
Ruangan yang tak begitu luas, tengah terduduk laki laki yang juga tak kalah tampan, tapi saat ini dia sedang marah, bahkan mengertakan giginya, menahan amarahnya begitu sulit bagi dirinya. Bruk !! laki laki itu mengebrak meja dengan keras, dengan mengepalkan tangan nya, dia mengatur nafasnya yang begitu tak beraturan karena menahan amarahnya.
“ jonathan kau selalu maju satu langkah di depan ku..” katanya dengan sinis. “ bagaimana bisa kau mengetahui semuanya..” sambungnya lagi dengan memejamkan matanya, otaknya berfikir keras tapi tak menemukan jawaban yang dia tanyakan sendiri pada dirinya.
Drt!! Drt!! Drt!! Getaran ponsel miliknya membuat dia membuka matanya, melihat nomer siapa yang tertera disana. “ katakan ada apa?” katanya ketika menekan tombol hijau.
“ apa kau sudah mentransfer uang nya?” tanyanya wanita yang diseberang sana.
“ belum..” jawabnya dengan singkat.
“ berapa jam lagi aku harus menunggu mu, bukankah kau sudah selesai prakteknya?”
“ aku akan segera mengirimkan uangnya, sabarlah sedikit.”
“ tapi aku sudah lama menunggumu dari tadi, aku benar benar harus segera pergi dari sini, aku sudah tak ingin berada disini.”
“ tunggulah sebentar saja.”
“ jangan coba coba menipuku.”
“ dengar emil, aku tak bisa mengirimkan kamu sejumlah uang, karena apa?, pengeluaran sekarang di awasi oleh pihak bank, dan aku tadi sudah mengirimkan nya tapi gagal setelah aku hubungi pihak bank ternyata jonathan sudah menghubungi mereka, bahwa akan membatalkan secara otomatis jika aku mengirimkan sejumlah uang kepada nama nama yang sudah tercatat oleh pihak bank..” penjelasan laki laki tersebut membuat wanita tersebut langsung lemas seketika.
__ADS_1
“ lalu bagaimana?, apa yang harus aku lakukan kalau begitu.”
“ aku akan pikirkan solusi nya, tapi disini ada yang membuat aku heran, kenapa jonathan tahu bahwa aku akan mengirimkan kamu sejumlah uang.”
“ aku gak tahu.”
“ baiklah, aku akan carikan solusinya, sabar saja dulu.”
“ baiklah.. jangan terlalu lama, terima kasih yongki..” lalu terputus begitu saja.
Laki laki tadi adalah yongki, adik tiri dari jonathan. Yongki yang saat ini masih menjabat jadi dokter tapi dipindahkan disebuah negara terpencil. Yongki tak sadar bahwa setiap gerak geriknya masih dalam pantauan dari orang orang jonathan. Jonathan selalu maju satu langkah didepannya.
Ditempat lain orang orang jonathan yang tiba tiba datang menjemput tuan johan dan nyoya jeniffer membuat kedua orang tua tersebut ketakutan. “ apa kita memiliki kesalahan lagi, hingga kita dijemput sebegini banyaknya orang..” tuan johan memberanikan diri bertanya pada mereka semua tapi mereka hanya terdiam, tak berani mengatakan apapun. “ tolong jawab..” katanya dengan memelas.
“ kami hanya disuruh menjemput kalian..” salah satu dari mereka menjawab dengan mengambang.
“ jangan takut, ada aku..” jawabnya juga berbisik. Kini mereka berdua berada didalam mobil dengan dikelilingi orang orang yang berbadan tegap, serta wajah yang garang. Orang mana yang tak takut jika berada di situasi seperti itu.
Perjalan mereka cukup lama menuju pusat kota negara tersebut, dengan badan yang bergetar, hati yang takut mereka berdua tak berani bertanya lagi, mereka hanya bergandengan tangan untuk sedikit menghilangkan rasa takutnya. Dengan keringat dingin yang membasahi dahi mereka masing masing.
“ honey kita mau kemana dari tadi hanya muter muter disini..” jovanka yang sudah lelah karena kekasihnya hanya berjalan tanpa arah.
“ sebentar lagi sampai.”
__ADS_1
“ kamu ini gak jelas jo.. pagi pagi kamu sudah mengajak aku ke negara ini.. lalu tiba disini kamu hanya jalan tak tahu mau kemana tujuan kita..” ngocehnya jovanka.
“ sedikit lagi kita sampai honey.. jangan mengomel terlalu panjang, simpan energi untuk pernikahan kita.”
“ pernikahan kita masih lama jo.. bukan hari ini..” jovanka hanya cemberut.
“ nah kita sampai..” jovanka yang terdiam kini melihat kearah luar jendela, ada sebuah cafe yang mengarah kesebuah pantai.
“ kita akan duduk disana?” jovanka menunjuknya.
“ aku ingin kita melihat senja pada sore hari disini, aku yakin ini tempat yang indah jika ada senja sore..” jovanka yang sudah tak sabar dengan segera turun dari mobilnya, melangkahkan kaki nya dengan cepat.
Dilantai banyak bunga bertaburan, tapi jovanka tak menyadari bahwa ada sesuatu yang berbeda di cafe tersebut. Mereka duduk di tempat yang pandangan nya hanya mengarah kearah lautan dan matahari sore.
“ jo.. apa disini hanya ada kita, kenapa tak ada orang lain?” tanyanya ketika dia baru sadar bahwa tempat itu hanya ada mereka berdua.
“ mungkin cafe nya baru buka..” jawabnya dengan asal asalan.
“ silahkan nona dan tuan..” kata pelayan makanan yang disana.
“ terimakasih..” jawabnya jovanka dan jonathan hanya mengangguk. “ jo.. aku belum memesan nya, kenapa sudah datang makanan kita?” tanyanya.
“ aku yang pesan tadi..” jawabnya lagi dan jovanka hanya mangut mangut. Kini mereka menikmati makanan mereka dengan pemandangan yang begitu indah.
__ADS_1
Jonathan berdiri, mengajak jovanka yang juga ikut berdiri, dengan membawa bunga yang diberikan salah satu orang suruhan Jonathan. Jonathan berjongkok didepannya, menjadikan satu kakinya dia jadikan tumpuan nya, satu tangan nya mengulurkan bunga dan satu tangan nya mengulurkan sebuah cincin permata yang begitu indah.