancur semua orang yang ada di sekitarnya kini menjauhinya dan malah mendorongnya sendiri dari tebing.


" Maafkan kami Peter kami hanya mengikuti hati kami yang ingin membela keadilan di sini."


" Keadilan apa yang ingin kau bela?, Hakim saya yakin mereka pasti di ancam oleh Tuan Zac-"

__ADS_1


" Hakim ketua saya akan menambah tuntutan saya karena dia menuduh klien saya tanpa sebuah bukti..." Albert kini juga tak tinggal diam dia akan menambah tuntutan kepada lawannya kali ini.


" Silahkan jika anda ingin menambah tuntunan ini..." Jawab Hakim dengan tegas.


" Saya mohon anda tenang dulu Tuan Peter jangan tambah masalah anda yang berat ini..." Violet kini merasakan kasihan kepada Kliennya tapi kali ini dia tidak bisa berbuat apa apa.


" Silahkan Tuan Jeremi jika anda ingin menjadi saksi..." Jeremi kini yang di persilahkan hakim untuk menjadi saksi tambahan kini berdiri taj jauh dari Hans temannya.


Mereka kini di pertemukan di pengadilan, ruangan yang akan mengadili sahabatnya. Mereka berdua sebenarnya merasa iba kepada Sahabatnya tapi bagaimana lagi, mereka harus mencari cara untuk menyelamatkan hidup mereka. Mereka tak ingin hidupnya susah seperti dulu, mereka ingin hidupnya tetap seperti ini, meskipun harus mengorbankan sahabatnya tak masalah bagi mereka.


" Kami di sini tak perlu basa-basi Tuan Jeremi katakan jika anda memiliki bukti atas kejahatan Tuan Peter."


Jeremi kini menghela nafasnya dengan berat dia mengeluarkan sebuah foto dan dan video yang di sana Peter menukar obat yang biasa di minum oleh Yun waktu itu. Peter juga dengan sengaja memasukan obat tidur ketika Yun mendatangani semua surat.


" Ini hanya obat tidur, jadi ketika dia meminum obat ini maka dia akan tertidur dan sebelum tidur matanya akan tak bisa fokus agar dia tak bisa membaca dengan jelas semua isi dokumen tersebut."


" Kau sungguh licik."


" Aku harus segera mengambil semua aset asetnya dan mengambil identitasnya agar aku bisa menguasainya dan langsung membunuhnya. Aku sudah tak sabar dengan ini semua*."


Percakapan waktu itu yang di simpan oleh Jeremi kini di putar di sana, Peter kini melotot dengan wajah yang memerah karena dia tak menyangka bahwa Jeremi bisa melakukan hal itu.

__ADS_1


" Kau mengatakan itu semua hilang tapi lihatlah sekarang rekaman itu ada di tangan mu, jadi kau sudah merencanakan ini semua."


" Maafkan saya Peter, saya merasa di hantui oleh Yun bertahun tahun dan saya merasa takut jika hal itu kembali kepada saya. Saya tak ingin Tuhan marah kepada saya dan apa yang di terima oleh Yun aku juga merasakannya."


" Kalian berdua benar benar munafik, kalian juga menikmati hasil ini semua tapi kalian kini malah menyerang ku seperti ini, aku akan membunuh kalian berdua..." Peter kini dengan cepat berdiri dan sedikit berlari ingin menyerang kedua sahabatnya tapi dengan sigap para police yang menjaganya kini menahannya memegangi nya dengan erat.


" Lepaskan aku!! aku ingin membunuh mereka dasar bajinga*..." Persidangan yang tadi sunyi kini menjadi kacau ketika semua saksi menyerang Peter dengan cepat. Peter kini mengamuk di dalam persidangan bahkan semua media kini dengan cepat mengambil kejadian itu semua.


Berita itu pasti akan langsung tersebar luas ketika mereka mengunggahnya. Sedangkan Violet pengacara tersangka kini hanya bis diam dan tak bisa membelanya lagi, karena semua mengarah kearah kliennya yang bersalah.


Rasa kesal kepada Hans kini tak bisa dia tutupi, Hans kini malah mengorbankan Tim nya ketika dia ingin menjadi saksi kubunya. Kini Violet yang harus menanggung malu karena kekalahan ada di depannya dan rasa malu karena mereka membela orang yang bersalah.


" Tenang.. tenang.. silahkan kembali ke tempat masing masing..." Suara Hakim yang kencang kini membuat kekacauan tadi langsung terhenti kini mereka kembali ke tempat duduk mereka.


" Hanya itu yang anda bahwa Tuan Jeremi..." Hakim kini yang bertanya.


" Hanya itu Hakim, tapi saya di sini berdiri di sini bukan hanya mencari keadilan untuk Yun. Tapi saya juga akan mengatakan terima kasih kepada para ke ponakan Yun. Jika mereka tidak menuntut maka kami hanya diam karena kami juga di ancam oleh Peter, bukan karena kami membela nya atau menutupinya tapi karena kami di ancam di bunuh oleh Peter."


" Aku tidak pernah mengancam kalian berdua kenapa kalian sekarang mengatakan hal yang berbohong di sini..." Peter kini kembali tak menyangka bahwa apa mereka bisa berbohong di sini.


" Baiklah Tuan Jeremi dan Tuan Hans terima kasih karena sudah mau membantu kami untuk menjadi saksi keadilan untuk mendiang Paman Yun..." Penuntut umum serta pengadilan kini mengizinkan mereka untuk duduk kembali di tempat saksi yang di siapkan yang ada di sana.

__ADS_1


" Yang Mulia saya di sini sebagai penuntut umum membela klien saya mencari keadilan untuk mendiang Paman Yun menyimpulkan jika sebenarnya masalah ini hanya karena keserakahan dari Tuan Peter dan Tuan Peter rela membunuh sahabatnya dan mengkhianati rasa kepercayaan dari Paman Yun hanya untuk sebuah harta, dia meninggalkan kata kata persahabatan hanya untuk kepentingannya semata..." Albert kini berkata dengan tegas.


__ADS_2