
Monica kini yang sudah terbangun dari tidur nya menatap sekeliling kamar itu, hanya ada cahaya dari sinar mentari yang mencoba menerobos masuk dari tadi. Dia mengembalikan nyawa nya dengan segera, memiringkan tubuhnya, menatap laki laki yang masih terlelap di dalam tidur indahnya, Monica menahan rasa malu nya ketika mengingat bayangan semalam, wajahnya langsung memerah seketika, dia ingat betul seperti apa dirinya semalam bergerak di atas tubuh laki laki itu, dia juga malu ketika mendengar suaranya yang mendesa* kenikmatan semalam. Dia menutup wajahnya dengan kedua tangan nya dan sedikit menggeleng tak percaya bahwa dirinya bisa melakukan hal seperti itu.
Monica kembali membuka penutup wajahnya itu, kembali menatap laki laki yang terlelap di sebelahnya, dengan senyuman yang malu, dengan rasa jantung yang berdetak cepat, getaran getaran cinta kini semakin terasa oleh nya.
Monica baru pertama kalinya merasakan namanya jatuh cinta, Monica baru pertama kalinya menikmati masa indah nya memiliki kekasih. Biasanya jangan kan kekasih, ada laki laki yang mendekatinya pasti akan mundur perlahan ketika kakak tiri nya selalu bersikap mesra di depan para teman laki laki yang ingin mendekatinya, mereka mundur karena takut akan tatapan Andre yang seperti mematikan lawannya.
Monica kini perlahan menyentuh wajah Abhi, mengelus pelan rahangnya yang tumbuh buku bulu tipis di sekitarnya, menyentuh luka lebam yang ada di ujung bibir laki laki itu, dia yakin banyak hal yang belum dia lewati, setelah sang ketua Singa selesai menguji nya maka mereka harus siap menghadapi apa yang akan terjadi dengan hubungan ini. Rasa khawatir dan takut kehilangan kini seakan memenuhi hati dan pikirannya, tapi dia siap jika harus kehilangan cinta nya jika kekasihnya ini membongkar sindikat ini. Perkataan Andre semalam benar, semuanya bisa terjadi dan mereka tak tahu apa yang laki laki itu pikirkan dan rencanakan.
" Sudah puas menatap wajah ku pagi ini?" Suara serak dari laki laki itu menyadarkan Monica dari lamunannya. Dia sedikit tersentak terkejut ketika suara itu mengejutkan nya.
" Maaf aku membangunkan?" Dia yang ingin menarik tangan itu yang masih berada di ujung bibirnya, harus tertahan karena laki laki itu malah membawa tangan itu untuk dia cium punggungnya.
__ADS_1
Monica hanya tersenyum menahan rasa malu nya dan merasa sangat di cintai oleh laki laki itu, wanita mana yang tak tersanjung dan meleleh ketika mendapatkan perilaku manis dari laki laki yang dia cintai. Pagi ini terasa dirinya menjadi wanita yang paling berharga untuk di sayangi.
" Kenapa muka mu merah?" Godanya, Abhi juga sangat senang melihat wanita yang dia cintai bersemu merah karena malu.
" Sudahlah aku ingin mandi."
" Eh.. aku masih ingin mengobrol dengan mu..." Monica tak jadi bangun ketika sebuah tangan di tarik dan ambruk lagi di atas kasur.
" Ceritakan tentang mu, aku ingin tahu kehidupan mu..." Monica mengerutkan keningnya ketika kekasihnya ingin mengetahui kehidupannya.
__ADS_1
" Tak ada yang spesial dari kehidupan ku, aku dari dulu selalu seperti ini, di kelilingi laki laki yang suka berkelahi. Waktu aku remaja aku selalu bertengkar dengan teman cowok ku, aku pukul wajahnya karena dia mengatai ku anak tak memiliki keluarga, aku pukul kepala nya hingga dia koma. Dan aku masih ke dalam penjara. Tapi Andre menolongku, menjamin kan dirinya agar aku bebas dari sana..." Monica mengingat kejadian di mana dia masih remaja yang terkenal dengan kenakalan nya.
Abhi tetap mendekap tubuh wanitanya dengan kadang mencium pucuk kepala wanita itu yang menceritakan masa lalu nya.
" Aku kabur dari rumah dan masuk ke kelompok preman di jalanan. Aku sering memalak bahkan bertengkar di jalanan adalah makanan ku sehari hari. Waktu itu aku menusuk seorang teman wanita ku karena dia tiba tiba menjambak ku karena dia mengira aku merebut kekasihnya, padahal aku hanya ingin melindungi diriku, jika aku tak melakukannya mungkin aku yang ingin di benturkan tembok yang mati..." Monica mengingat masa masa di mana dia menjadi brutal karena dirinya memberontak.
" Kau menusuk nya dengan apa?"
" Pensil, aku ingat betul pensil itu yang tergeletak di meja. Aku mengambilnya dan menusuk nya dengan segera. Andre yang mendengar itu segera membawa ku pergi dari Negara A. Kami lari dari sana mengunakan perahu yang dia sewa dengan mahal. Aku ingat dia menjual jam tangan nya agar kami bisa keluar dari Negara A waktu itu..." Dia senang karena sang kakak nya Andre peduli dengan nya melindungi nya bagaimana pun caranya, meskipun mereka hanya tiri tapi mereka seperti kakak kandung yang selalu ingin saling melindungi.
" Kami tiba di sini, Italia adalah tujuan Andre waktu itu. Kami tinggal di rumah teman nya tapi karena teman nya ingin menyentuh ku Andre membunuhnya dengan cara mengantung dirinya di pintu masuk kamar nya. Kami lari dan kami menjadi buronan. Kami bersembunyi dan dia mulai mencuri sesuatu untuk kami jual dan uangnya untuk kami makan. Hingga malam itu dia mencuri sebuah benda antik di salah satu museum dia ketahun dan dia di hajar oleh para penjaga nya. Dia babak belur dan tak bisa bergerak. Aku yang tak memiliki uang waktu itu tak bisa membawa nya ke dokter. Akhirnya aku berjalan menelusuri kota ini dengan sendiri, meninggalkan Andre di rumah yang kami sewa..." Monica menggigit bibirnya ketika kenangan pahit itu dia harus ungkap lagi, kenangan pahit yang menjadikan mereka kini memiliki kekuasan di dunia gelap.
__ADS_1
" Aku yang mendengar obrolan laki laki tua itu memberanikan diri untuk meminta pekerjaan kepadanya, tapi ternyata orang itu adalah asisten dari pimpinan mafia Dragon Red, paman Antoni. Aku menceritakan semuanya dan dia mengecek nama ku, dan nama ku menjadi buronan yang telah menusuk teman ku, dan membunuh teman dari Andre. Dia menemui Andre dengan laki laki tegap, dan senyuman kelicikan itu selalu mengiasi wajahnya. Dia adalah Singa yang memberikan kami pekerjaan seperti itu, dia adalah ketua kami yang mengulurkan tangan kepada kamu di saat kami membutuhkan perlindungan. Paman Antoni melatih ku secara pribadi agar aku bisa menjaga diri ku, tiga tahun aku menjadikan diri ku seperti ini, menjadikan aku tangguh seperti ini, melatih semua orang orang yang ada di sana. Sekaligus menjadi bandar besar di setiap Negara..." Monica melepaskan emosinya dengan air mata yang menangis. Jika semuanya tak terjadi seperti itu mungkin sekarang dirinya bukan bandar besar, mungkin dirinya tak akan menjadi buronan setiap saat, dia tak akan jatuh ke tempat mafia seperti sekarang. Tapi jika dirinya tak bertemu mereka hidupnya dan Andre tak akan seperti ini sekarang. Dia memiliki kekuasan, dia di takuti semua orang yang mengenalnya dan yang tahu siapa wanita itu. Dunia yang kejam menjadikan dirinya menjadi kejam.