
Sedangkan di tempat lain Johan dan Antoni sedang berada di tempat di mana Chelsea telah di sekap, dan orang orang nya telah siap dengan apa yang harus mereka akhiri. Johan tengah terduduk di sana dengan menunggu seseorang yang dari kemarin mengatakan ikut andil dalam mengakhiri lawan nya.
Byur!! Salah satu dari mereka menyiramkan air yang sedikit panas hingga membuat wanita itu tersentak bangun karena merasakan rasa panas di sekujur tubuh nya, bahkan mungkin kulit nya melepuh kali ini.
" Kau tetap tak bisa keluar dari sini?, padahal aku kemarin sudah berbaik hati melepaskan mu..." Johan yang langsung bicara ketika menyadari bahwa wanita yang ada di depan nya terbangun karena merasakan panas pada kulit nya. Chelsea seakan menciut kali ini, dia sama sekali tak berani menatap laki laki tua yang duduk di depan nya, suara nya membuat sekujur tubuh nya merinding.
" Ah.. ah..." Kali ini Chelsea ingin memohon ampun tapi dia terkejut bukan main ketika pita suara nya tak bisa mengeluarkan apa yang dia ingin katakan, pita suara nya rusak, karena suntikan kemarin yang baru di coba, dan hasil nya sangat memuaskan Johan.
Chelsea kali ini hanya bisa menanggis, rasa sakit pada sekujur tubuhnya, serta panas menguliti tubuhnya bahkan pita suara nya yang tak berfungsi membuat dia berfikir bahwa laki laki tua itu tak bisa di remehkan, bahkan laki laki itu bisa membunuh nya kapan pun dia mau.
" Ah.. ah.. ah..." Chelsea berusaha berbicara tapi usahanya tetap tak membuat suara nya keluar, dia kalah, dia akan mati di sini.
__ADS_1
Tap, Tap, Tap, Tap, suara ketukan sepatu yang melangkah mendekati mereka membuat mata Chelsea menatap ke arah suara tersebut, Antoni yang berjalan dengan seorang tamu yang membuat mata Chelsea sedikit terbelalak terkejut. Tamu itu hanya tersenyum penuh kemenangan, tersenyum mengejek melihat wanita itu yang berantakan, rambut yang acak acakan, serta baju nya yang basah, tubuhnya seakan mengeluarkan asap karena siraman air panas tadi.
" Kau sungguh mengenaskan..." Ujarnya dengan menatap penuh iba tapi ini balasan yang setimpal untuk nya.
" Ah.. ah.. ah..." Wanita itu tertawa ketika mendengar suara teriakan tertahan karena suara nya yang hilang, tawa nya seorang tamu menggema di sana, Chelsea hanya menanggis kali ini dia bagaikan tikus yang akan menjadi bulan bulanan mereka yang tak mengenal rasa belas kasihan sama sekali.
" Rambut mu kacau sekali?" Tamu itu menyentuh rambut Chelsea dengan sedikit kasar, senyum menakutkan membuat tubuh Chelsea takut menatap nya. " Berikan aku gunting, aku ingin merapikan rambut nya..." Minta nya kepada orang orang di sana, dia dengan cepat menyentuh rambut itu, menggunting nya dengan membabi buta, mencukurnya dengan brutal.
" Ah.. ah..ah..." Chelsea hanya bisa berteriak tanpa bisa mengatakan apapun, suara nya yang hilang tak bisa membuatnya bicara ataupun menolak, dia hanya bisa meronta dan menanggis, meronta pun tak membuat nya bergerak.
" Kau kelihatan lebih cantik di banding tadi..." Tamu itu tersenyum sinis ketika menatap Chelsea yang sudah tak ada rambut sama sekali, dia bagaikan wanita yang tak mempunyai rambut sama sekali.
__ADS_1
" Apa kau belum puas..." Johan kini menanyakan kepada tamu yang datang yang sedikit menyiksa tawanannya.
" Tidak, ini belum seperti penderitaan mereka ayah..." Senyum devil seakan muncul di bibirnya.
" Cih ! berhenti memanggil ku ayah, itu menjijikan..." Decak Johan dengan tak ingin di panggil ayah oleh tamu nya. " Lakukan sesuka mu, ini waktunya membuang nya dia di peti mati..." Ucapnya dengan duduk di sana, menghidupkan rokok nya.
Mereka hanya tersenyum mengejek karena melihat Chelsea sudah gundul sepenuh nya, semakin wanita itu menanggis semakin senang mereka menyiksa nya seperti ini. Chelsea seakan meminta ampun pada tangisan nya tapi tak membuat semua orang di sana iba terhadapnya.
" Kau ingin menyiksa nya?, atau langsung membunuh nya?" Johan melirik ke arah samping tamu tersebut.
" Menyiksa nya?, kau tahu aku sudah sangat lama tak melakukan hal ini. Rasa nya seperti dulu, sangat menyenangkan. Hidup ku terasa tertantang sekarang..." Ujar nya dengan penuh rasa semangat, entah apa yang dia pikirkan.
__ADS_1
" Pakailah ini untuk menyiksa nya..." Johan memberikan sengatan listrik kepadanya.
" Kau menyiksanya dengan ini?" Orang itu tentu menerima nya dengan senang hati, tubuh nya yang basah akan membuat sengatan listrik itu langsung menjalar ke seluruh tubuh nya.