
Cla dengan sendiri nya masih berada di ruangan tempat mereka rapat tadi, cla masih duduk di sana dengan masih menulis sesuatu di depan laptop nya. cla tanpa sadar masih ada seseorang yang mengamati dari tadi.
“ kita perlu bicara cla..” hans menutup laptop yang didepan cla dengan segera.
“ hans.. apa yang kau lakukan?” tanya nya dengan bingung.
“ aku ingin kita bicara.”
“ apalagi yang kita bicarakan, semuanya sudah jelas dan berakhir..” perkataan cla membuat hans tak terima begitu saja, hans tak menjawabnya melainkan menarik tangan nya dengan kencang. “ hans kamu mau bahwa aku ke mana?” tanyanya dengan mengikuti langkah hans yang melebar.
“ aku sudah bilang kita perlu bicara.”
“ aku gak ingin bicara denganmu, lepaskan aku hans..” berontak nya tapi hans tak peduli, hans tetap memaksa cla mengikuti nya. “ hans lepaskan..” teriaknya tapi lagi lagi hans tak peduli.
“ masuk..” katanya dengan sinis ketika mereka berdua didepan mobilnya.
“ aku gak akan masuk kedalam mobilmu..” jawab cla dengan melotot.
Hans tak mejawabnya dia membuka kan pintu mendorong cla agar masuk kedalam, menyentuh kepalanya agar tak terjedot. “ hans aku gak ingin ikut dengan mu..” katanya dengan berteriak, ketika pintu terkunci dari luar. Hans dengan cepat masuk kedalam mobilnya, melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi. Tak ada pembicaraan diantara mereka berdua, cla dengan rasa kesal nya sedangkan hans fokus mengendarai mobilnya.
“ argh.. arnol....” desah*n ariana ketika benda tak bertulang tersebut masuk dengan sempurna disana.
Arnold memompa pinggul nya dengan keras, ******* bibi* nya ariana dengan penuh has*at yang begitu liar. “ beb.. aku mencintai mu, aku tak ingin kita hanya berteman dekat.. aku ingin kita memiliki status yang jelas, kamu mau kan menjadi kekasih ku ariana..” katanya dengan tetap memompa pinggulnya.
__ADS_1
“ argh....” malah desah*an yang arnold dapatkan, bukan jawaban.
“ jawab beb.. jika kau mau jadi kekasih ku..” tanyanya lagi.
“ kau licik arnold.. menyatakan cinta disaat seperti ini..” katanya. “ argh..” desah*an ariana ketika arnold memompa nya dengan cepat.
“ jawab sayang..” katanya.
“ i love you arnold..” katanya dengan menatap arnold dari bawah. “ aku mau jadi kekasi- mmpp..” ariana tak bisa melanjutkan ucapan nya ketika bibi* nya sudah di bungkam oleh bibi* nya laki laki yang baru menyatakan cinta ketika mereka melakukan hubungan di atas ranjang.
“ turun sayang..” hans bicara dengan lembut ketika mobilnya sudah terparkir di apartemen miliknya dan dia berdiri didepan cla yang masih terduduk di dalam mobil.
“ aku gak ingin turun, jika kau ingin bicara maka bicara saja, aku tak perlu masuk kedalam apartemen mu..” jawab cla dengan sinis.
“ kenapa kau keras kepala sekali tak ingin bicara dengan ku cla, apa sebegitu nya kau membenci ku hingga tak ada kesempatan untuk hanya sekedar bicara cla..” cla menatap hans ketika bicara seperti itu, mata mereka saling bertatapan. Cla dengan segera turun dari mobilnya, melangkahkan masuk kedalam apartemen milik hans.
“ siapa yang kau jaga hati nya?”
“ aku tak menjaga hati siapa pun, tapi kasihan kekasihmu jika melihat kau mengandeng tangan ku..” perkataan cla hanya dapat tatapan tajam dari hans. “ lepaskan tangan ku..” cla menarik tangan nya dengan kasar hinga tangan mereka terlepas. Hans tak mencoba mengandeng tangan nya lagi, mereka terdiam didalam lift hingga mereka berdiri didepan pintu unit apartemen nya.
“ beb kamu harus menemani ku ketika pesta topeng minggu depan..” ariana dan arnold kini masih berbaring di atas kasur nya.
“ tentu saja aku akan menemani kekasih ku ini.”
“ kau yakin menjadikan aku kekasih mu arnold, kau tak menyesal?”
__ADS_1
“ tentu saja tidak.”
“ apa yang membuat mu berfikir bahwa komitmen itu perlu di antara kita?”
“ kau tahu sendiri bahwa aku tak pernah memiliki komitmen dengan siapapun, tapi entah kenapa akhir akhir ini aku merasa takut jika kamu bersama laki laki lain, aku takut kamu meninggalkan ku. aku sadar ketika kita berada club malam, banyak mata yang melihat kearah mu dengan kagum, jika kau bukan pasangan ku maka ku pastikan sudah banyak laki laki yang mendekati mu..” katanya dengan memandang ariana dari samping.
“ apa kau baru sadar bahwa kekasihmu ini sangat cantik..” tanyanya dengan tersenyum.
“ kau semakin cantik ketika berada di atas ku beb..” katanya dengan mengangkat tubuh nya ariana agar berada di atas tubuhnya.
“ kau menginginkan lagi beb?”
“ apa kau juga tak ingin mengulangi dengan posisi tubuhmu di atas?” ariana bukan nya menjawabnya melainkan memajukan badan nya, agar benda keny*l tersebut masuk kedalam bibi* nya. menyes*p pu*ing nya dengan keras hingga membuat dirinya mendes*h dengan pasrah.
“ argh.. beb.”
“ aku ingin dirimu..” tanpa basa basi lagi ariana memas*k*n nya dengan pelan, dua hentakan benda itu mas*k dengan sempurna. Arnold pasrah ketika ariana memimpin permain kali ini, arnold kini hanya bisa menikmati permainan yang ariana berikan.
Hans dan cla kini saling terdiam meskipun mereka berdua sudah berada didalam unit nya, cla yang enggan berlama lama dengan dirinya tak sabar menunggu apa yang akan hans jelaskan.
“ jika kamu tak serius ingin bicara dengan ku maka aku ingin pulang saja..” cla berdiri tapi hans menariknya lagi hingga dirinya terduduk lagi.
“ aku minta maaf untuk semua nya cla.”
“ aku sudah maafkan..” cla memotong pembicaraan nya.
__ADS_1
“ aku tahu kau belum memaafkan aku, jika kau sudah memaafkan aku maka kau tak akan sesulit ini untuk aku ajak bicara.”
“ hans aku sudah bilang aku sudah memaafkan kamu..” katanya dengan sinis.