Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Bersatu


__ADS_3

Kini orang orang dari Dio Della Morte kini telah kembali ke Italia. Kemarin Gusman telah sepakat untuk berdamai dan akan melakukan apapun yang telah di rencanakan oleh kelompok tersebut. Gusman lebih memikirkan adiknya, menyembuhkan adiknya yang lebih penting dari ini semua.


Zac dan beberapa orang lain nya kini sedikit tenang karena pada akhirnya tak ada pertempuran yang akan membuat mereka banyak kehilangan orang orang nya.


Kini tinggal mereka yang akan mengajukan gugatan perceraian Violet dengan James. Violet cukup tenang dia bersyukur pada akhirnya masalah mereka selesai dengan gugatan di pengadilan.


" Kau senang?" Bisik Albert ketika mereka kini sudah tiba di dalam ruangan Albert untuk melanjutkan semua gugatan dengan segera.


" Tentu aku senang Al, semuanya sudah selesai seperti yang aku harapkan. Akhirnya aku bisa lepas dari dia. Selama ini aku rasa aku tak akan bisa lepas dari jeratannya..." Senyumnya mengembang, Violet tak menyangka waktu di mana dia bebas kini ada di depan matanya.


" Kenapa kau bertahan selama tujuh tahun ini?"


" Bukan bertahan karena cinta Al tapi lebih ke susah untuk melarikan diri. Selama ini aku susah payah meminta izin agar aku bisa bekerja di luar seperti sekarang, jika waktu itu Kartel tidak membutuhkan seorang pengacara mungkin aku tak akan bisa keluar seperti sekarang."


Violet kembali ke masa di mana dia bersusah payah keluar dari sana, bertahun tahun dia berusaha tapi selalu gagal dan selalu mendapatkan siksaan.


" James sebenarnya adalah laki laki baik dia memiliki hati penyayang dan lembut, tapi jika apa yang aku lakukan tidak sesuai permintaannya maka jangan di tanya siksaan apa yang akan dia berikan kepada ku."


" Andaikan dia tak kejam seperti itu, apa kau akan memiliki hati untuk mencintainya?"


" Tentu, siapa yang tidak akan suka dengan James, dia tampan dan terlihat sempurna..." Violet mengulum senyum ketika dia malah melihat Albert dengan wajah nya yang berubah kaku dan dingin.


" Kau apa tadi?" Albert kini berjalan menghampiri Violet yang berdiri jauh darinya.


Violet hanya tersenyum dengan langkah mundurnya, semakin Albert maju maka semakin mundur langkah wanita.

__ADS_1


" Bisa kau ulangi apa yang kau katakan tadi Nona?"


" Jika dia tak memiliki sifat yang kejam, mungkin aku akan mencintainya- Auwhh..." Senyumnya kini malah mengembang ketika Albert menangkap tangannya dengan segera menarik dirinya.


Albert kini menekan tubuhnya ke dinding, menempelkan tubuh mereka. " Bisa kau ulangi yang tadi Sayang..." Bisiknya dengan merangkul pinggang wanita itu dengan erat.


" Meskipun dia tak baik aku tak akan bisa mencintainya Al, hati ku masih di penuhi oleh nama mu, tak ada yang bisa mengubah apapun itu di hati ku..." Tangannya kini berada di rahang Albert mengelu* nya dengan lembut dengan mata mereka yang bertatapan begitu dalam.


Albert tersenyum dengan penuh arti, dia menempelkan bibir mereka. Meluma* nya dengan pelan, meluma* nya dengan penuh cinta yang masih ada di antara mereka. Ciuma* lembut yang mampu membuat jantung itu tak karuan di sana. Tangan Violet kini berada di leher laki laki itu, dengan mata yang terpejam menikmati setiap sentuhan yang di berikan oleh laki laki itu.


Mereka yang masih memiliki status yang berbeda kini seakan tak pantas memangil laki laki itu adalah sebutan kekasih, sebaliknya dengan Albert yang juga tak pantas. Tapi memang mereka adalah sepasang kekasih yang terpisah karena salah paham yang akhir berujung seperti sekarang.


Ciuma* yang awalnya lembut kini menjadi ciuma* yang sedikit liar dan tak terkendali. Kini mereka saling memiringkan kepala mereka, memperdalam ciuma* itu, kini mereka saling meluma* saling menyesa* saling bertukar lida* saling menarik satu sama lain.


Mata mereka masih saling berpandangan satu sama lain. Senyum mereka kini seakan mengembang ketika cinta yang hilang kini akan bersatu dalam keadaan ini.


" Terima kasih sudah mau membantu ku Al, jika tak ada kamu pun aku tak mungkin bisa lari dari ini...." Ujarnya dengan lembut.


" Berterima kasihlah dengan baik setelah ini semua selesai."


" Bisa kau tunjukan bagaimana berterima kasih dengan baik?"


" Menikahlah dengan ku setelah ini, aku akan menjaga kalian. Aku tak akan menyayangi Angel seperti anak ku sendiri. Aku tak ingin kehilangan mu lagi, bertahun tahun sudah cukup bagi kita untuk menguji cinta kita, sejauh apapun kita lari pada akhirnya cinta akan tetap berlabuh di sini dan mereka tetap menemukan tuannya. Jadi menikahlah dengan ku Violet."


Albert memandang mata itu begitu dalam, matanya kini memancarkan kesungguhan yang begitu tajam. Tak ada bercanda di sana.

__ADS_1



Sedangkan Violet kini matanya berkaca kaca dia tak pernah bermimpi bahkan di dalam mimpinya sekalipun dia merasa takut dan tak berani untuk memimpikan Albert melamarnya seperti sekarang. Matanya kini berkaca kaca berharap ini bukanlah mimpi, andaikan mimpi sekalipun dia berharap tak ingin bangun dari ini semua.


" Al apa ini tidak terlalu cepat?, maksud ku, status ku yang belum jelas ini?" Violet takut dia mengecewakan Albert, laki laki yang di cintai nya, laki laki yang ada di hatinya dari dulu hingga sekarang.


" Tak ada yang terlalu cepat Vio, semuanya sudah terlalu lama bagi kita. Delapan tahun sudah cukup untuk kita berpisah, sekarang aku tak akan mau menunggu lama lagi. Masalah status mu, sebentar lagi semuanya akan segera terselesaikan dengan segera, jangan khawatirkan hal itu, yang terpenting kamu mau menikah dengan ku atau tidak?"



" Apapun yang ada di pikirkan mu tentang Angel kita akan bersama sama membesarkan nya, kita akan membesarkan nya dengan penuh cinta dan kasih sayang, aku janji tak akan ada yang berubah antara Angel dan aku..." Sambungnya lagi.


" Al terima kasih apapun yang kau katakan pada ku dan apapun yang kamu berikan kepada ku. Dulu aku tak pernah berpikir bahwa aku bisa mendapatkan lamaran dari orang yang aku cintai, jika hari ini aku bermimpi aku tak ingin bangun dari mimpi ini Al, jangan bangunkan aku dari mimpi indah ini."


Mereka saling tersenyum dengan penuh kebahagian. Mereka saling menatap dengan penuh cinta dan kasih sayang yang memang masih ada di hati mereka.


" Jawab Sayang?, jangan hanya tersenyum."


" Saya menerima nya Tuan Albert terhormat, saya menerima Anda sebagai calon suami saya."


Albert kini meluma* sebentar bibir itu, menyalurkan kebahagian dan cinta kasih sayang, sebelum akhirnya mereka saling berpelukan dengan penuh cinta.


Kebahagian yang mereka inginkan kini seakan mereka dapatkan hari ini. Kesalahan terindah setiap orang memiliki kesalahan yang seakan ingin di ulangi lagi.


Nah loe kalau kalian semua kesalahan terindah apa yang ingin kalian lakukan lagi 🤣🤣 jangan aneh aneh ya 🤪

__ADS_1


__ADS_2