Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Monica 3


__ADS_3

" Semua ini hanyalah titipan, terkadang kita harus memang merelakan orang yang kita sayang meninggalkan kita. Tuhan bukan mengharapkan kita terpuruk tapi Tuhan menginginkan kita bangkit dari rasa ini. Aku sekarang mengerti kenapa Tuhan dulu menguji ku berbagai cara, agar aku menjadi mandiri dan kuat, jika waktu itu aku masih terpuruk mungkin aku tak ada di sini bersama mu..." Wanita itu memejamkan matanya, mengingat bahwa dunia dulu sempat kejam padanya.


" Sekarang ada aku, kita akan menghadapi dunia ini bersama sama dan kita akan tetap berdiri dengan saling bergandengan tangan untuk melawan kekejaman dunia..." Abhi mencium kening wanita itu dengan lembut, Monica masih terpejam merasakan ketulusan yang begitu nyata yang di berikan oleh laki laki ini.


" Caro boleh kah aku bertanya satu hal pada mu?" Monica menatap laki laki itu ketika dia membuka matanya.


Abhi tentu saja mengangguk, Abhi melihat ada keseriusan di mata itu ketika suara kekasihnya sudah berubah tegas.


(Caro bahasa Italia Sayang ya mak )


" Lupakan, aku tak jadi bertanya pada mu..." Monica memutuskan pandangan itu, dia tak jadi bertanya tentang hal yang menjadi beban pikiran nya dari tadi.


" Kenapa?, tanyakan sayang, aku akan menjawabnya..." Monica kembali menatap mata laki laki itu.


Monica menelan ludah nya dengan kasar dengan meneliti wajah dari kekasihnya itu. " Kita tak pernah tahu apa yang terjadi setelah ini, jika kesatuan mu tahu kau ada di depan kami melindungi kami, apa yang akan kau lakukan, maksud ku jika kau di pecat dari kesatuan mu dan di cap sebagai pengkhianat..." Monica ingin tahu apa yang akan di katakan oleh laki laki itu, perkataan Andre semalam sungguh mengusik nya, pikiran nya tak tenang, dan benar apapun bisa terjadi setelah dia tahu siapa ketua dari ini semua.

__ADS_1


" Entahlah tapi aku sudah siap jika mereka tahu siapa aku, tapi aku memiliki alasan yang kuat bergabung Dengan mereka, dan alasan itu tak bisa aku abaikan, aku berhutang nyawa kepada tim mu itu, harusnya aku kemarin mengucapkan terima kasih kepada ketua mu karena sudah melindungi adik ku. Mungkin benar Zac yang menemukan adik ku tapi jika tim mu tak mengabari mereka ada di mana kita tak tahu di mana mereka berada."


" Kau tak masalah jika kau di cap sebagai pengkhianat oleh mereka?" Abhi geleng geleng dengan pelan.


" Mungkin aku akan merasa menjadi police yang tak berguna setelah itu, tapi semuanya sudah terjadi dan aku sudah tak bisa mundur lagi. Aku sudah menentukan pilihan dan aku akan tetap memengang pilihan itu. Di saat aku meminta bantu kepada Andre malam itu aku sudah tak berarti bagi mereka semua, aku membunuh teman ku sendiri waktu, dan itu sudah bukti ku bahwa aku siap menanggung semuanya yang sudah aku perbuat. Semua keputusan pasti akan resiko nya dan aku siap menanggung resiko itu..." Suaranya yang tegas membuat wanita itu lega.


" Dengarkan aku, mungkin kabar kau menyembunyikan aku di rumah mu sudah menjadi kabar yang tersebar di kelompok kami, dan ketua ku pun juga sudah menanyakan hal itu pada ku dan aku mengatakan iya kepadanya, dan dia juga sudah tahu apa yang kau lakukan kemarin. Kau melindungi tim ku dan melindungi tim mu secara bersamaan. Dan kau mengorbankan para FBI untuk menjadi korban di sana, cara berpikir mu licik tapi kau tak perlu katakan bahwa kita yang merencanakan itu. Kau hanya perlu yakin bahwa yang kau ambil kemarin adalah benar..." Abhi dan Monica saling bertatapan dengan serius, tak ada suara yang bercanda, Abhi masih mendengarkan baik baik apa yang di katakan oleh wanitanya dengan sungguh sungguh.



" Kau mengatakan apa?" Jantung Abhi memompa begitu cepat, apa yang di katakan oleh wanitanya sungguh membuatnya tak percaya dia takut bahwa wanita itu hanya omong kosong.


" Ketua ingin bertemu dengan mu, tapi aku tak tahu kapan dia akan datang ke markas. Kau hanya perlu menyiapkan hati mu."


" Kenapa aku harus menyiapkan hati mu?, apa kau tak yakin dengan ku?"

__ADS_1


" Bukan aku tak yakin pada mu, tapi semuanya harus ada yang di korban kan Caro. Jika ketua sudah ingin menemui mu maka yang aku takutkan hanya satu, kau akan di beri pilihan, bertahan di kesatuan mu dan tetap menjadi mata mata kami, atau kau tetap di kesatuan mu dengan jalan mu yang benar."


" Sudah ku katakan aku akan tetap di sini bersama mu, melindungi mu dengan tangan ku, menjaga mu dengan cara ku berada di kesatuan police..." Abhi menggenggam tangan wanitanya, menatap mata wanita itu yang terpancarkan kekhawatiran.


Meskipun Abhi selalu mengatakan hal itu tapi dia masih tak yakin jika dia sudah bertemu langsung dengan ketua mereka, Monica hanya pura pura tersenyum meskipun hati nya masih cemas. Jika Abhi melawan nya maka dapat di pastikan hubungan ini berakhir dengan saling membenci dan saling membunuh satu sama lain. Seseorang yang sudah tahu semua dari para mafia itu tak akan bisa lolos begitu saja, kecuali dia mati.


" Apapun yang terjadi percayalah takdir yang membawa kita bertemu. Dan jangan membenci ku karena aku akan berada di belakang Andre bersama tim ku..." Abhi mengerutkan keningnya tapi dia tahu bahwa mendapatkan kepercayaan dari mereka semua bukanlah muda dan mendapatkan tempat di sana sebagai mata mata jugalah tak semuda itu. Abhi tahu bahwa wanitanya masih tak percaya kepada nya Bahkan masih memiliki rasa takut bahwa Abhi akan membongkar semua sindikat itu. Tapi Abhi hanya tersenyum.


" Apapun yang terjadi pada kita, dan aku tahu bahwa tak ada yang mempercayai ku saat ini, yang perlu kau percayai adalah bahwa aku tulus mencintai mu, apapun yang terjadi nanti aku akan berusaha memperjuangkan hubungan ini."


" Aku yakin Andre akan menyetujui hubungan kita asal kau tak macam macam pada ku dan tim ini, karena tim ini adalah jiwa kami. Kanu akan melawan nya dengan sekuat tenaga jika ada yang mengusik kami. Jadi aku mohon jangan macam macam, jangan berani membuat ketenangan tim ini rusak..." Ancamnya dengan sungguh sungguh. Monica mencoba mengingatkan laki laki itu agar dia tak berani macam macam kepada tim nya.


" Jangan macam macam Caro, mereka bukan tandingan mu..." Sambungnya dengan tegas, serta benar benar memperingatkan kekasihnya agat dia tak macam macam.


" Aku tahu sayang, aku tahu. Pilihan ku tetap sama, aku akan tetap memilih kalian menjadi keluarga kedua ku..." Ucapnya dengan sungguh sungguh. Dengan mata mereka yang saling bertatapan dengan sungguh sungguh.

__ADS_1


__ADS_2