
Semua orang yang di sana hanya menghela nafasnya melihat tingkah Suhu cantik itu kini mulai menunjukan taring kemarahan nya. Albert yang merasa udara panas di sekitar ruangan itu hanya bergidik ngeri ketika melihat tatapan Andre kepada Abhi, di tambah tatapan dari Suhu itu juga seakan siap menancapkan taring nya kepada laki laki yang duduk di sebelahnya.
Andre kini berdiri meninggalkan semua orang yang duduk santai di sana. Mungkin tempat ini pertama kalinya Abhi datang kemari, tapi untuk mereka ini adalah tempat yang paling mereka datangi untuk berlibur bersama.
" Lu harus selesaikan urusan mu dengan Andre atau tidak dengan Suhu itu. Aku tahu kalian sedang dekat jadi sebaiknya lu temui salah satu dari mereka..." Kini Steve yang dari tadi diam kini akhirnya membuka suaranya. Dia tak tega melihat laki laki itu di perlakukan sedingin itu oleh teman nya, Steve tahu rasanya kehilangan sosok sahabat di tambah dia sendiri yang membunuh pakai tangan nya.
" Tapi aku rasa lu akan mudah membujuk Andre di banding Suhu..." Albert ngeri jika sudah berhadapan dengan wanita bertato itu. " Suhu sangat sulit di bujuk apalagi mendapatkan kata maaf dari nya, bisa bisa lu babak belur dulu oleh tangan nya..." Sambungnya dengan benar benar ketakutan membayangkan wanita itu mengamuk.
Suhu adalah wanita yang dingin karena kedinginannya itu dia sulit di tebak, tapi sebenarnya di sangat ramah terhadap orang orang nya. Suhu memiliki karakter yang dingin serta menghanyutkan musuh nya hanya dengan tatapan mata nya yang seperti pisau.
" Tapi aku rasa dia tak akan memukul mu, dia cukup hancur kemarin. Tapi dia juga senang mendengar kabar bahwa kau tak terlibat dalam kasus kemarin..." Albert kini menambahi apa yang ingin dia katakan.
Ada senyuman kelegaan di bibir laki laki itu ketika dia sadar bahwa wanita itu ternyata masih mencintainya, tapi sekarang dia harus menyakinkan dulu kepada kakaknya untuk mendapatkan restunya.
" Sudahlah ayo kita istirahat, aku rasa kau kurang tidur berapa hari ini..." Steve kini berdiri mengajak Abhi untuk beristirahat sejenak. Karena hari yang melelahkan telah berakhir.
Abhi kini mengikuti langkah kedua laki laki tegap itu. Kini Albert memberi tahu kan kamar dirinya, Abhi dengan cepat masuk ke dalam sana membersihkan tubuhnya yang penuh dengan noda darah. Abhi membuang semua perlengkapan bajunya tadi, dia tak ingin meninggalkan satu sisa kenangan menyakitkan hatinya. Abhi kini berdiri di depan cermin dengan wajahnya yang terpantul di sana. Abhi menyentuh cermin itu dengan tatapan datarnya.
" Apa aku memang harus berkorban untuk ini semua, apakah adil?, jika aku harus mundur dari kesatuan ku dan bertahan di sini?" Dialog nya sendiri dengan menyentuh cermin itu.
__ADS_1
" Tapi aku tak bisa berdiri di antara dua kubu, aku tak bisa berdiri untuk memilih siapa yang tak aku bunuh..." Sambungnya dengan memejamkan matanya. Semua kejadian dari pendidikan serta dia di angkat dari pimpinan kasat kriminal kini terlintas begitu saja.
Abhi membuka matanya menatap dirinya kembali dengan tatapan yang sama. Bayangan dia membunuh kedua orang teman nya seakan ada di kaca itu, bayangan semau tim nya di bakar itu pun juga tak luput dari cermin itu. Abhi hanya menunduk, merasa menyesal dan sangat bersalah.
Penyesalan sepertinya tak ada gunanya saat ini, semuanya sudah terjadi dan terlanjur. Dia terlanjur jatuh ke lumpur dan dia tak akan bisa bangun lagi. Lumpur yang dalam tak bisa membangkitkan dia dari sana. Penyesalan kini akan berakhir dengan derita nya yang mendalam jika dia tetap tak bangun dari rasa sesal ini.
" Kau bisa, pasti bisa..." Katanya dengan nada sungguh sungguh. Abhi kini membalikan badannya memakai baju yang sudah di siapkan di sana.
Abhi kini telah bersih dari semua noda darah yang menempel, kini dia melangkah keluar dari kamarnya. Dia ingin mencari seseorang yang saat ini dia butuhkan bicara secara pribadi.
Ceklek!! Suara pintu terbuka menampakan seseorang yang dia cari dari tadi. Mata mereka bertatapan dengan tatapan sengitnya.
Andre kini tahu apa yang ingin dia bicarakan, sebenarnya dia sudah dari tadi ingin menyeret laki laki itu bicara tapi dia menunggu yang tepat untuk mengajaknya bicara.
" Ikut aku..." Kini Abhi mengikuti langkah Andre yang ada di depannya, ini lah yang dia mau. Dia bisa bicara dengan kakak kekasihnya. Dia sudah berjanji jika masalah ini selesai dia akan bicara kepada kakak tiri kekasihnya itu.
Suhu yang tak sengaja melihat kedua laki laki yang dekat dengan nya berjalan bersama membuat wanita itu menatapnya dengan penuh curiga. Suhu cantik itu berlari menghadang langkah Andre dengan cepat. Andre tahu bahwa adiknya itu tak akan membiarkan laki laki yang dia cintai bicara secara pribadi kepada dirinya.
__ADS_1
" Suhu apa yang kau lakukan?, kau menghalangi langkah kami..." Andre kini bicara dengan rasa terkejutnya ketika Suhu cantik itu berlari dan berhenti tepat di depannya. Jika dia tak fokus berjalan dapat di pastikan Andre akan menabrak tubuh adiknya itu.
" Kalian mau kemana?" Tanyanya dengan hati hati. " Aku ingin ikut kalian berdua..." Sambungnya dengan terbata bata.
Andre mengerutkan keningnya ketika adik nya ingin ikut dirinya, ini hal pertama yang ingin di ketahui oleh adiknya itu. Padahal selama ini adiknya tak pernah ikut campur dalam urusan dirinya. Karena adiknya yakin bahwa sang kakak bisa menyelamatkan dirinya sendiri.
" Kau tetap di sini, aku ada urusan dengan Abhi."
" Urusan apa?, aku ingin ikut kalian..." Katanya dengan tetap ingin mengikuti sang kakak.
" Tidak..." Andre dengan tepat menolaknya dengan keras dan sedikit membentak.
" Suhu aku dan Andre ada urusan. Kau tetap di sini, tak akan lama hanya sebentar..." Timpal Abhi yang dari tadi hanya diam di belakang Andre.
" Aku tetap ingin ikut kalian..." Suhu cantik itu menekan kata katanya hingga membuat Andre mengusap wajah nya dengan kasar, sedangkan Abhi memberikan kode menggeleng kepalanya untuk tak mengikuti mereka berdua.
" Abhi sebaiknya lu katakan pada kekasihmu, setelah kita selesai kau akan menemuinya, dan aku tunggu di depan..." Andre kini melangkah meninggalkan kedua orang itu yang masih bertatapan.
Abhi melangkah maju, dan Suhu malah mundur dengan cepat. " Nanti setelah aku selesaikan urusan ku dengan Andre, kita akan bicara. Tapi biarkan aku bicara dulu dengan Andre, biarkan aku menyelesaikan urusan ku dengan Andre. Aku harus selesaikan urusan ini satu persatu. Aku perlu bicara dengan Andre antara laki laki dan laki laki..." Ucapnya lembut serta tatapan hangat nya membuat wanita itu luluh seketika.
__ADS_1
Tapi Suhu cantik itu terlalu gengsi untuk mengatakan bahwa dirinya menurut padanya, Suhu itu malah melangkah meninggalkan Abhi dan masuk ke dalam kamarnya.
Mengemaskan. Batin Abhi dengan tersenyum gemas melihat tingkah kekasihnya yang lucu.