
" Sayang bangun di bawah ada ayah..." Alex segera membangunkan istri nya yang masih terlelap di dunia mimpi, yang kebetulan hari ini adalah hari libur yang membuat semua orang malas untuk beraktifitas, dan memilih tidur untuk meluruskan otot serta otak nya.
" Ayah ada di sini?" Cla yang langsung terbangun ketika mendengar bahwa ayah nya berada di rumah nya.
" Ayo cepat bangun..." Cla dengan cepat melesat dari tidur nya, langsung masuk ke dalam kamar mandi nya, Alex hanya tersenyum melihat istri nya yang senang karena kedatangan sang ayah.
" Sayang aku temui ayah dulu..." Alex berteriak karena istri nya masih berada di dalam kamar mandi.
" Iya hubby, bentar lagi aku juga turun..." Teriaknya juga.
Alex meninggalkan istrinya yang masih berada di dalam kamar mandi, dia memilih untuk menemui ayah nya yang sedang menunggu di ruang tamu.
" Selamat datang ayah..." Alex menyapa laki laki tua tersebut yang selalu terlihat santai di mana pun dia berada.
" Bagaimana kabar ayah?" Tanyanya dengan melepaskan pelukannya.
" Ayah baik seperti yang kamu lihat..." Jawabnya sambil duduk kembali. " Kabar kalian bagaimana?" Sambungnya.
" Kami juga baik ayah..." Ucapnya dengan juga terduduk di depan ayah nya. " Ayah kapan datang, kenapa tak mengabari jika di sini, aku bisa menjemputnya..." Alex berfikir bahwa yang di lihat istri nya kemarin memang benar ayah mertua nya.
" Ayah hanya berkunjung..." Jawabnya dengan berbohong, Johan tentu tak akan mengatakan sebenarnya datang ke Negara ini memiliki tujuan lain nya, tapi tujuan nya telah selesai, jadi tak perlu ada yang di khawatirkan.
" Ayah.. I miss you..." Cla yang dari kejauhan berteriak ketika menuruni anak tangga dengan sedikit berlari kecil.
" Darling, I misa you to..." Mereka saling berpelukan penuh kerinduan.
" Sayang kau tambah cantik sekarang..." Mereka saling melepaskan nya dan Johan menatap putri nya yang membuat hati nya senang karena putri satu satu nya bisa bangkit dari rasa duka nya.
" Aku selalu cantik dari dulu yah..." Jawabnya dengan bergelayut manja di lengan sang ayah.
" Bagaimana kabar mu darlin?" Tanyanya dengan mereka duduk bersebelahan dengan tangan nya masih bergelayut manja kepada ayah nya.
" Seperti yang ayah lihat, aku baik dan aku sudah tidak berduka lagi..." Alex hanya tersenyum melihat tingkah istrinya yang selalu manja kepada ayah nya ataupun kepada dirinya. Alex bahkan membiarkan istrinya tetap bertingkah seperti anak kecil terhadap ayah nya, ini adalah pemandangan yang menyenangkan bahwa istri nya sudah benar benar bisa bangkit dari rasa duka.
Drt, drt, drt, drt !! getaran ponsel milik Alex membuat kedua orang yang duduk di depan nya menatap ke arah Alex dengan tatapan biasanya. Tapi Alex ketika melihat yang menghubungi nya tak jadi menjawab nya, dia mengabaikan nya lebih memilih membiarkan nya.
" Hubby, kenapa tak kau angkat?" Cla penasaran ketika suami nya malah mendiamkan panggilan itu.
__ADS_1
" Tidak penting sayang..." Jawabnya dengan wajah datar nya.
Cla akhirnya juga mengabaikan nya karena memang di anggap tak penting, dirinya lebih baik diam tak melanjutkan obrolan dengan ayah nya, laki laki tua yang dia rindukan.
" Ayah aku kemarin melihat ayah bersama paman Antoni, apa ayah masih ikut campur di dalam gangster ayah?, atau ayah sedang terlibat masalah lagi?, atau kalian sedang mencari seseorang?, hingga paman Antoni juga berada di sini?" Cla segera memberondong pertanyaan yang sedari kemarin dia ingin tanyakan kepada ayah nya.
Johan tetap santai mendengar pertanyaan putri nya, bahkan dia tak gusar sama sekali dengan apa yang di tuduhkan putri nya.
" Ada pekerjaan yang harus paman Antoni periksa di sini..." Lagi lagi sang ayah menjawab dengan santai, bahkan dia tetap bisa tenang menghadapi situasi seperti ini.
" Apa pekerjaan tentang dunia gelap lagi ayah?" Cla menatap ayah nya yang duduk di samping nya.
" Tidak, darling, jangan pikirkan hal yang tidak tidak..." Johan lagi lagi tetap berbohong, dia tak mungkin mengatakan sejujur nya kepada putri nya.
Drt, drt, drt !!! getaran ponsel Alex membuat mata Cla menatap ke arah suami nya dengan rasa penasaran yang sudah tinggi.
" Hubby angkatlah, siapa tahu itu penting..." Alex hanya membuang nafas nya kemudian menggeser tombol hijau tersebut.
π " Halo, ada apa bu?" Cla menatap ke arah suami nya ketika mengatakan bu.
π (........)
π (........)
π " Hmm..." Gumamnya dengan cepat memutuskan panggilan tersebut.
" Hubby ada apa?" Cla segera bertanya ketika melihat suami nya meletakan ponsel nya.
" Chelsea meninggal dan ibu sedang berada di pemakaman di sini..." Ucapnya dengan datar.
" Meninggal?" Cla di buat terkejut mendengar kabar wanita itu telah meninggal, sedangkan Johan sangat santai mendengar kabar tersebut.
" Kalian tak ingin ke pemakaman nya?" Johan menatap putri dan menantunya bergantian.
" Jika Cla mau ke sana, maka kita akan ke sana. Tapi jika tidak, maka aku juga tak akan datang..." Jawabannya dengan menatap wajah istri nya yang tak bergeming sama sekali.
" Baiklah ayo ke sana sebagai penghormatan terakhir untuk nya..." Cla berdiri dengan cepat hingga membuat kedua laki laki di sana menatapnya dengan terkejut. " Ayo berangkat, kenapa kalian malah menatapku?" Sambungnya dengan menatap ke dua laki laki yang menatap ke arah nya.
__ADS_1
πΉπΉπΉ
" Clarissa..." Gumamnya Aneth ketika melihat putra serta menantu nya datang ke sana, Aneth tentu saja menanggis di sana, meskipun air mata itu sandiwara tapi dia harus ikut berduka.
" Ibu, saya turut berdu-" Cla tak dapat melanjutkan perkataan nya, ketika ibu mertua nya tiba tiba memeluk dirinya, Cla terkejut dirinya hanya diam tak membalas pelukan itu.
" Maafkan ibu sayang, ibu salah..." Aneth memegang tangan menantunya yang dari tadi diam bahkan tak mengatakan apapun atau membalas memeluk nya. Cla masih terkejut karena serangan dadakan yang di lakukan Aneth terhadap nya.
" Harusnya ibu ada di samping kalian waktu, maafkan ibu nak..." Aneth tetap memegang erat tangan menantu nya.
" Ibu jangan buat drama apapun di sini..." Alex menarik istrinya, merangkul nya dengan segera.
" Alex, Cla, kita akan bahas nanti di rumah, nanti ibu akan jelaskan pada kalian..." Cla dan Alex hanya diam, bahkan Johan tak mengatakan apapun, dia hanya memandang ke depan, seakan pandangan itu adalah tontonan untuk dirinya.
Setelah selesai mereka memberikan penghormatan terakhir untuk Chelsea kini mereka berempat berada di dalam mobil dengan pemikiran mereka masing masing. Cla tetap bergelayut manja di lengan suami nya tanpa memperdulikan keberadaan orang tua mereka yang duduk di bagian depan.
" Sayang apa kamu tidak lapar?" Alex bicara sangat pelan, bahkan hampir berbisik.
" Tidak..." Jawabnya dengan juga pelan. " Hubby perut ku tidak lapar, tapi bagian tubuh ku yang bawah yang lapar..." Bisik nya dengan Cla yang tersenyum menggoda.
" Kau ini..." Alex juga membalas membisik, kini mereka berdua tersenyum dengan seringai menggoda.
Kini mereka berempat sudah masuk ke dalam rumah nya, mereka saling duduk di ruangan keluarga, Cla bahkan tetap tak ingin jauh dari suami nya, sedangkan Alex tentu senang dengan sikap istrinya, mereka menunjukan bahwa mereka sangat bahagia dengan rumah tangga mereka sekarang.
" Ibu aku akan dengarkan penjelasan yang ingin ibu katakan..." Bahkan Cla tetap bersikap lembut kepada ibu mertua nya.
" Ibu minta maaf karena perilaku Chelsea terhadap kalia-"
" Jika ibu mengatakan tentang Chelsea aku tak ingin mendengarkan nya, aku muak mendengar nama nya saja..." Alex memotong apa yang ingin Aneth katakan.
" Alex dengarkan dulu penjelasan ibumu..." Johan yang dari tadi hanya diam kini mulai ikut menimpali nya, hingga membuat Alex terdiam dan mulai duduk dengan tenang mendengarkan apa yang ingin di katakan ibu nya.
πΌπΌπΌ
Beri salam penghormatan terakhir dulu buat Chelsea mak πππ
__ADS_1