Wanita Nakal

Wanita Nakal
Season4_ Ex Husband Is Broken_ Kenangan


__ADS_3

Apa yang kita lakukan hari ini pasti suatu saat akan hanya menjadi kenangan bagi orang orang sekitar kita.


Karena kita tak pernah tahu apa yang sedang menunggu di depan sana,


Setiap hari berbahagialah dengan orang sekitarmu karena kenangan yang manis yang akan mereka punya ketika kita pergi.


.


.


.


Pagi ini Sarah dan Amel terbangun dari tidurnya dengan rasa bahagia, mereka bersemangat untuk segera menyelesaikan urusan mereka di pagi ini. Mereka dengan semangat segera selesai dengan urusan pagi mereka.


" Amel kau sudah siap?" Teriaknya sang kakak ketika dia sudah berada di ruang tamu sedangkan sang adik masih berada di dalam kamarnya.


" Sebentar kakak..." Jawabnya juga sama hal nya yang berteriak juga.


Sedangkan Amel kini masih menempelkan ponsel nya di pipi dengan dia yang dari tadi hanya bisa tersenyum menanggapi seorang yang berbicara di ujung telfon.


" Baiklah kalau begitu kau bersenang senang saja dulu dengan kakak mu..." Laki laki itu yang tadi menghubungi Amel menyuruhnya untuk bersenang senang dengan kakak nya.


" Emm.. bolehkah jika aku memakai uang yang ada di kartu mu itu? maksud ku hanya beberapa uang tak akan banyak?" Amel merasa tak enak hati ketika dia harus bertanya masalah uang yang ada di kartu nya sang laki laki yang telah di berikan kepada nya.


" Astaga Angel kenapa harus kau bertanya seperti itu, kartu itu memang untuk mu sayang, pakailah sesuai kebutuhan mu, jika perlu aku akan menambahkan nya lagi."


" Tidak!" Tolaknya dengan tegas. " Jangan maksud ku, aku yakin ini saja cukup bahkan lebih dari kata cukup. Aku dan kakak ku tak mungkin habis uang sebanyak itu."

__ADS_1


" Baiklah jika begitu, nanti jika kamu butuh apa apa lagi hubungi aku..." Pintahnya.


" Terima kasih."


" Jangan formal kepada calon suami mu ini nona..." Perkataan laki laki itu membuat wajah ayu Amel langsung memerah seketika.


Blush!! kedua pipi itu langsung memerah seperti tomat. Dia malu dan campur senang. Hatinya saat ini sungguh berbunga bunga, jika mereka bertemu dapat di pastikan Amel akan menyembunyikan wajahnya di bawah bantal atau di bawah selimut tebal.


" Kenapa kau diam? apa kau tak percaya bahwa aku akan menjadi suami mu?"


" Aku percaya!" Jawabnya dengan menahan senyum malu nya. " Baiklah calon suami ku segera pulang dan segera temui kakak ku agar kita bisa menikah."


" Aku akan segera menyelesaikan urusan ku dengan segera, dua hari aku akan segera pulang dan menemui kakak mu."


" Baiklah aku akan menunggu nya."


" Ya sudah kamu hati hati dan jaga dirimu, jika ada apa apa segera hubungi aku dan satu lagi jangan sungkan memakai kartu itu."


" Hem.." Sambungan telfon itu pun terputus dengan segera. Rasa senang serta rasa berdebar kini kembali di rasakan oleh Amel.


Dia hanya menutup wajahnya dengan senyum yang lebar, wanita mana yang tak tersanjung dengan apa yang telah di dengar oleh dirinya. Mendapatkan laki laki yang sangat menginginkan nya adalah impian setiap wanita.


Amel hanya menggeleng dengan tersenyum mencoba menghapus bayangan laki laki itu dari mata nya. Amel kini segera berdiri dan keluar menemui sang kakak yang sudah menunggu di ruang tamu.


Sedangkan laki laki itu juga menatap ponselnya yang ada sebuah foto wanita yang saat ini tengah dia rindukan. Laki laki itu tersenyum seperti bunga mekar yang begitu indah di wajah nya. Ketampanannya sungguh bertambah ketika senyumnya semakin lebar.


" Aku yakin kau sekarang sedang menahan malu di sana Angel, aku tak sabar ingin segera pulang dan segera melamar mu..." Ucapnya dengan mengusap foto yang ada di layar ponselnya.

__ADS_1


Jantungnya berdebar tak karuan, semakin dia tersenyum membayangkan wajah ayu wanita itu semakin membuat debaran itu semakin terasa. Debaran yang sungguh indah dia rasakan.


" Inikah yang orang lain katakan, bahwa aku sedang jatuh cinta dengan Angel. Apa benar aku jatuh cinta?" Katanya dengan menyentuh dada nya.


" Jangan permainkan perasaan wanita karena ibu kita wanita..." Timpal wanita yang masuk ke dalam ruangan laki laki itu.


" Tak sopan! tak bisakah kau ketuk pintu dulu jika masuk ke ruangan rapat..." Laki laki itu langsung meletakkan ponselnya di saku jas nya.


" Kau yang tak mendengarnya, aku sudah berulang kali mengetuk nya tapi kau yang tak mendengar ku..." Wanita itu merasa kesal karena laki laki yang ada di depannya ini malah marah marah.


Laki laki itu tak menjawabnya dia hanya meliriknya dengan tatapan dingin nya.


" Cih!! laki laki aneh. Kau yang salah kau yang marah. Aku yakin wanita yang mencintai mu itu adalah wanita yang tertutup cinta dia tak tahu saja jika laki laki yang dia cintai sangat dingin seperti mu."


" Tutup mulut mu! jangan banyak bicara sebaiknya kau diam dan siapkan materi yang akan kau jelaskan kepada kita hari ini. Awas saja jika kau gagal, akan ku potong gaji mu dan kau tak akan mendapatkan libur sama sekali dari perusahan..." Ancamnya.


" Tapi sayang nya aku gak takut sama ancaman mu itu."


" Dasar kau ini!" Laki laki itu hanya geleng geleng kepalanya ketika mendengar wanita yang ada di sebelahnya ini berani melawan dirinya yang bos nya sendiri.


Rasa senang nya tadi kini tiba tiba hilang ketika ada wanita yang mengajaknya berdebat tentang semuanya. Bahkan wanita itu yang hanya sebagai staf nya malah tak memiliki ketakutan ketika dia dengan berani melawan apa yang telah di katakan oleh dirinya.


Sedangkan wanita itu merasa kesal pada bos nya itu, apapun yang dia lakukan malah tak membuat bos nya memecat nya. Dia yang sudah bosan ada disini selalu membantah apa yang di katakan oleh bos nya agar dia di pecat dari perusahan tapi nyatanya sang bos hanya diam dengan tetap menyentuh dadanya menahan diri agar tak marah.


*Kenapa si bos ini tak memecat ku saja, maka aku akan senang keluar dari sini. Padahal aku sudah selalu bersikap kurang ajar tapi tetap saja aku tak di berikan surat peringatan ataupun surat apa yang membuat ku senang. Batin wanita ini yang menatap bosnya dengan pandangan aneh.


Ya Tuhan aku sudah tak kuat bersama dengan laki laki dingin ini. Sambungnya dengan berdoa agar dia bisa di pecat dan keluar dari sini*.

__ADS_1


" Apa yang kau pikirkan heh?, kau berharap aku memecat mu?, jangan harap aku akan memecat mu."


Wanita itu hanya mengepalkan tangan nya yang ada di bawah meja dengan hati yang benar benar marah. Tapi dia tak bisa berkutik ketika beberapa orang sudah masuk ke tempat rapat tersebut.


__ADS_2