Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Menentukan Pilihan 1


__ADS_3

Pagi ini semua tim yang ada di kesatuan police tengah apel pagi. Abhi yang ada di barisan paling depan mengatur semua tim nya yang ada di belakang nya. Semuanya langsung Dengan posisi siap nya ketika komandan Antoni kini berdiri di depan mereka.


" Selamat pagi..." Ucapnya dan semua para police yang di sana juga membalas sambutan itu dengan kompak dengan posisi mereka yang siap.


" Saya hanya ingin menyampaikan bahwa kita sedang berhadapan dengan para bandar besar yang sangat sulit keluar dari markas nya, dan tugas ini aku serahkan kepada Sir Abhi, jadi pimpinan tim kalian adalah Sir Abhi..." Katanya dengan menatap ke depan. Komandan Antoni kini mengantikan komandan Excel, Komandan Excel yang biasa nya telah di pinda tugas nya oleh jendral mereka. Hari ini pertama kali nya Komandan Antoni menangani kasus kriminal secara langsung, biasa nya komandan itu selalu ada di dalam ruangan. Tapi karena ke uletan nya, dia dapan menjadi komandan semua tim kriminal di sana.Setelah Komandan itu mengatakan semua nya, kini barisan itu telah bubar masing masing.


Abhi yang langsung ingin masuk ke ruangan harus terhenti ketika ada sebuah panggilan untuknya.


" Komandan memanggil saya?" Komandan Antoni yang memanggil nya tadi membuat Abhi langsung terhenti.


" Kita keruangan saya..." Abhi mengangguk pelan dan mereka langsung berjalan menuju ruangan sang komandan. " Duduklah..." Komandan itu langsung menyuruhnya duduk ketika mereka tiba di ruangan nya.


" Baca ini..." Komandan itu menyerahkan sebuah dokumen tipis, Abhi dengan segera membaca nya dengan seksama. Abhi mengerutkan keningnya ketika melihat ada sketsa wajah.


" Saya tidak yakin jika bandan ini adalah wanita Komandan, saya yakin wanita itu hanya kekasih nya atau tidak wanita itu hanya membantu nya saja..." Abhi langsung mengatakan apa yang ada di pikiran nya, dia tahu betul sketsa gambar siapa yang ada di depan nya saat ini.

__ADS_1


" Semuanya bisa mungkin Abhi, tapi apa yang kau katakan tadi juga bisa mungkin..." Jawabnya dengan menyandarkan punggung.


" Komandan kita tak perlu terburu buru, menangkap satu mangsa yang begitu terkenal licin, kita harus mengunakan cara agar mereka tak bisa kabur dari genggaman tangan kita..." Abhi kini menatap komandan yang baru saja mengantikan komandan nya yang lama.


" Kau benar, tapi aku ingin tahu kau memiliki rencana apa?, otak ku hari ini benar benar kosong, karena rencana ku kemarin gagal..." Komandan itu mengatakan bahwa mereka kemarin memiliki rencana tanpa sepengetahuannya.


" Maaf komandan, rencana apa yang anda maksud?, kenapa aku tak mendengar nya?" Abhi memang tak tahu apapun tentang rencana yang kemarin di lakukan oleh komandan baru nya itu.



" Komandan maafkan saya jika saya lancang, tapi komandan Excel kemarin mengatakan bahwa masalah ini jangan sampai terdengar FBI, dia ingin tim ku yang menangkap mereka. Kenapa anda malah bekerja sama dengan FBI, dan tak mengatakan apapun kepada ku. Aku memiliki wewenang tinggi untuk mengetahui apa saja yang terjadi di kasus ini, karena aku adalah pimpinan nya..." Abhi tak habis pikir kenapa komandan baru nya ini tak mengatakan apapun kepada nya, melainkan mengambil keputusan sendiri tentang kasus ini.


" Aku memiliki kenalan seorang FBI yang akan membantu kita untuk menangkap mereka dan membantu kita agar bandan besar nya tertangkap..." Komandan Antoni itu kini tetap kekeh bahwa seorang FBI bisa membantu mereka untuk membuka tentang pengedaran narkoba terbesar di negara ini.


Abhi menghela nafas nya ketika mendengar apa yang di katakan oleh komandan baru nya itu. " Maaf komandan tapi aku yang sebagai pimpinan kasus ini, tidak setuju jika pihak FBI ikut campur dalam kasus ini. Aku ingin masalah ini aku dan tim ku yang membongkar nya sendiri, aku tak ingin FBI mengambil ahli kasus ku..." Abhi menekan kata kata nya, karena selama ini dia tak pernah melibatkan FBI dalam setiap kasus nya.

__ADS_1


" Sir Abhi tapi FBI bisa dengan cepat membongkar sindikat ini, kau tak perlu meremehkan mereka."


" Aku tak meremehkan mereka komandan, apa di kata kata ku ada yang meremehkan para FBI?, tidak bukan?, harus nya anda tahu dari dulu bahwa tim ku tak pernah melibatkan FBI dalam setiap kasus yang aku tangani..." Abhi kini merasa sedikit kesal karena komandan baru nya mengambil keputusan secara sepihak.


" Sir Abhi dengar baik baik, aku tak suka keputusan ku di bantah, aku ingin FBI kali ini terlibat dalam kasus membongkar sindikat ini, aku tak mau tahu, aku ingin FBI ikut setiap kau bergerak dengan kasus ini..." Abhi menatap ke arah komandan nya dengan tatapan tajam nya dan tak suka.


" Komandan harus nya anda bertanya lebih dulu pada kami, dan berunding dulu dengan kamu, bukan nya anda langsung mengambil keputusan seperti ini. Anda baru saja menjadi komandan sehari dan baru saja bertugas tapi anda langsung mengambil keputusan seperti ini..." Abhi tak bisa untuk tak menahan amarahnya ketika mendengar bahwa komandan nya ini mengambil keputusan seperti ini.


" Dengar Abhi aku adalah komandan mu, dan aku yang lebih memiliki kuasa untuk memerintah tim mu, jadi kau harus patuh pada ku..." Komandan Antoni itu kini menekan kata kata nya dengan wajah yang serius.


" Jika seperti itu silahkan anda melakukan apa yang anda inginkan, dan aku akan tetap melakukan apa yang aku mau. Jika anda tetap ingin bekerja sama dengan FBI untuk membongkar sindikat narkoba ini silahkan anda membangun tim anda sendiri dan jangan memakai tim aku. Aku lebih kuasa dengan tim ku di banding anda, meskipun anda adalah komandan kami..." Abhi tak mau kalah kali ini.


" Kau menantang ku Sir Abhi?" Senyum licik terbit di bibir laki laki itu.


" Aku tak menantang anda komandan, tapi aku hanya ingin mengatakan bahwa aku tak suka bahwa ada FBI ikut dalam kasus yang aku kerjakan. Jika anda masih ingin melibatkan FBI aku dan tim ku berdiri sendiri tanpa anda..." Mata kedua laki laki laki itu saling menatap dengan tatapan penuh arti masing masing.

__ADS_1


" Jika tak ada yang di bahas saya permisi..." Abhi langsung berdiri dan meninggalkan ruangan komandan baru nya itu. Sedangkan Komandan Antoni kini merasa kesal dengan sikap Abhi yang seperti itu.


__ADS_2