
" Apa yang kau tutupi dari ku Vio?" James yang dari tadi duduk di sisi ranjang kini menatap istrinya dengan tatapan penuh selidik.
" Apa yang kau lakukan di sini?, keluar!" Violet kini menekan kata kata nya mengusir laki laki yang tetap duduk di sana.
Mata James kini memperhatikan tangan Violet yang dari tadi sibuk menutupi sesuatu yang ada di lehernya itu. Violet kini memutuskan tatapan itu dengan segera, dia tau suaminya sedang menatap dirinya dengan penuh selidik.
Violet kini berjalan menuju lemarinya mencoba cepat mencari bajunya untuk menutupi semuanya. Tapi Violet tak tau bahwa suaminya kini dengan cepat berjalan menuju ke arah dirinya.
" Apa yang kau lakukan..." Violet meninggikan suaranya ketika tangan itu mencengkram lengannya dan membalikan tubuhnya dengan kasar agar mereka berhadapan.
Matanya kini menatap tanda kecil yang bertebaran di leher wanita itu. Tangannya kini mengangkat dagu Violet dan dengan cepat Violet menghempaskan tangan itu dengan kasar.
" Diam jangan sampai aku berbuat kasar lagi dengan mu..." Ancamnya.
Violet kini hanya bisa pasrah ketika tangan itu kembali mengangkat dagunya. Mata James kini melotot dengan sempurna ketika benar benar melihat dengan jelas tanda kemerahan yang ada di leher jenjang istrinya.
Violet hanya bisa memejamkan matanya ketika dia yakin James bisa melihat jelas sekarang.
Plak!! satu tamparan kini melayang cukup keras ke pipi wanita itu. James kini mencengkram kedua pipi Violet dengan kencang.
" Siapa yang melakukan ini kepada mu Ha?, siapa?" James kini meneriaki dirinya dengan kencang membuat Violet hanya bisa memejamkan matanya bahkan tak mau membuka suaranya sama sekali.
James yang tak mendengar jawaban dari istrinya kini malah geram dia menarik tangan istrinya membanting tubuh Violet dengan sedikit kasar ke arah kasur.
" Apa yang kau lakukan James..." Violet kini gugup di ketakutan dia tak ingin di sentuh oleh laki laki ini.
" Kau bercumbu dengan laki laki lain tapi kau tak ingin melayani ku yang sebagai suami mu!, apa kau menjadi ******* di luar sana..." James kini membuka bajunya memperlihatkan tato yang bersarang di perutnya.
__ADS_1
" Jangan macam macam Jam, aku bisa berteriak dan minta tolong..." Violet kini mundur seketika, wajah ketakutan kini tak bisa di pungkiri.
" Berteriak lah orang orang di sini akan membiarkan kita menjadi satu kembali setelah berapa tahun kau tak ingin aku sentuh..." Wajah Brengse* dari James kini membuat Violet sungguh ketakutan dia masih ingat betul seperti apa perlakukan James kepada dirinya sewaktu mereka melakukan hubungan badan.
" Jangan macam macam James, Awww..." Violet kini tak bisa berkutik ketika kakinya kini di tarik oleh James dengan kasar.
James kini menarik kasar handuk itu memperlihatkan benda kenya* yang juga memiliki tanda banyak di seluruh keduanya. James kini hanya bisa menahan amarahnya dia tak bisa membayangkan bahwa istri nya melakukan hal seperti ini.
" Kau memasang harga tinggi untuk ku, tapi kau menjadi ******* di luar sana..." Ujarnya dengan kecut ketika menatap tanda kemerahan yang banyak di kedua milik istrinya.
Plak!! Plak!! dua tamparan yang langsung melayang keras di kedua pipi Violet membuat Violet hanya bisa menangis dia tau suaminya pasti akan melakukan hal ini.
" Siapa yang membuat ini kepada mu?" James kini masih duduk di atas tubuh Violet dia masih mencengkram kedua pipi nya dengan kasar.
Violet tak mau menjawabnya dia tetap dengan pendiriannya dia tetap diam seribu bahasa dia tak akan membuka suaranya.
James kini menjadi geram karena Violet hanya bisa diam dan tak mengatakan apapun.
" Kau tak ingin bicara?, baiklah..." James kini segera turun dan Violet yang ingin bangkit kini di tahan. James berjongkok di bawah Violet menggoda area sensitif wanitanya dengan mulutnya. " Dia melakukannya juga di sini?, seperti ini..." Violet berusaha keras melepaskan dirinya dari serangan laki laki yang kini bermain main di bawah nya.
Violet kini menarik kepala James menjambak nya dengan kencang, Violet kini menendang wajah James dengan kencang hingga membuat laki laki itu terpental dan tersungkur di lantai.
Violet dengan cepat membenarkan handuknya dan segera berlari. James yang melihat wanita itu berlari dia menarik kakinya hingga membuat Violet terjatuh juga di lantai.
" Kau tak bisa lari dari Violet..." Katanya dengan menahan rasa sakit kepada wajahnya.
" Lepaskan aku Jam, lepaskan aku..." Violet kini menggunakan kaki satunya dengan kembali menendang wajah James.
__ADS_1
" Auw..." Teriakan kesakitan pelan ketika wajahnya kembali di tendang cukup keras.
Violet kini dengan cepat bangun dari segera lari dari kamarnya, dia berlari dengan tetap memakai handuknya. Violet kini masuk dengan kasar ke kamar putrinya.
Bruak!! Violet kini cepat masuk dengan segera menutup pintu dan mengunci pintu kamar putrinya. Sang pengasuhnya yang masih terjaga kini sedikit terkejut melihat Nyonya nya yang berlari dengan berantakan.
" Nyonya anda tak apa?" Sang pengasuh kini dengan cepat menghampiri Violet yang masih bersandar di pintu dengan mengatur nafasnya yang terasa sesak. Violet kini mengangguk pelan dengan mengusap air matanya yang terus mengalir.
" Nyonya pasti di pukuli lagi oleh Tuan James?, kenapa anda tak pernah melaporkan Tuan Nyonya?" Semua orang yang ada di sana selalu mengetahui bahwa rumah tangga bos nya sedang tak baik baik saja, ada kekerasan yang ada di sana.
" Violet buka.. Violet..." Gedoran pintu yang keras membuat mereka berdua terkejut bukan main, Violet kini ketakutan jika putrinya terbangun dari tidurnya.
" James jika kau tak pergi dari depan pintu kamar ini, ku pastikan nama mu akan berada di berita pagi ini..." Untuk pertama kalinya Violet berani mengancam laki laki kasar itu.
" Kau mengancam ku?"
" Aku tak mengancam mu, kau pikir aku main main dengan ucapan ku. Aku tak peduli jika Angel tau seperti apa Papa kandungnya yang seperti iblis ini. Aku tak peduli dengan mental Angel sekarang karena dia bukan anak ku, dia anak mu..." Dadanya sesak ketika mengatakan bahwa Angel bukan anaknya.
Memang benar Angel bukanlah putri kandungnya melainkan putri dari James dan mendiang kakak nya yang meninggal ketika melahirkan Angel. Pernikahan Turun ranjang pun di sini terjadi dan tak ada yang mengetahui sifat kasar dari James.
" Kau sekarang lolos dari ku Violet, tapi tidak untuk besok. Ku pastikan kau akan membayar ini semua..." Violet bernafas lega setidaknya dia bisa selamat untuk malam ini.
" Nyonya Tuan sudah pergi aku rasa..." Sang pengasuh kini mencoba menempelkan telinga nya dan mendengar langkah kaki dari Tuan nya pergi.
" Angel tidak mendengar apa yang aku katakan bukan?"
" Sepertinya tidak Nyonya, dia masih tertidur..." Violet bernafas lega setidaknya gadis kecil itu tak mendengar semuanya.
__ADS_1