
Albert yang pagi ini uring-uringan karena perkataan dari wanita yang selama ini membuat dirinya menutup hatinya mengatakan dia sudah memiliki sosok suami dan sosok malaikat di antara mereka. Albert hanya mengusap wajahnya dengan kasar ketika bayangan di masa lalu itu kini menghantui pikirannya dari semalam. Albert kini membuang nafasnya dengan kasar berulang kali ketika mencoba untuk menenangkan hatinya yang gusar.
Albert adalah sosok yang tak muda terpengaruh oleh sosok wanita tapi semenjak kemunculan Violet dia sedikit memikirkan wanita di masa lalunya itu. Dia masih sangat mencintainya dan rasa itu masih di simpan rapi di hatinya. Tapi kali ini dia harus melupakan cinta itu karena wanita yang dia cintai memiliki orang lain.
Albert tentu saja menjaga kualitas harga dirinya, dia tak ingin hanya karena sebuah wanita dan cinta dia merusak nama dirinya dan kualitas dirinya yang terhormat dengan merebut istri orang. Albert kini berusaha untuk melupakannya dan itu tekadnya dengan sungguh sungguh.
Sedangkan Violet sebenarnya juga tak bisa membohongi hatinya ketika menatap laki laki yang membuatnya pergi menjauh dari masa remaja, laki laki yang membuat hatinya merasakan cinta, laki laki yang membuat hari harinya berwarna tapi juga sekaligus laki laki yang membuat hatinya hancur berkeping keping, kehancurannya adalah di mana rasa cintanya itu hanya di balas dengan sebuah permainan yang tak bisa di katakan.
Violet kini menatap dirinya di cermin bayangan yang membuat mereka senang di masa remaja itu kini seakan terlintas di belakang punggungnya tapi dia berusaha untuk tak melihatnya, dia malah takut untuk goyah lagi kali ini. Hatinya kini seakan ingin mengkhianatinya, buktinya rasa yang sakit itu seakan hilang ketika bertemu kemarin. Kini malah menjadi getaran rasa rindu yang begitu mendalam.
" Aku kuat dan harus kuat..." Katanya untuk menyemangati dirinya sendiri untuk lebih kuat menghadapi laki laki yang akan dia temui sebentar lagi di pengadilan.
Violet kini keluar dari kamarnya ada sosok malaikat kecil cantik yang membuatnya semangat untuk hari harinya. Violet kini menatap sosok laki laki yang juga mengerti tentang dirinya, laki laki yang menjadikan dirinya seperti sekarang.
" Selamat pagi semuanya, maafkan Mama tidak bisa ikut kalian sarapan, Mama ada kasus serius oke..." Violet kini mencium kening putrinya.
" Violet kita bicara sebentar boleh?, ada hal yang ingin aku tanyakan."
" Tentu..." Violet kini yakin bahwa ada hal yang penting yang ingin di bahas oleh laki laki itu.
__ADS_1
" Sayang Mama pergi dulu ya kamu sama Papa oke, jangan nakal."
" Yes Mam."
" Anak pintar..." Violet yang melangkah kini di ikuti oleh laki laki yang ada di belakangnya.
" Violet aku tahu kasus mu yang sedang melawan Albert! kau yakin dengan melawannya?, jika kalian bertemu aku tak yakin jika dia tak bicara dengan mu."
Violet kini membuang nafasnya dengan kasar dia tahu laki laki itu pasti akan khawatir tentang dirinya. " Aku sudah bertemu dengan nya kemarin dan kami sudah bicara kemarin jadi kamu tenang saja tak ada yang perlu kamu khawatirkan."
" Kalian sudah bicara?"
" Kami sudah bicara dan aku rasa dia tak akan mencoba apapun lagi untuk mendekati ku."
" Kau yakin dia tak akan mendekati mu?, kau tahu bukan dia orang yang tidak muda mau menerima kekalahan."
" Baiklah hati hati..." Violet kini dengan cepat meninggalkan laki laki yang ada di depannya dengan penuh rasa khawatir tentang dirinya.
Sebenarnya tak hanya dia yang cemas dengan dirinya, Violet sendiri juga cemas dengan hatinya yang akan berpindah haluan kembali kepada laki laki yang pernah menyakitinya. Tapi dia kali ini harus melawannya dan akan melawannya dengan hatinya yang sungguh sungguh.
Sedangkan di tempat lain Suhu bersama suaminya Abhi kini tengah menatap sinis kearah Saksi kedua yang akan membuat kejutan selanjutnya untuk mereka semua. Kejutan yang akan menghancurkan mereka semua, kejutan yang tidak akan pernah mereka pikirkan.
" Kau siap hari ini?" Abhi kini membuka pengikat yang terpasang di matanya dengan kasar.
__ADS_1
" Setelah saya memberikan saksi apa aku bisa bebas..." Tanyanya dengan gugup.
" Tentu saja asal dia di hukum dengan berat..." Jawab Suhu yang juga ada di sana.
Abhi kini melepaskan ikatan tangan itu dan memberikan kesempatan untuk orang itu bersiap siap terlebih dahulu. Saksi itu mau tak mau kini harus mengikuti apa yang di katakan kedua orang yang dari kemarin menyekapnya.
" Saksi siap bos..." Abhi kini menghubungi Zac ketika melihat saksi memang sudah selesai dengan penampilannya.
"...."
" Baik bos..." Panggilan itu pun terputus dengan segera.
" Jangan macam macam jika kau macam macam ku pastikan kau dan seluruh keluarga mu akan kami hancurkan tanpa sisa..." Ancaman Suhu dengan menodongkan pisau tepat di tengah leher saksi tersebut.
Orang itu hanya menelan ludahnya dengan kasar ketika ancaman itu tidak main main, saksi itu kini mengangguk pasrah ketika sebuah foto ada di depannya yang di tunjukan oleh Suhu cantik yang memiliki sikap yang kejam.
" Saya tahu Nona saya tidak akan macam macam saya janji hal itu."
" Bagus."
" Ayo jalan..." Abhi kini mendorong tubuh orang itu dengan kasar hingga hampir tersungkur tapi setidaknya dia masih bisa hidup di banding dia harus di bunuh dan dia hanya di jadikan saksi oleh orang orang tersebut.
Sedangkan Anna kini berpenampilan kacau semuanya terlihat kacau, mata nya kini sembab dan kamarnya bagaikan kapal yang berantakan karena dirinya yang mengamuk tak karuan mulai dari kemarin. Tatapannya penuh dengan rasa kebencian, tatapannya kini penuh dengan rasa dendam yang membara tapi dia tak bisa berbuat apa apa selain hanya bis pasrah karena semua bukti menuduh kearah kedua laki laki yang dicintai oleh nya.
__ADS_1
" Aku harus segera datang ke persidangan atau aku harus menemui Maria, aku harus meminta maaf. Siapa tahu dengan aku meminta maaf mereka bisa membebaskan salah satu dari mereka..." Ide itu kini muncul dengan sendirinya di pikiran Maria, dia kini mengorbankan harga dirinya agar salah satu dari mereka kini ada yang keluar dari penjara yang menyiksa nya itu.
Anna kini dengan cepat kini langsung membersihkan dirinya agar dia lebih terlihat segar kini rencananya hanya untuk meminta maaf kepada mereka supaya mereka ada yang bisa keluar dari sana. Anna kini dengan semangatnya dan yakin kini dia melangkah dengan cepat untuk menemui Maria adik yang dia sia-siakan dari dulu.