Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Season2_ Masa Lalu 1


__ADS_3

Mungkin benar apa yang di katakan orang bahwa masa lalu yang pahit sulit di lupakan. Bahkan trauma itu akan muncul dengan sendiri nya. Masa lalu yang pahit dan trauma adalah pasangan yang tak mungkin bisa di pisahkan.


Clarissa 😥😥


*Flash Black On


Pov Clarissa


Umurku hari ini tepat sepuluh tahun, aku di besarkan ayah ku, Johan Keddrix. Ayah ku menggeluti bisnis nya di bidang Properti serta Arsitek. Aku sejak kecil sudah terbiasa dengan buku gambar serta pensil warna, aku selalu melihat ayah ku menggambar bangunan, gedung gedung tinggi yang menjulang, dan aku selalu meniru cara ayah ku menggambar semua itu.

__ADS_1


Ibuku meninggal di saat melahirkan ku dan aku di besarkan oleh ayah ku serta anak buah nya. Ayahku adalah pimpinan dari semua kelompok mafia terkenal di kota ini, Dragon Red. Dulu kakek ku yang memimpin dan semenjak kakek ku tak ada semua kekuasan nya di ahli wariskan kepada ayah ku. Aku dari kecil sudah terbiasa dengan pertengkaran, lari lari di kejar musuh, itu adalah hal yang menyenangkan waktu itu. Tapi suatu pagi itu membuat semua nya berubah, ketakutan, pembunuhan, pengkhianatan serta kehilangan aku rasakan sejak hari itu.


" Selamat pagi ayah.." Kataku dengan terduduk di kursi meja makan.


" Selamat pagi princess.." Ayah ku selalu tersenyum padaku,apapun yang terjadi beliau tak akan pernah menunjukan ke muraman wajah nya.


Dor !!! Dor!!! Dor!!! Suara tembakan yang keras membuat kami segera berlari melihat nya dari dalam rumah.


" Ayah juga harus bersembunyi jangan hadapi mereka sendiri.." Aku hanya bisa menarik nya dan aku tahu larangan ku tak ada guna nya, ayah ku akan tetap keluar menghadapi musuh dengan sendiri.

__ADS_1


" Cepat sembunyi dan hubungi paman antoni.." Ayah dengan seger keluar agar mereka semua tak masuk kedalam rumah. Sedangkan aku yang segera masuk ke dalam kamar bersembunyi di sana, dan segera menghubungi paman Antoni meminta bantuan agar membantu ayah ku melawan musuh yang dengan sengaja menyerang rumah besar kami.


Suara baku hantam dan pukulan nampak nya tak terhindari sekarang, aku yang sedikit melihat dari balkon kamar ku, mengintip dengan seksama, menyaksikan ayah ku bertarung di bawah sana dengan sendiri nya. Segerombolan musuh nampak nya tak membuat ayah ku takut atau pun gentar, beliau masih dengan gagah nya berdiri melawan sendiri. Suara yang banyak mengejutkan ku dari lamunan, ketakutan pun muncul di benak ku.


" Ternyata tak di ragukan ke ketangguhan mu dalam bela diri.." Kata musuhnya dan suara itu tak asing bagi ku.


" Dasar pengkhianat, keluarga pengkhianat pantas di musnahkan di sini.." Suara ayah ku meninggi dan aku semakin penasaran dengan laki laki yang membelakangi ku.


" Kau yang akan mati di rumah sendiri dan di saksikan putri kecil mu.." Tawa nya membuat aku merinding, kenapa aku tak bisa mengingat suara siapa itu.

__ADS_1


" Kita lihat Febri sialan siapa yang mati di sini, kau atau aku.." Aku terkejut bahwa ayah ku menyebutkan nama nya, aku tak menyangka bahwa paman Febri yang berada di belakang ini semua, pantas saja dari kemarin dia selalu bertanya tentang keamanan rumah ku.


Sialan aku tertipu kedok keluarga yang sengaja akan membunuh ayah ku sendiri, ku pastikan kau tak ada apa apa nya di banding kekuatan ayah ku yang begitu santai nya melumpuhkan anak buah mu yang sekarang hanya tinggal jasad nya berserakan di rumah ku ini*.


__ADS_2