
Malam ini di sebuah hotel berbintang sedang ramai kedatangan orang orang penting yang akan menyaksikan sebuah brand yang begitu di tunggu tunggu semua orang. Val adalah salah satu model yang akan juga menjadi modelnya gaun yang akan di luncurkan di sana. Val kini berdandan begitu cantik, elegan dengan balutan gaun yang begitu indah. Penata rambut yang begitu indah menambahkan kesan ayu pada wanita cantik itu.
Sedangkan di depan pintu masuk aula itu banyak para police yang menjaganya, sang pemilik acara tersebut sengaja meminta para police untuk menjaga acara itu, pemilik brand itu sedikit takut jika ada yang menggagalkan acara nya apalagi ditambah berita heboh yang ada tahanan yang melarikan diri.
Aiden yang juga di sana kini baru saja memasuki aula nya tak sengaja melihat teman nya yang berjaga di depan pintu masuk.
" Abhi…" Sapanya.
" Kamu juga dapat undangan?" Jawab Abhi dengan tenang ketika melihat undangan yang ditujukan teman nya itu.
" Hmm, ini hotel ku jadi aku dapat undangan nya, biasa kalau ada acara penting begini pemilik hotel pasti akan mendapatkan undangan khusus meskipun aku kadang tak mengenalnya…" Aiden menjelaskan nya memang benar Aiden tak mengenal siapa saja yang bakalan ada di dalam tapi karena dia juga tak memiliki acara apapun dia memilih datang.
Aiden dan Abhi mengobrol sebentar sebelum kemudian Aiden memilih masuk ke dalam untuk bergabung di acara yang sudah sangat meriah.
" Tak kusangka kita bertemu di sini Tuan Zac…" Abhi yang berada di posisi depan pintu mengecek semua undangan yang diberikan oleh para tamu.
Zac sedikit menatap laki laki yang berseragam baju biasa sedikit mengingat siapa laki laki yang berkata sinis pada nya. " Kau melupakan ku?" Abhi tentu paham betul bahwa laki laki di depan nya ini melupakan nya karena pertemuan mereka yang tak menyenangkan mungkin mudah dilupakan oleh nya, tapi jika Abhi tentu saja tak akan melupakannya karena dia adalah target Abhi saat ini.
__ADS_1
" Ah aku ingat sekarang kau police yang menuduhku sebagai gembong mafia bukan?, dunia memang sangat sempit kita bertemu lagi di acara seperti ini…" Zac memasukan kedua tangan nya di saku celana nya dan mata nya menatap laki laki di depannya.
" Kau tahu di mana anak buah mu kabur?" Abhi langsung menodongkan pertanyaan yang tak main main.
" Siapa yang kamu maksud aku tak tahu?" Zac menatapnya dengan tatapan datarnya dan tetap menguasai dirinya.
" Andre, seseorang yang berani mencuri patung romawi dan dia merusak nya…" Zac tertawa pelan ketika mendengar apa yang dituduhkan laki laki itu.
" Kau lagi lagi menuduhku, apa semua kriminal bersangkutan dengan ku. Kau harus nya jangan banyak bicara tapi banyak bukti yang membuat aku tak bisa berkutik dengan semua omongan mu. Aku bahkan tak masalah kau bawah di penjara mu asal kau memiliki bukti bahwa aku adalah gembong mafia yang kau katakan…" Abhi hanya diam dia tak melanjutkan ucapannya karena para tamu semakin berdatangan ramai di sana.
" Ah tuan haikal tak apa, para penjaga ini sudah cukup untuk menyambut ku…" Zac menekan kata kata nya dengan melirik police yang ada di sana.
" Suatu kehormatan untukku karena anda bisa datang tuan, kata asisten anda kemarin, anda berada di negara A?"
" Iya dua hari saya disana…" Jawabnya.
Kini Zac berjalan masuk dengan tuan haikal sang pemilik brand ini. Sebelum acara dimulai nama brand itu kini diresmikan oleh nya dan Zac yang mulai memakai jas dengan brand itu, yang menandakan brand itu resmi diluncurkan malam ini.
__ADS_1
" Tuan silahkan duduk, kita akan menonton model model yang akan memakai nama brand nya…" Zac yang ingin pergi dari sana tapi di halangi oleh sang pemilik brand.
" Saya lelah tuan, saya ingin istirahat…" Elaknya padahal dia sudah merindukan wanita nya.
" Tuan saya jamin rasa lelah anda akan hilang jika melihat model yang kami pilih di puncak acara, dia model terkenal nama nya Valarie Octavia…" Zac menghentikan langkah nya ketika mendengar nama yang tak asing di telinga nya. " Sayang sekali jika anda tak bisa menyaksikan nya tuan, saya membayar mahal model ini karena jadwalnya yang begitu padat…" Sambungnya dengan rasa kecewa karena Haikal menggunakan jasa model ini untuk menyambut Zac bisa datang ke acara ini.
" Valarie Octavia?" Zac mengulanginya dan Haikal mengangguk. " Berikan aku tempat duduk di baris kedua saja, aku tak ingin duduk di depan…" Haikal tentu saja tersenyum bahwa tamu kehormatannya akhirnya mau duduk menyaksikan acara ini.
Para model model kini berjalan di atas karpet merah dengan anggun nya mereka meragakan gerakannya serta baju yang mereka gunakan adalah brand yang malam ini telah resmi diluncurkan. Sorak tamu serta tepuk tangan di sana membuat acara semakin meriah, bahkan tak hanya satu laki laki yang membawa bunga untuk model yang menurutnya cantik diantara mereka semua. Zac tentu duduk dengan tenang menyaksikan para wanita yang berlenggak lenggok di atas sana, mata nya mengedarkan pandangan di depan mencari sosok yang di maksud oleh rekan bisnis nya tadi, tapi nyatanya kekasih nya tak ada di sana.
Apa nama nya yang sama tapi orang bukan. Batin Zac sedikit kesal karena dia tak berfikir jika dengan nama itu model di negara ini begitu banyak.
Tapi suara tepukan kini menggelegar di sana ketika ada wanita yang begitu anggun berjalan di sana, gaun nya yang begitu indah menambah kesan begitu elegan di langkah nya. Semua mata tertuju dengan wanita yang berjalan sendiri di sana, meragakan gerakan yang tadi dia sudah pelajari di belakang nya. Val yang memakai gaun merah yang bagian atasnya terbuka dan rambut nya di tata rapi membuat leher jenjang nya begitu terlihat menambah kesan dirinya begitu ayu serta begitu elegan. Semua mata tertuju pada wanita yang berjalan begitu indah di sana.
Zac yang terpesona melihat kekasihnya yang begitu cantik hanya tersenyum tipis di bibirnya. Tapi sedetik kemudian senyumnya hilang ketika dia melihat ada laki laki yang memberikan seikat bunga kepada wanita nya. Rahangnya mengeras ketika dia melihat jelas siapa laki laki yang dengan berani nya memberikan bunga di depan umum kepada kekasihnya.
__ADS_1
Bakal ada gosip murahan sebentar lagi. Batin Val ketika menerima bunga dari Aiden.