
Pagi ini mereka semua telah tiba di pemakaman anak dari Cla dan alex. Dari kemarin Cla terus merengek untuk segera ke sini, tapi karena dirinya baru pulang kemarin akhir nya sang suami baru mengantarnya sekarang. Tak hanya Cla dan Alex yang di sana, tapi orang orang yang menyayangi mereka juga ada di sana. Sang ayah Johan juga ada di sana. Sahabat sahabat nya juga menemani nya di sana. Berpakaian serba hitam membuat suasana berkabung nampak nyata.
" Sayang apa kamu bahagia di sana?, apa kamu membenci mama sekarang?, maafkan mama yang tak bisa menjaga mu, maafkan mama yang membuat mu pergi dari mama..." Cla bersimpuh di depan pusaran terakhir anak nya.
" Maafkan mama sayang, mama akan selalu menyayangi mu..." Cla mencium batu nisan yang bertulisan nama anak mereka Angel, anak perempuan yang selalu dia inginkan.
" Hai putri papa, papa harap kamu bahagia di sana, maafkan papa yang juga tak bisa menjaga mu, maafkan papa karena kelalaian papa kamu harus berpisah dari mama mu..." Alex juga bersimpuh di sana, dengan sekuat tenaga tak menjatuhkan air mata nya.
" Papa sengaja memberikan nama Angel untuk mu karena kamu malaikat yang menyatukan mama dan papa kembali, sampai kapan pun kamu akan tetap jadi malaikat kami semua nak..." Alex menghapus air mata nya dengan segera ketika air mata nya sempat terjatuh.
" Darling, ada banyak media di sini, kalian harus mengumumkan pernikahan kalian dari pada mereka salah paham..." Sang ayah Johan sengaja mengundang banyak media atas bantuan Zac, Johan hanya ingin semua nya terekspos karena dirinya sudah tak ingin menyembunyikan pernikahan mereka berdua lagi.
" Kenapa bisa banyak media ayah?" Kini malah Alex yang menjawab nya, karena Cla masih menatap nanar ke arah makam putri nya.
__ADS_1
" Ayah tidak tahu..." Jawabnya dengan bohong. Zac yang di tatap oleh teman nya hanya mengangkat bahu nya acuh. Kini mata itu beralih menatap Jonathan dan Jovanka tapi mereka juga sama sama mengangkat nya dengan acuh.
" Aku juga tak tahu apa apa..." Ariana dan Arnold juga tak tahu, meskipun mereka tahu mereka tak akan mengatakan apapun kepada sahabat nya.
" Sayang, banyak media di sini yang sudah menunggu kita dari tadi..." Alex tahu istrinya masih berduka tapi jika berlama lama di sana juga tak akan membuat nya merubah keadaan. Jika Tuhan merubah keadaan maka dia akan bertahan meskipun itu lama, asal putri nya bisa hidup kembali.
" Sayang mama akan pulang, nanti mama akan ke sini lagi untuk menemani mu agar kamu tak sendirian, tunggu mama sayang..." Alex menjadi ketar ketir mendengar apa yang di katakan istri nya itu.
" Cla apa maks-"
" Kalian harus mengatakan kepada mereka hubungan kalian..." Jonathan dan Zac kini berdiri di depan Alex dan Cla menjadi benteng untuk ke dua orang yang saat ini masih berduka.
" Tuan Alexander, siapa wanita di samping anda?, dan siapa yang meninggal?" Para awak media segera memberondong semua pertanyaan ketika mereka mendekat ke arah para media.
Alex dengan sikap tenang nya, merengkuh pinggang istri nya dengan menatap ke depan para media yang sudah mengambil foto mereka berdua. " Dia adalah istri saya, kami baru berduka karena kehilangan calon anak kita..." Perkataan Alex membuat para media mendapatkan berita hangat, siapa yang tahu Alexander memilik perusahan pertambangan terbesar, perusahan nya kali ini sedang naik pesat.
" Kenapa kami para media tak pernah mendengar pernikahan anda?"
__ADS_1
" Kami sengaja menutupi dari media, hanya orang terdekat kami yang tahu..." Jawabnya dengan lugas.
" Apa istri anda tinggal di sini atau tinggal di negara lain?" Nampaknya para media ini masih belum selesai bertanya.
" Istri saya pimpinan dari CV ANGKASA."
" Bukan nya perusahan itu di bidang EO dan Arsitek?, kita beruntung bisa bertemu anda di sini."
" Teman teman cukup, kami masih dalam keadaan berduka..." Jonathan akhir nya membubarkan para awak media agar mereka juga bisa pulang.
Sedangkan dari kejauhan ada mata yang menyaksikan ini semua dengan air mata yang menetes terus, dia tak ingin mendekat takut semua nya akan menjadi ricuh karena keberadaan nya.
Aneth yang dari tadi bersembunyi kini keluar dari persembunyian ketika mereka semua pergi meninggalkan pemakaman tersebut. Dengan air mata dia mengusap nisan cucu nya, mencium nya dengan penuh rasa bersalah nya, meletakan bunga di sebelah bunga menantu nya.
" Maafkan oma sayang.. maafkan oma..." Hanya itu yang mampu Aneth katakan. Tak lama dia di sana, dia memilih pergi sebelum ada yang mengetahui jika ada dirinya di sana.
__ADS_1