
" jovanka akhirnya kau sadar.." suara yang begitu memuakan jovanka. Jovanka melepaskan tangan nya ketika digenggam oleh sosok laki laki yang tak ingin ditemui. Bukan dirinya yang dia inginkan.
Jovanka menyapu sekelilingnya, melihat semua orang tersenyum dan sang mama mengjapus air mata nya. " apa yang kamu rasakan nak?, apa kamu ingin makan sesuatu?,katakan mama akan memasakan atau kami akan membelikan apapun yang kau mau.." ucap sang mama dengan lirik sedih.
" aku mau jonatan apa kalian bisa membawa dia ke sini?"kata kata nya membuat semua orang terdiam. " dimana kris aku mau bertemu kris.." lanjutnya.
" dia tak ada, sudah aku suruh pergi.." jawab alfred.
Jovanka turun dari kasur nya, semua orang bingung melihatnya, jovanka berjalan dengan cepat membuka pintu dan kris duduk di sana.
" nona awas.." lagi lagi kris menangkap tubuh nona nya yang hampir jatuh.
" kau belum pergi dari sini.." nada suara alfred meninggi dan jovanka menepiskan tangannya ketika alfred mencoba menolong jovanka.
"Kau tak berhak mengusir orang ku al. Kau bukan siapa siapa ku.." nada sinis yang dilontarkan jovanka.
" sayang kau tak boleh begitu nak.." sang papa menasehati nya.
" nona tolong banyak istirahat. Mari saya temani di dalam.." kris membantu nya berjalan, membaringkan tubuh nona muda nya dengan pelan.
' jika tuan tahu aku sedekat ini dengan anda nona, saya akan dibunuh oleh tuan. Aku harap anda segera bertemu kembali dan bahagia dengan tuan jonathan ' batin kris ketika memandang lekat wajah nona muda nya yang tak karuan.
" nona ingin makan apa?, biarkan saya yang membelinya.."kris menawarkan makanan.
__ADS_1
" aku mau makan kesukaan jonathan kris.." katanya dengan pelan.
" saya akan membelinya nona.." jovanka hanya mengangguk pelan dan kris segera pergi.
Semua orang yang di sana hanya menatap lega karena akhirnya jovanka mau menyentuh makanan meskipun harus seperti ini. Jovanka hanya akan makan dan bicara ketika kris yang bicara.
" nona harus seperti biasanya, tuan jo akan sedih jika melihat anda seperti ini nona.." kris bicara ketika duduk di kursi sebelah jovanka dan jovanka makan dengan keadaan air mata yang menetes.
" apa jonathan akan pulang kris?, apa mereka sudah menemukan jonathan?" Pertanyakan yang begitu menyayat hati kris, bukan hanya jovanka yang terluka tapi kris juga sangat terluka. Bos nya tak ada dimanapun dan nona muda nya juga seperti orang gila seperti ini.
" kita akan mencarinya sampai tubuh tuan jonathan ketemu nona tapi saya mohon nona jangan menyiksa diri seperti ini. Ada seseorang yang harus anda jaga saat ini nona.." perkataan kris membuat tangan jovanka meletahkan sendoknya dengan kasar. Menatap kris dengan gugup. Semua orang disana menatap jovanka dengan mata berkaca kaca.
" nona di rahim anda ada sebuah malaikat kecil kiriman tuhan yang harus anda jaga saat ini.." kris akhirnya memberi tahu meskipun semua keluarga mengatakan ingin merahasiakan ini.
" bayi.. ini anak ku dengan jonathan.. aku membuatnya dengan cinta.. arghh.. hiks hiks.." tangisan nya pecah kembali dengan memeluk perut nya. " honey anak kita hiks hiks.." sambungnya dengan bergetar di suara nya.
Kesedihan jovanka seakan bertambah. Kepergian jonathan menggores luka yang begitu dalam ditambah dengan hadirnya sosok bayi yang sangat diinginkan kekasihnya. Jonathan selalu berharap ada sosok anak kecil yang menyempurnakan hubungan mereka tapi di saat dia hadir malah sang ayah pergi.
"Apa yang harus aku lakukan tanpamu jo.. aku mohon kembali lah ada malaikat kecil yang juga menunggumu honey.." suara jovanka seakan hampir habis karena dirinya sering menangis.
" nona saya mohon anda harus kuat, ada nyawa lain yang harus anda jaga saat ini nona.." lagi lagi kris berkata dengan sedih.
__ADS_1
"Saya mohon kris temukan jonathan hiks hiks.. meskipun kuburannya.. aku ingin melihat jasad nya kris hiks hiks.." goresan luka yang kris rasakan juga sangat menyakitkan.
" saya akan berusaha nona.."jawab kris.
****
" kamu sudah tak sadar sangat lama anak muda. Kenapa kau tak ingin bangun dari tidur panjangmu.." sang laki laki tua yang berdiri sebelah laki laki yang tak berdaya serta banyak alat terpasang di badannya.
" apa kita harus melepas semua alat nya?" Kini sang istri nya juga menimpali perkataan sang suami.
" tidak. Aku akan tetap memasang alat ini sampai dia bangun.." jawab suaminya dan sang istri hanya terdiam tanpa mengatakan apapun.
" sebenarnya apa yang dialami suami ku?, apa dia kecelakan atau memang sengaja dibuat kecelakan?" Sang istri kini juga bertanya dengan mengelap tangan laki laki yang ditolong suaminya satu bulan lalu.
" aku dengar kemarin ada yang mencari korban kecelakan di laut lepas sana."
" kenapa kamu tak mengatakan bahwa kita menolong orang yang kecelakan di laut sana."
" aku takut mereka bukan keluarganya melainkan orang jahat. Jika kamu melihat orang orang yang mencarinya kau akan melakukan hal sama dengan ku.." jawab sang suami membuatnya menatap dengan rasa cemas.
" aku takut dia orang jahat suami ku."
" tak perlu ada yang kau takutkan istri ku. Kita akan tetap menyembunyikan anak muda ini di sini. Setelah dia sadar kita akan membawah kembali ke keluarga nya.." dan istri hanya mengangguk pelan.
__ADS_1
Sepasang suami istri tersebut keluar dari kamarnya dan tetap memantau perkembangan orang asing yang tak sengaja dia selamatkan di dasaran lautan ketika mereka menyelam dan melihat laki laki itu berenang dengan rasa lelahnya. Dan tak sadarkan diri ketika dirinya diangkat dari air laut. Kebetulan sepasang suami istri tersebut adalah dokter di daerah tersebut.