
Aku yakin kebahagian itu akan datang, Tuhan tak akan membiarkan makhluk nya menderita terlalu lama, Tuhan akan mengembalikan apapun yang telah dia ambil dengan kebahagian yang utuh.
Pov Alexander
Aku tak percaya bahwa istri ku yang satu bulan ini terpuruk karena kematian putri kami, kini kembali bangkit. Kebahagian ku kali ini sudah tak bisa aku bendung , aku dari tadi hanya memeluk nya dengan erat ketika dia masih memejamkan mata nya, pagi ini semuanya terasa sangat membahagiakan.
" Sayang apa aku menganggu mu?" Aku menatap wajah ayu istri ku yang baru bangun tidur.
" Hhmm..." Aku semakin menghujam ciuman pada wajahnya, karena aku selalu gemas dengan semua tingkah laku nya.
" Hubby hentikan, haha, itu geli..." Aku mendengar tawa nya yang begitu lepas tanpa ada beban, mungkin tak langsung melupakan tak apa yang terpenting dia mau berusaha itu sudah cukup.
" Bukankah yang geli itu pasti terasa enak..." Aku selalu senang menggoda nya, warna pipi nya yang merona karena menahan malu selaku membuat ku senang melihat nya.
" Kamu selalu mesum hubby..." Dia mendorong tubuh ku dan segera ingin melarikan diri, tapi aku begitu cepat menariknya lagi hingga dirinya terjatuh kembali ke kasur.
Mata kami bertatapan penuh cinta, mata yang selalu aku rindukan, bibir yang membuat ku candu untuk mencium nya, bahkan wangi tubuh nya membuat aku selalu ingin menyatukan tubuh kami dengan segera.
__ADS_1
" Hubby lepaskan..." Rengek nya ketika aku menyasar leher nya, menggigi* nya dengan pelan, meninggalkan bekas di sana, dan banyak bekas yang tertinggal di leher nya.
" Aku merindukan mu sayang..." Aku semakin menekan tubuh ku ke arah nya dan aku yakin dia merasakan bahwa tubuh bawah ku bangkit.
" Kau serakah hubby, bangkan kau hanya mengijinkan aku tidur sebentar..." Kami memang selesai melakukan nya, tapi entah kenapa melihat nya saja bisa membuat pikiran ku menjadi liar, mungkin karena satu bulan ini aku berpuasa dan ini penggantinya yang tak merasa cukup.
" Minggir hubby aku ingin mandi..." Dia memukul lengan ku, tapi aku tak peduli, aku mencium paksa bibir nya, dia mendorong ku, memberontak dalam ciuman itu, aku tahu dia tak benar benar menolak apa yang aku inginkan.
" Hubby..." Desaha* nya ketika ciuman itu berakhir, aku tahu dia sudah berada di bawah api gaira*. Dalam sekejap untuk kedua kalinya ciuman pemaksaan itu menyentuh bibirnya, dalam hitungan detik ciuman itu di balas dengan liar nya. Aku melihatnya memejamkan mata nya menikmati sentuhan yang aku berikan.
" Hubby aku ingin dirimu..." Senyum ku mengembang ketika sentuhan ku berhasil membuatnya di bawah api gaira*.
" Hubby..." Rengek nya dengan memejamkan mata nya ketika tangan ku menyentuh bagian bawah tubuh nya
Dia meremas lengan ku ketika aku menyatukan tubuh kami, setiap penyatuan aku selalu merasa ini sangat luar biasa. Aku sedikit tercengat ketika dia membalik posisi. Kami saling berpelukan sebentar, sesaat menurunkan dirinya untuk menggapai diriku. Dia melakukan apa yang dia mau, dia ingin menggapai sesuatu yang dia inginkan, tanpa ragu dia melakukan apa yang dia sukai, aku tak berdaya di bawah kuasa nya kali ini.
" Alex..." Desaha* panjangnya serta tubuhnya mengejang aku yakin dia menggapai apa yang dia cari dari tadi. Aku membalikan posisi tanpa melepaskan posisi kami, aku bergerak cepat hingga tubuh nya terguncang di bawah ku.
" Sayang..." Geraman dan desaha* kini memenuhi kamar kami. Aku bahagia wanita yang aku cintai, wanita yang hampir ingin mengakhiri dirinya kini berada di bawah ku, mendesa*, memanggil namaku di setiap gerakan pinggul ku yang membawa nya di api gaira* asmara cinta kami.
__ADS_1
Nafas ku tertahan ketika sebuah gelombang kenikmatan menimpa tubuhku, aku ambruk di atas nya, dengan masih mengatur nafas kami yang sama sama tertahan, sementara rasa lengket menyelimuti di bawah tubuh kami.
Kemarin aku masih tak yakin bahwa istri ku akan bangkit, tapi kali ini Tuhan mendengar semua doa doa ku. Istri ku yang kemarin menanggis, membisu, kini dengan gaya genit nya kembali lagi di dalam dekapan ku.
" Aku mencintai mu sayang..." Aku mencium keningnya dengan lembut dia hanya memejamkan matanya.
" Aku juga mencintai mu hubby..." Kata kata yang membuat kami saling berpandangan dengan tatapan penuh cinta serta kasih sayang
Apapun yang terjadi di masa kemarin kami sepakat untuk meninggalkan nya di belakang dan hanya ada kebahagian di masa depan. Kami saling menyayangi saling mencintai, saling takut kehilangan dan hari ini kami tutup dengan ungkapan cinta kami yang tulus dan ciuman yang manis.
πΌπΌπΌ
Permen mana permen kenapa semanis ini kalian berdua π€ jangan manis manis ya nanti diabetes ππ
Ramaikan like dan komentar dulu yuk π Vote dan hadiah nya juga boleh kok π€
naik lagi yuk π kasih tahu satu kampung yu, satu indonesia, satu negara untuk baca novel ini ππ
Vote dan hadiah nya sudah boleh masuk ya mak ini sudah hari senin, selamat beraktivitas kembali ππ
__ADS_1