
Sedangkan di pesisir pantai Valarie kini sedang duduk di sana dengan menatap kearah ombak yang cantik. Dia termenung di sana dengan memperbaiki hati nya yang kacau karena ucapan suaminya tadi. Dia tahu kakak nya salah tapi dia tak pantas mendapatkan ucapan seperti itu. Valarie kini hatinya terluka, untuk pertama kalinya sang suami berkata kasar kepadanya, untuk pertama kalinya juga dia terluka karena ucapan suaminya itu. Tapi dia juga salah karena menutupi siapa yang menghubunginya.
Valarie menghela nafasnya mencoba menenangkan hati dan pikirannya yang kacau tak karuan seperti ini. Dia menghindar dari suaminya agar dia lebih muda mengontrol emosinya, karena ini pertengkaran pertamanya selama pernikahan ini.
" Harusnya aku tahu bahwa ini semua akan terjadi, aku tahu kakak ku salah tapi dia sendiri yakin bawa Abhi tak melakukannya, tapi sekarang dia menuduh ku. Dasar aneh. Awas saja aku tak akan mau bicara dengannya..." Dialog nya sendiri.
Sedangkan di rumah itu Zac panik karena tak menemukan istrinya yang dari tadi di cari tak ada, Zac berlari keluar masuk tapi tetap tak menemukan istrinya itu. Matanya mencari kesana kemari tapi tak melihat istrinya di sana ataupun dimana pun.
" Bos apa ada masalah?" Albert dan Steve tang dari arah belakang mengejutkan laki laki gondrong itu.
" Kalian melihat istri ku?" Tanyanya dengan wajah paniknya.
" Tidak..." Jawab Steve dengan cepat.
" Tadi Nyonya keluar..." Jawab Albert.
" Kau tak mengikutinya?" Albert hanya geleng geleng kepala. " Bodoh, harusnya kau mengikuti nya..." Sambungnya dengan cepat meninggalkan kedua orang yang bingung.
" Kau di sini saja, biarkan aku yang mengikuti bos..." Steve mengangguk, dia menatap kedua laki laki itu yang sedikit berlari ingin mencari keberadaan bos wanitanya.
__ADS_1
Cinta memang membuat gila. Batin Steve dengan rasa geli nya.

Sedangkan di tempat persembunyian Abhi kini siap keluar dengan jaket hitamnya serta topi di kepalanya serta kaca mata juga tak luput untuk menutupi wajahnya. Abhi kini keluar dari sana dengan tertutup dia takut ada yang mengetahui wajahnya, karena berita yang tersebar kemarin adalah markas besar seorang mafia terbakar habis dan membuat beberapa anggota police terpanggang di sana.
Abhi kini masuk kedalam mobil yang menunggu di depan sana dengan segera. Dia membuka topinya ketika dia sudah masuk.
" Saya sudah bergerak dari tadi, ada seseorang yang memantau nya dari jauh..." Laki laki itu kini bicara dengan menatap ke depan, laki laki itu menyamar sebagai supir taksi.
" Apa ada pergerakan?" Tanya Abhi dengan memainkan ponselnya.
" Tadi dia hanya keluar ke tempat kerjanya, belum ada pergerakan yang mencurigakan..." Jawabnya.
" Saya akan membawa anda ke sana..." Abhi mengangguk pelan dan kali ini dia menuruti apa yang di katakan adik iparnya.
Tadi setelah dia mengatakan tentang semuanya, Zac menyarankan untuk meminta bantuan kepada sepupunya Jonathan. Dan Abhi tentu saja langsung mendengarkan apa yang di sarankan adik iparnya itu.
Kini dia ingin berjuang membuktikan bahwa dia tak berkhianat dengan tim gelapnya, dia juga harus berjuang demi cinta nya. Cinta harus ada yang di korbankan hanya itu yang dia terapkan di hatinya.
__ADS_1
Perjalanan ini cukup memakan waktu karena rumah yang di tujuh oleh mereka cukuplah jauh dari kota, dan mereka menuju tempat terpencil. Hanya ada pepohonan rimbun di sekelilingnya, cahaya matahari bahkan hanya mampu masuk sedikit di sela sela daun itu.
" Bos Jonathan ada di sana kau bisa menemui nya, kami akan pergi. Jika butuh apa apa kau bisa menghubungi kami. Jangan keluar kalau tak mendesak. Jika ada pergerakan aku akan segera menghubungi mu..." Laki laki supir itu mengatakan panjang lebar, dan Abhi mengangguk mengerti. Dia kali ini menjadi laki laki penurut agar semua misinya berjalan dengan baik. Waktu satu minggu itu kini sudah termakan dua hari ini dengan sia sia. Maka dari itu semuanya bergerak cepat agar satu minggu dia bisa membuka orang yang dia curigai selama ini.
Abhi kini keluar dari mobilnya, dia menghampiri Jonathan yang berdiri di ambang pintu itu, menunggu kedatangan tamu yang di katakan oleh sepupunya itu.
" Aku senang melihat mu baik baik saja..." Jonathan langsung memeluk anak dari sahabatnya itu. Perasaan cemas kemarin hilang setelah mendengar kabar dari sepupunya Zac. " Berita itu ternyata palsu..." Sambungnya dengan berjalan masuk kedalam kabin sederhana itu.
" Aku tak tahu siapa yang membakar markas itu, tapi yang aku curigai juga ada di sana waktu pembakaran itu."
" Bukankah kau melarikan diri sewaktu orang orang masih baku hantam?" Jonathan yang mendengar kabar bahwa laki laki itu kabur dulu kini di buat terkejut ketika tahu bahwa laki laki itu ada di sana waktu markas itu di bakar secara sengaja.
*Flashback On
Abhi yang waktu itu sudah berlari jauh, dia menatap kesebuah mobil yang terdengar kencang dan dia tahu mobil siapa itu, dia lega karena seluruh tim gelap itu akhirnya meninggalkan markas itu, setidaknya mereka tak akan berurusan dengan police sebentar lagi. Abhi yang waktu itu hanya mengunakan kakinya untuk berlari keluar cukup lama dia terjebak di pepohonan trembesi itu. Abhi bersandar di pepohonan yang cukup besar dan bisa menyembunyikan tubuhnya yang kekar itu. Suara mobil yang kencang yang beriring iringan itu *membuatnya menatap di balik persembunyian itu. Abhi tahu mobil siapa yang ada di bagian belakang FBI itu. Abhi mengerutkan kening, dia kembali berdiri dam malah lari menuju ke markas itu kembali.
Abhi terkejut ketika kepulan asap hitam melambung tinggi ke langit, Abhi semakin lari menuju markas dan dia yang melihat dari kejauhan kini melotot kan mata nya ketika markas itu terbakar, api itu menggulung bangunan megah itu dengan suka rela.
Abhi mengintip dari tempat persembunyiannya, di sana banyak orang yang menyaksikan markas itu di guling api yang membara itu. Abhi melihat nya dengan dada yang bergemuruh ketika menatap orang itu kini mengobrol berbisik dengan laki laki FBI yang Abhi tahu dia adalah pimpinan dari FBI. Abhi menyembunyikan dirinya lagi ketika orang itu membalikan badan dengan melangkah ingin masuk ke dalam mobilnya. Orang itu tersenyum penuh kemenangan dengan dia berjalan menuju mobil nya, dia masuk dengan segera meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
Kini Abhi yakin ini semua adalah perbuatan dari orang itu, seseorang yang dia tahu.
Flashback off*