
Kini kedua orang itu maju melawan Andre dengan senang, sedangkan Andre kini tentu saja meladeni kedua orang itu. Andre yang dari kemarin tak bisa melampiaskan emosinya kini dengan bahagia menjadikan mereka samsak nyata. Pukulan dan tendangan kini tak terelakan dari pertengkaran dia pinggir jalan, wanita itu menatapnya dengan senang, setidaknya ada seorang yang ingin membela nya dan ada yang menolong nya.
Bug! Bug!! Satu laki laki itu kini di pukul ke wajah dan di tendang di perutnya membuat kedua orang itu langsung mundur seketika. Tapi kedua orang itu tak ingin berhenti di sana, mereka masih menyerang nya dengan cepat, tapi lagi lagi kedua orang itu kalah. Satu dari mereka harus merasakan plintiran tangan nya yang di plintir oleh Andre dengan kencang.
" Kau ingin menjualnya?, kau ingin menyaingi Dio Della Morte he?" Bisiknya. " Kau tak tahu siapa aku?" Tanyanya dengan berbisik.
" Siapa kau?" Tanyanya dengan penasaran.
" Andre perampok yang tak kenal kata ampun, Aku adalah salah satu orang tertinggi di Dio Della Morte..." Jawabnya dengan berbisik membuat orang itu terkejut.
" Ampuni aku Tuan, ampuni aku..." Katanya dengan penuh permohonan.
Andre melepaskan nya dan mendorongnya agar menjauh. " Ayo pergi..." Kini mereka berdua yang tadi menyeret wanita itu kini berlari dengan kencang meninggalkan tempat itu dan membiarkan wanita itu di sana. Mereka lebih menyanyangi nyawanya.
Andre kini mengambil helm nya yang tadi dia lemparkan kearah para penjahat. Wanita itu kini menghampiri Andre yang ingin menaiki sepeda motornya kembali.
" Terima kasih..." Wanita itu kini mengucapkan terima kasih karena sudah membantunya.
" Lain kali kau harus hati hati..." Jawabnya.
" Sekali lagi terima kasih, saya sangat berhutang budi kepada anda Om..." Andre yang ingin protes tak jadi karena wanita itu sudah berlari meninggalkan dirinya yang masih tak menyangka bawa ada orang yang memanggilnya dengan sebutan 'om'.
__ADS_1
Andre kini kembali melajukan sepeda nya dengan kecepatan tinggi, mood nya hancur karena panggilan yang membuat dirinya merasa kesal bukan main. Sedangkan wanita periang itu kini kembali ke rumah kecilnya dia kini segera bersiap siap untuk bekerja.
Sedangkan Jenni dan Steve kini saling berpandangan di taman, Steve yang tadi mengajak Jenni untuk bicara di taman. Kini mereka saling berpandangan dengan arti masing masing.
" Maafkan aku..." Steve yang kini membuka suaranya membuat jantung wanita itu berdetak tak karuan. Suaranya yang lembut kini membuat wanita itu tak karuan, dirinya ingin sekali memeluk laki laki yang ada di depannya itu tapi dia dengan sekuat hatinya dia menahannya.
" Aku tahu aku salah karena sudah menuduh mu, maafkan aku..." Steve kini memelankan suaranya dia menyesal karena sudah menuduh wanita itu. Dia menyesal telah mencurigainya dan gara gara itu semua dia tak bisa datang lebih cepat untuk membantunya.
" Tak apa Steve, aku tahu kau melakukan itu karena memang malam itu aku ada di sana dengan David. Tak masalah bagi ku kau menuduh ku, aku sudah bisa mendapatkan kecurigaan dari orang orang..." Jennifer tersenyum getir dia memang biasa di tuduh seperti itu. Tapi hatinya merasa terluka dan sakit ketika seseorang yang sangat dia cintai tidak mempercayai nya. Sedikit saja tak ada rasa percaya di hati Steve waktu itu.
Steve kini menyentuh tangan wanita itu, menggenggam nya dengan erat. Pandangan mereka tak bisa di putuskan. Mereka saling berpandangan dengan rasa cinta yang masih ada di hati mereka masing masing.
" Steve aku sudah memaafkan kamu, aku tahu kamu hanya menjalankan tugas mu yang mencari tahu siapa di dalang ini semua. Aku juga meminta maaf atas ucapan ku kemarin pada mu sewaktu di perusahan dan maafkan aku karena aku ingin menangkap Tuan Zac, tapi itu semua karena tugas ku, aku hanya menjalankan tugas ku Steve tak ada maksud lain."
Mereka saling tersenyum, ungkapan permintaan maaf mereka itu membuat kedua orang itu merasakan kelegaan di hati mereka masing masing.
" Jenni apa kau dan David sungguh bersama?" Steve kini bertanya dengan pelan, dia takut mendengarkan jawaban dari wanita itu.
" David?, kenapa kau bertanya hal seperti itu?"
__ADS_1
" Kau menangis histeris waktu David meninggal dan malam itu kau dengannya sedang kencan buta..." Dada nya sesak ketika dirinya menanyakan hal itu kepada Jennifer.
Jennifer kini ingin ketawa ketika mendengar pertanyaan dari laki laki yang masih menggenggam tangannya dengan erat. Steve kini mengerutkan keningnya ketika dirinya melihat wanita itu malah tersenyum ketika dirinya bertanya serius kepadanya.
" Apa ada yang lucu dari pertanyaan ku?" Jenni kini menggeleng dia menyembunyikan tawanya.
" Aku dan David tak ada hubungan apa apa. Malam itu aku dan dia bertemu Marco dan dia ingin mengajak ku kerja sama untuk menghancurkan kalian, tapi aku menolaknya dan aku keluar dari sana diikuti oleh David dan tak sengaja malah bertemu dengan mu bersama wanita pura pura mu..." Steve kini malah menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Saat ini dia merasa malu karena ketahuan bohong tentang siapa Monica. Steve kini merasa lega karena wanita itu tak ada hubungan apapun dengan David, kini dia yakin bawah mereka masih memiliki rasa cinta untuk nya.
" Jennifer apa kau mau jika kita memulai hubungan yang baru dengan ku?, aku tak bisa menjauhi dirimu, aku masih sangat mencintai mu. Kita masih bisa bekerja di masing masing profesi kita asal kita masih bisa saling profesional dalam pekerjaan..." Steve kini kembali mengungkapkan rasa cintanya kembali kepada wanita yang ada di depan nya. " Aku tahu kau tak mungkin meninggalkan pekerjaan mu dan aku juga tak mungkin meninggalkan pekerjaan ku, tapi kita masih bisa bersama menjalani cinta kita asal kita saling menjaga profesi kita. Aku masih sangat mencintai mu, berjauhan dari mu membuat ku sadar bawah aku mencintai mu dan tak bisa kehilangan mu. Dada ku terasa sesak ketika melihat kau bersama laki laki lain, dada ku hancur ketika melihat kau terluka. Aku ingin kita seperti dulu lagi..." Steve kini mengungkapkan semua isi hatinya dengan sungguh sungguh.
" Steve maafkan aku, aku memang mencintai mu tapi aku tak bisa..." Jenni yang menolaknya membuat laki laki itu murung seketika.
" Aku mau kita menikah dan tak ingin menjadi kekasihmu, aku ingin kita segera menikah saja..." Steve yang mendengar itu kini bahagia, dia tak menyangka bawa wanita itu malah ingin di nikahi oleh dirinya. Steve segera memeluk wanita itu dengan kebahagian yang tak bisa dia tutupi. Kini rasa sedih dan menyakitkan kini tergantikan dengan rasa bahagia. Tidak ada yang tidak mungkin jika Tuhan sudah berkehendak. Mereka kini kembali di satukan oleh Takdir Cinta mereka.
Jangan lupa mampir di Serpihan Hati ya 🤭
Bersambung besok ya mak 🤭 Bab ini sudah 500 gak sadar sudah 500 bab di Wanita Nakal 😁 sudah kayak tersanjung loe bab ini 🤣🤣
Ini nomer mince ya mak 081324594302 kalian hubungi mince, kita ngehalu sama sama mak 😂 kalian jika mau hubungi mince pakai sandi ya mak, jawab pertanyaan mince.
__ADS_1
Siapa nama abang mince yang masih ada darah sepupu dengan Jonathan Cristopher?, itu sandi nya para mak mak yang tahu.
Terima kasih buat kalian semua ya 😘😘😘