Wanita Nakal

Wanita Nakal
Season4_ Ex Husband Is Broken_ Siapa Laki Laki 4


__ADS_3

Hai para emak emak yang cantik dan para om om tampan 🤭 Mince di sini hadir kembali setelah satu purnama telah menghilang dari peredaran 🤣 Mince dari kemarin up nya sedikit memang masih lebaran jadi gak enak ganggu kalian yang sedang bersama para keluarga besar 😁 ketemu satu tahun sekali jadi harus menikmati momen bersama keluarga jauh 😉 Karena Mince sendiri juga menikmati momen bersama keluarga besar Mince 🤭


Di sini Mince mau ucapin Selamat Hari Lebaran Minal Aidzin Wal Faidzin Mohon Maaf Lahir Dan Batin 🙏🙏 Jika di dalam kata kata Mince ada yang salah Mince Pribadi mengucapkan Mohon Maaf Sebesar Besar nya 🙏 dan terima kasih yang masih setia di sini menunggu Mince Up 🤭 Tapi mungkin Mince Up nya gak bisa banyak dulu ya karena ini masih dalam kondisi Mual yang berkepanjangan 🤭 jadi mohon pengertian nya 😁 tapi Mince usahain untuk Up setiap hari 🤗🤗


___________


Di mobil yang saat ini akan membawa kedua laki laki yang akan mengetahui rahasia besar yang tak akan mampu mereka tebak selama ini. Rahasia di mana semuanya akan membongkar jati diri dari kedua Daddy nya yang mereka kira orang tua yang pendiam.


Bryan yang duduk di depan di sebelah dari Abhi kini mengerutkan keningnya ketika melihat sebuah rumah yang begitu menjulang tinggi. Rumah di tengah tengah hutan dengan orang yang berkeliling untuk menjaga nya.


" Paman apa ini semacam rumah rahasia?" Ujarnya dengan menatap heran kepada Paman nya yang tetap tenang duduk di sebelahnya.


" Tempat apa ini Paman?" Timpal William yang ikut penasaran dengan rumah yang ada di tengah tengah hutan.


" Kalian nanti pasti akan tau..." Jawaban yang begitu tak memuaskan mereka.


" Paman..." Bryan seakan kehilangan kesabarannya.


" Daddy kalian ada di dalam, masuklah. Mereka pasti sudah menunggu kalian berdua..." Ucapnya ketika mobil itu berhenti tepat di depan pintu utaman rumah yang begitu besar.


Bryan dan William hanya bisa keluar dari mobilnya ketika ada dua laki laki membukakan pintu mobil dengan segera. Meskipun pikirannya masih belum bisa mencerna semuanya tapi mereka tetap keluar dengan tatapan yang penuh tanda tanya dan seakan penuh selidik.


William dan Bryan bahkan hanya berdiam diri di sebelah mobil tanpa ada niat masuk ke dalam sana. Kedua kaki mereka terasa lengket untuk enggan masuk ke dalam sana.


" Bryan kau yakin akan masuk?, lihatlah tampang mereka seakan ingin membunuh kita?" Bisik William yang menatap para orang orang yang membuka pintu itu dengan wajah datarnya.

__ADS_1


" Jika mereka ingin mencelakai kita maka kita harus segera lari dan bersembunyi di tengah tengah hutan. Mungkin kita bisa melawannya tapi kita tak tahu kekuatan lawan yang ada di dalam sana..." Jawabnya dengan berbisik.


William mengangguk mengerti mereka bukanlah orang yang akan muda menyerah dan mereka yakin dengan kekuatan mereka yang akan mampu melawan kedua laki laki yang berdiri di depan nya tapi mereka tidak tahu kekuatan sebesar apa yang sedang menunggu di depan sana.


" Kenapa kalian malah bergosip! ayo masuk!" Abhi yang melihat kedua keponakannya malah berbisik membuat dirinya mencurigai nya. " Jangan pikirkan yang aneh aneh, kita adalah keluarga!" Abhi yang tahu apa yang sedang mereka pikirkan saat ini.



William membernarkan jaketnya dan Bryan membuang nafasnya dengan kasar menatap Pamannya Abhi dengan wajah datar mereka. Saling bertatapan dengan saling mengangguk pelan.


" Ayo masuk."


" Kita akan saling melindungi!"


Mereka berdua kini sepakat untuk mengikuti langkah Paman nya yang berada di depan mereka. William serta Bryan kini melangkah masuk ke dalam rumah yang begitu besar tepatnya adalah markas yang menjadi saksi semuanya, markas di mana semuanya ada di posisi nya saat ini.


" He siapa kalian?, kenapa kalian bisa masuk ke sini?" Suara teriakan dari laki laki yang keluar dari sebuah ruangan mengejutkan kedua laki laki yang sedang mencari Paman Abhi nya.


" Kalian pasti ingin mencuri di sini!" Timpal salah satu dari mereka.


" Kalian cari mati jika ingin mencuri di sini!" Senyum tipis dari keempat laki laki itu.


" Sial kita di jebak Will."


Keempat orang itu tiba tiba dengan berlari cepat menyerang kedua laki laki muda yang dari tadi masih penasaran dengan tempat ini. William kini melawan kedua orang yang ingin menghajarnya, sebaliknya dengan Bryan yang secara tiba tiba juga melawan kedua orang itu.

__ADS_1


Bugh!! pukulan itu kini mengenai perut Bryan dengan cepat, serangan yang mereka layangkan begitu cepat dari dugaan nya. Bryan mundur menyentuh perutnya yang terasa sakit.


Sial. Umpatnya lagi.


Bryan tentu saja tidak terima dia tak ingin mati konyol di sini, Bryan berlari menyerang mereka dengan cepat. Menggunakan kakinya dengan kuda kuda yang tepat.


Bug!! Tendangan kaki itu mengenai wajah dari salah satu mereka hingga membuat orang itu langsung tersungkur di lantai dengan darah yang keluar segar.


Bug!! Pukulan yang di layangkan orang itu juga mengenai wajah dari William. William menyentuh ujung bibirnya yang mengeluarkan darah meskipun hanya sedikit emosinya memuncak.


Bug!! Pukulan yang di berikan oleh William kini mengenai tepat inti dari salah satu orang itu hingga membuatnya terjatuh dengan langsung pingsan.


" Maju kalian berdua..." Ujar mereka yang tak ingin mati di tempat itu.


Kini mereka mengira lawannya adalah bandit sampah yang tak berguna. Kedua orang itu kini kembali menyerang dengan berbagai pukulan yang tak bisa di anggap remeh untuk mereka berdua. Serangan demi serangan kini menyasar dengan cepat ke arah kedua pemuda itu tapi mereka dengan cepat juga menghindar.


*Sial siapa mereka sebenarnya. Batin Bryan.


Aku tak yakin mereka bandit. Batin William yang melihat gerakan mereka yang begitu ahli dan cepat*.


Bugh!! pukulan yang di layangkan oleh William malah tekena angin kosong yang lewat. Bug!! tendangan yang di berikan oleh orang itu kini mengenai perut William dengan cepat.


Bug!! Bryan kini di berikan pukulan hingga darah segar keluar dari hidungnya. Bryan kini mundur malah dirinya yang terpojok dengan tembok. Orang itu malah menghajarnya dengan kencang, Bryan melindungi wajahnya dengan kedua tangannya ketika orang itu masih memberikan pukulan demi pukulan.


Bryan saat ini membiarkan orang itu menghajar wajahnya, kedua tangan itu kini memengang kedua bahu orang itu memberikan lututnya untuk bersarang di perutnya dengan membabi buta. Orang itu menunduk menahan rasa sakit, siku nya kini dihantamkan di punggungnya dengan berbagai kali. Bahkan lututnya juga bermain di perutnya orang itu.

__ADS_1


Orang itu lemas tak berdaya dia tak bertenaga lagi ketika serangan demi serangan kini menyerang di tubuhnya dengan membabi buta.


__ADS_2