
Warning 21+ yang bocil di harap melipir sebentar ya 🤭 karena ini adegan yang bahaya jika di bayangkan 😂 untuk yang suaminya jauh awas ya jangan pada bingung narik tetangga atau beli teron* karena teron* lagi mahal di pasar 😂😂
Jangan lupa tinggalkan jempol dan ramaikan kolom komentar
Happy reading 🤗
Zac kini merambat naik ke atas wanita nya, menggese* kan sesuatu yang sudah tegang sejak tadi, menggoda wanita nya di tempat di mana membuat wanita nya menggeliat karena geli dan menggeliat karena godaan kenikmatan.
" Kau cepat sekali basah sayang, apa kau sungguh sangat menahan gaira* mu itu dari tadi siang?" Sebuah pertanyaan yang membuat wanita itu mengangguk malu. Karena dia harus mengakui bahwa dirinya dari tadi sudah memikirkan hal hal liar.
" Kenapa kau tak mengatakan dari tadi hem..." Sebuah ciuman manis dan lembut menggapai bibir wanita nya, meluma* nya penuh dengan kelembutan serta penuh api gaira* yang begitu menggebu.
" Ada sepupu mu, tak enak jika aku menolak ketika dia mengajak ku pergi..." Jawabannya ketika ciuman itu terlepas.
Valarie yang tak tahan akhirnya membalikan posisi, kini sang kekasih yang berada di bawah nya, kini giliran Valarie yang ingin memuaska* kekasihnya, dia melakukan hal yang sama pada kekasihnya, menuruni tubuh kekasihnya dengan lida* yang bekerja. Zac hanya menahan desaha* nya ketika lida* wanita itu menggapai julio nya dengan begitu nikma*. Valarie memainkan lida* nya di ujung julio yang membuat laki laki itu tak tahan jika tak mengerang karena sentuhan yang di berikan kekasihnya itu.
" Sayang, ah..." Erangnya ketika bibir nya menghisa* kedua bukit bawahnya dengan sangat liar, bahkan tubuh laki laki itu hampir terguncang ketika hisapa* itu begitu cepat dan berganti kesemua tempat yanga ada di sana.
" Kau menonton film porn*?, atau Jovanka yang mengajari mu honey?" Geramannya ketika bibir wanita itu bekerja begitu hebat dan hampir Memporak porandakan pertahanannya.
" Kau yang mengajari ku sayang..." Jawabnya dengan tetap fokus bermain di sana.
" Jangan sentuh itu sayang, aku bisa saja menyemburkan sesuatu di dalam sana..." Katanya dengan merema* rambut wanita nya, bibirnya menolak tapi bahasa tangan nya yang menaik turunkan kepala wanita itu mengatakan bahwa tubuhnya menikmati sentuhan wanita itu.
__ADS_1
Valaria bahkan cukup lama bermain main di bawah sana, dia juga menikmati mainan barunya itu, bahkan dia juga menyukai apa yang ada di dalam mulut nya saat ini, meskipun itu sangat memenuhi mulutnya tapi dia sangat menikmatinya.
" Honey, kau..." Erang nya yang panjang serta tekanan ke atas membuat wanita itu sadar bahwa kekasih nya juga di dorong pelepasan hanya menggunakan sentuhan bibirnya. Valarie juga tak mengeluarkan julio itu, denyuta* itu sangat terasa di dalam mulutnya, bahkan dia menelan semua nya ketika julio nya menyemburkan di dalam rongga mulut nya.
" Kau nakal sayang..." Nafas nya memburu, dia tak percaya hanya dengan ora* se*s dia bisa mengeluarkan sesuatu itu, apalagi di tambah dia menyemburkan nya di dalam mulut kekasihnya.
" Tapi kau menyukai nya honey?" Valarie malah memposisikan dia atas kekasih nya.
" Apa yang kau lakukan aku sangat menyukai nya sayang..." Zac tak mampu tak mengerang lagi ketika wanita nya mulai mengerahkan sesuatu yang sengaja mengenai julio nya dengan tepat, julio yang tertidur kini kembali tegak dengan sempurna.
" Seperti nya kita akan lama honey..." Valarie tertawa puas ketika kekasihnya mengubah posisinya dengan menggulingkan tubuh nya itu. Zac hanya menggodanya tanpa ada niatan untuk memasuki tubuh wanitanya.
" Honey, please. Kau membuat ku menahan nafas ku dari tadi..." Katanya dengan kesal karena Zac hanya bermain main dengan kedua kembara* nya dan tak memasuki tubuhnya dengan segera.
" Bersabarlah sayang dan jika kau ingin yang bawah sana, katakan kau kemana saja seharian ini?" Rupanya Zac masih tak percaya bahwa kekasihnya beralasan makan dan mengobrol bersama sepupunya itu.
" Honey aku sangat tahu Jovanka, dia tak akan pergi lama hanya dengan kata makan dan mengobrol, dia sangat anti meninggalkan anak anak nya terlalu lama kecuali..." Valarie kali ini tertawa mendengar perkataan dari kekasihnya itu.
" Kecuali apa sayang?"
" Kecuali dia berada di tempat lain yang dia sukai?" Valarie tak mengatakan apapun, dia menggulingkan tubuh kekasihnya, duduk di atas sana dengan senyum yang begitu menggoda.
" Kau ingin kita selesaikan ini atau kau ingin melanjutkan interogasi mu ini tuan?, jika kau ingin melanjutkan interogasi maka sebaiknya aku pergi dan mencari laki laki yang memuaskan aku..." Valarie yang akan turun kini tiba tiba di halangi kekasihnya, Wajah Zac sudah berubah merah padam ketika mendengar apa yang di katakan wanita nya itu.
__ADS_1
" Jangan macam macam Val, aku bisa membunuh mereka jika ada laki laki lain menyentuh mu..." Val menahan desaha* nya ketika kekasihnya selesai mengatakan hal itu, dia malah menghisa* sesuatu yang nyata di depannya, menghisa* nya penuh keliaran serta api cemburu.
" Val, kau tahu aku sangat mencintai mu..." Erangnya ketika julio di aduk aduk oleh milik wanita nya. Valarie mem*ju mun*urkan panta* nya dia bergerak begitu lihai sekarang tak kaku seperti sebelumnya.
" Honey.. ah..." Desaha* itu juga lolos ketika Zac sudah mengganti posisi mereka dengan saling memunggungi, Zac menghentakkan pinggulnya dengan irama yang cepat, kadang pelan membuat tubuh mereka panas dingin.
Desaha* dan erangan kini seakan memenuhi ruangan kamar indah tersebut. Mereka cukup lama bercinta kali ini karena ini adalah permainan ronde kedua mereka yang membuat mereka benar benar butuh waktu lama untuk menggapai apa yang mereka cari dari tadi.
Hentakan yang cepat membuat tubuh wanita itu terguncang hebat, mereka sudah menganti posisi mereka dengan cepat, posisi yang begitu nikma* jika di lewatkan, posisi yang sangat di sukai wanita nya.
" Faster baby..." Pintanya membuat laki laki itu menghentakkan pinggulnya lebih cepat dari irama yang dia lakukan tadi.
" I love you Zac."
" I love you too Valarie Octavia Plelix..." Ungkapan cinta mereka bersaman dengan sesuatu yang saling keluar di bawah sana. Rasa hangat seakan menyapu tubuh mereka dengan sempurna. Kini mereka masih saling menenangkan dirinya ketika menggapai apa yang mereka cari dari tadi. Dengan masih saling mengatur nafas yang sama sama memburu, dan mereka masih saling menyatukan bagian bawahnya.
" Jangan curigai apapun yang aku lakukan degan Jovanka honey, aku dan dia tak melakukan apapun, aku hanya mengobrol dan saling bertukar cerita. Aku senang karena akhirnya aku memiliki teman curhat seperti sepupu mu itu. Kami hanya mengobrol dan bertukar pengalaman, kami pulang malam karena kami sungguh lupa waktu, kau tahu bukan jika wanita sudah bertemu maka kami akan melupakan segalanya..." Mata mereka bertatapan dan Zac mencium kening wanita nya begitu lembut ketika menyadari bahwa wanita nya tak mungkin membohonginya, mata nya tadi mengatakan semuanya bahwa apa yang di katakan nya adalah kesungguhan.
" Sayang maafkan aku jika aku mencurigai mu, aku hanya tak mau kau terlibat sesuatu, Jovanka adalah wanita yang berbuat nekad. Luarnya dia lembut tapi kau tak tahu dalam nya. Tapi ya sudahlah jangan di bahas lagi, sebaiknya kita tidur, ini sudah hampir pagi..." Zac melepaskan penyatuan itu dan berbaring di sebelah kekasihnya, membawa tubuh wanita nya berada di dalam dekapannya yang begitu hangat.
" Selamat tidur honey..." Tak butuh lama membuat mata wanita cantik itu terpejam. Dari tadi memang dia sudah menahan kantuknya, memiliki bantalan tangan kekasihnya selalu membuat wanita itu cepat terlelap dalam mimpi indahnya, begitu juga dengan Zac, dia juga mudah terlelap ketika mendekap tubuh wanitanya. Kali ini mereka pastikan bahwa mereka berdua terlelap dalam tidur indahnya.
__ADS_1
Nah lo mak 🤭 panas gak ya 😂 hidupin kompor sama kipas nya biar dingin 😂😂, mereka yang panas dingin mince yang keringatan 😂😂 mince nulis nya juga hampir pagi 😂😂
Boleh minta kopi nya dong mak untuk hadiah mince 🤭 ramaikan kolom komentar dulu boleh mak 🤗🤗🤗