
" Kau gila James.. kau gila.. lepaskan aku.. aku tak mencintai mu.. aku hanya mencintai Albert dari dulu dan sampai sekarang..." Aku berteriak dengan kencang.
Kepala ku terasa sakit, mata ku berkunang kunang ketika aku memukul kepalanya dengan kepala ku sendiri. James sedikit meringis menatap ku, tak hanya aku yang merasakan sakit dan aku tau dia juga merasakan sakit kepada hidungnya.
Plak!! plak!! dua tamparan melayang begitu saja, terasa panas dan kebas di kedua pipi ku. Aku menatapnya dengan penuh tantangan dan aku tak akan berhenti untuk tak melawannya sekarang.
" Katakan sekali lagi, kau tak mencintai ku.. katakan kau hanya mencinta-"
" Aku tak mencintai laki laki gila seperti mu.. kau gila.. kau sakit jiwa James.. aku tak akan mungkin mencintai laki laki gila seperti mu."
Plak!! lagi lagi dia menampar ku dan aku merasakan panas serta kebas yang begitu sangat terasa. Aku merasakan ada darah segar yang keluar dari ujung bibir ku tapi aku tak peduli.
" Aku tidak sakit.. aku tidak sakit.. kau yang membuat ku sakit seperti ini.. aku tak sakit."
" Kau sakit.. kau sakit jiwa harusnya kau di bawah di rumah sakit bukan di sini.. kau gila James laki laki seperti ini gila.. aku membenci mu.. aku lebih baik mati dari pada harus kembali dengan laki laki seperti mu."
Aku berteriak mengatakan apa yang ada di pikiran ku. Aku tak bisa mengontrol emosi ku, aku tak bisa. Bicara baik baik dengan nya tak akan membuahkan hasil.
" Kau ingin mati baiklah kau akan mati."
Dia tiba tiba mencekik leher ku dengan kuat, membiarkan aku kehabisan nafas. Mencegah nafas ku yang akan masuk. Aku tercengang tak percaya bahwa James akan mencekik ku.
Aku menarik bajunya, mendorong tubuhnya tapi tak bisa. Tubuhnya berat dan kaku, dia tak bergerak sedikit pun. Wajahnya memerah karena dia yang sedang menahan semuanya, tapi dia tak bergerak sedikit pun.
" Katakan.. pada Angel.. aku menyayanginya.. dan berusahalah sembuh demi Angel anak mu..." Suara ku terputus putus ketika nafas ini sudah tak bisa aku ambil lagi dari udara ini.
James yang mungkin melihat wajah ku sudah memerah kini melapaskan secara kasar dan menghempaskan nya dengan kencang. Aku terbatuk dengan menyentuh leher ku yang terasa sakit karena ulah tangannya yang tadi mencekik ku.
__ADS_1
" Aku mengampuni mu karena aku mencintai mu! aku memberi mu hidup untuk tetap di sini bersama ku dan kita akan memulai hidup bersama."
" Sampai kapan pun aku tak akan sudi kembali kepada mu, aku sudah tak bisa bersama mu, aku membenci mu, sangat membenci mu."
Plak!! lagi lagi dia menampar ku dengan kencang, kali ini tak hanya tamparan tapi dia mencengkram rahang ku dengan kuat.
" Dengar Violet aku tak memberi mu pilihan, kau harus tetap di sini bersama ku! aku tak peduli kau mencintai ku atau tidak, aku tak peduli, yang aku pedulikan kita berdua bersama sama dalam dunia mimpi dan dunia nyata."
Cui!!! aku membuang ludah ku tepat di wajahnya aku muak dengan apa yang di katakan oleh James, aku tak peduli jika dia membunuhku saat ini. Lebih baik aku mati di banding aku hidup dengan orang gila seperti dia.
" Apa yang aku katakan dari tadi sampai sekarang tetap sama, aku lebih baik mati dari pada kembali dengan mu, aku membenci mu semakin membenci mu..." Aku mengatakan apa yang aku rasakan.
" Kau-"
" Tampar!, kau ingin menampar ku lagi, tampar aku tak peduli dengan nyawa ku lagi. Tampar aku dan bunuh aku."
" James... lepaskan aku dulu.. jangan pergi.. James.. bajinga* lepaskan aku..." Nafasku memburu seakan menjadi satu.
Pertengkaran dengan James seakan membuat nafasnya tipis, dia yang menampar aku berulang kali ini membuat darah ada di ujung bibir ku. Air mata dan keringat kini menjadi satu di kepala ku serta di wajah ku.
Berontak pun percuma karena kaki ku sungguh tak bisa bergerak, apa yang merantai pun juga tak bisa aku gerakan.
" Sial..." Aku tak perlu menangis, aku harus memikirkan keluar dari sini. Aku menatap sekeliling ruangan ini dan ruangan ini sungguh asing di sini.
" Apa yang harus aku lakukan sekarang?, tak ada cara lain selain hanya bisa diam. Al maafkan aku, aku harap kamu baik baik saja di sana, aku mencintai mu dan maafkan aku karena cinta ku kepada mu membuat mu terluka."
Menyesal tak ada gunanya karena semuanya sudah terlambat saat ini. Andaikan aku lebih menurunkan ego ku ini semua tak akan terjadi, Kebahagian ku hanya sebentar dan aku kembali terjebak di cinta yang mengerikan seperti ini.
__ADS_1
🥀🥀
Pov Author.
Albert kini sadar dari pingsan nya yang dari tadi tak sadarkan diri. Dia berusaha membuka matanya, mengerahkan tangannya. Tubuhnya terasa sakit dan kelu. Dia menatap ruangan di mana itu adalah sebuah rumah yang dia tau.
Albert berusaha bangun tapi rasa pada perutnya terasa sakit membuat dirinya tak bisa bangun dari tidurnya. Dia menyentuh kepalanya yang terasa pusing saat ini. Dia mengingat apa yang terjadi sebelumnya.
" Bos anda sudah bangun?, jangan banyak gerak dulu perut anda baru selesai saya operasi..." Wanita yang seorang dokter yang juga ada di sana membantunya mengeluarkan peluru yang bersarang di perutnya.
" Dimana kekasih ku?, kau bisa panggilan dia?"
Wanita itu diam dia tak bergerak sama sekali, dia tak tahu harus menjelaskan seperti apa kepadanya tapi dia harus tetap mengatakannya.
" Kenapa kamu diam?, kau tak mendengar apa yang aku katakan?" Nada tinggi Albert membuat wanita itu memejamkan matanya dengan ketakutan.
Albert sebenarnya ingat apapun yang terjadi tapi dia hanya perlu menyakinkan hatinya untuk lebih memastikan semuanya. Jantungnya kini berdetak tak karuan ketika orangnya hanya diam tak bergerak melakukan apa yang dia katakan.
" Sial..." Umpatnya, diam dia menyakinkan Albert bahwa kekasihnya berhasil di bawah oleh James tadi.
" Bos anda mau kemana?, jangan bergerak, anda baru selesai operasi..." Wanita itu menghalangi Albert yang berusaha bangkit dari tidurnya.
" Apa kau pikir aku akan diam saja ketika menyadari wanita ku kembali di bawa laki laki mengerikan seperti dia..." Albert menahan rasa sakit pada perutnya.
" Bos aku tau tapi orang orang kita sudah mencarinya. Saya mohon anda jangan bergerak dulu."
Albert kembali terjatuh dengan terlentang dia merasakan sakit kepada perutnya yang baru saja di operasi.
__ADS_1
" James kau cari gara gara dengan kami, kau mengubur makam mu sendiri..." Ujarnya dengan menahan rasa sakit kepada perutnya.