
Sarah menyeka air matanya menatap nama dan sebuah alamat yang dia temukan di kasur adiknya. Alamat asing yang tak pernah dia tau, kini membuat wanita cantik itu bertanya tanya dalam benaknya.
Siapa, tempat apa ini, alamat siapa
Segala pertanyaan yang ada di benaknya kini membuat pikirannya menjadi kacau, dia melirik jam ternyata masih belum terlalu malam jika dia pergi ke tempat ini.
Sarah berjalan keluar dan memilik masuk ke dalam kamar nya, dia menatap dirinya ke cermin semuanya berantakan tak karuan, dia seperti orang gila. Wajahnya lesu rambutnya berantakan matanya merah.
Sarah memilih masuk ke dalam kamar mandinya membersihkan dirinya dengan segera. Tekadnya untuk datang ke tempat di mana dia harus tau segala urusan adiknya selama hidup.
Sarah berpikir bahwa dia akan menemukan petunjuk siapa yang menjadi dalang di mana adiknya meninggal seperti itu. Kali ini dia tak akan percaya dengan para police karena mungkin police akan menyembunyikan kebenaran nya.
" Aku harus bergerak sendiri mencari tau semua kebenaran di balik meninggal nya Amel. Aku rasa ini ada sangkut paut nya dengan nama orang ini..." Dialog nya sendiri dengan dia yang menatap dirinya di cermin.
Sarah yang sudah selesai dengan urusan dirinya kini dia memberanikan diri mencari tau semua kebenaran yang ada. Dia membulat tekad nya untuk mencari tau semuanya dengan cara nya sendiri.
Sedangkan Bryan dan beberapa orang yang lain kini masih berduka, kedatangan Angel yang hanya sebentar tapi membuat kesan duka yang mendalam bagi semua orang yang ada di sana. Duka itu masih menyelimuti lingkungan malam, semuanya masih banyak terdiam merenungi duka yang ada di hati mereka semua.
Antoni yang selama ini selalu mengintai dia dari jauh masih merasa tak percaya bahwa wanita itu meninggal begitu cepat. Luka yang sangat dalam kepada otaknya mampu membuat nyawa wanita itu melayang.
Antoni yang waktu itu masih memantau dari kejauhan ketika kedua wanita berada di taman bermain mengikuti keberadaan nya di mana pun, tak ada hal yang mencurigakan apapun, tak ada yang ganjal dalam apapun.
" Antoni apa kau tak memiliki kecurigaan kepada siapa saat kamu masih memantau mereka kemarin?" Bryan kini masih ingin mencari tau siapa dalang di balik ini semua.
" Entahlah Sir tapi aku rasa tak menemukan apapun yang mencurigakan kemarin. Bahkan aku mengikutinya sampai mereka masuk ke dalam rumah nya..." Memang benar Antoni yang melihat sendiri wanita itu masuk meskipun pada akhirnya salah satu nya ingin memukulnya.
__ADS_1
" Lalu siapa yang berbuat seperti ini kepada Amel? cari tau siapa dalang di balik ini..." Ujarnya dengan geram dia merasa geram bagaimana bisa seorang wanita di bunuh seperti itu.
" Saya akan menemukan mereka bagaimana pun cara nya Sir."
Di tempat lain Sarah kini turun dari taksi nya menatap alamat yang ada di tangan nya, menatap yang di tujuh adalah tempat yang tak pernah dia pikirkan sebelumnya.
" Tuan anda yakin ini alamat yang saya berikan kepada anda?" Sarah kini kembali masuk ke dalam mobil taksi nya dia tak yakin dengan alamat yang ada di depannya.
" Nona ini memang alamat yang anda cari, dan saya terbiasa mengantar beberapa orang kemari."
" Apa ini tempat semacam dunia malam, diskotik?"
" Astaga Nona silahkan anda masuk dan anda akan tau tempat semacam apa ini."
Sarah menatap ragu ke arah gedung yang terjaga beberapa orang yang berbadan tegap, banyak orang lalu lalang keluar dari sana dengan tubuh yang sempoyongan.
Apa yang kau lakukan di sini Amel, kenapa kau berada di sini, apa sebenarnya yang kau lakukan di sini. Batinnya.
Semua pikirannya bergejolak tak karuan, semuanya berkecamuk menjadi satu. Pikirannya mencari tau apa yang dia lakukan adiknya tapi masih tetap tak menemukan apapun di pikirannya.
Dengan menghela nafas memberanikan dirinya dia kini berjalan menuju ke arah pintu masuk yang di jaga dua orang berbadan tegap. Meskipun jantungnya kini tak karuan berdetak cepat dia tetap bersikap tenang.
" Maaf Nona anda ingin kemana?" Salah satu dari penjaga kini tiba tiba menghentikan langkah Sarah.
Wajahnya yang tadi berusaha tenang kini menjadi gusar dia tak tau ini tempat apa yang dia pikirkan dia harus bisa masuk bagaimana pun cara nya.
" Maaf Tuan saya hanya bersenang senang, apa di sini bukan tempat semacam itu?" Jawabnya dengan gugup.
__ADS_1
Kedua penjaga itu saling bertatapan dengan bingung, kedua orang itu tak pernah melihat wanita yang datang ke sana dengan pakaian yang tertutup seperti Sarah saat ini.
" Apa aku harus membuka baju di sini, agar kalian yakin jika saya ingin bersenang senang di sini."
" Maafkan kami Nona bisa tunjukan kartu anda?" Lagi lagi orang orang itu mencegahnya untuk masuk ke dalam.
Sarah lagi lagi memutar otak dan menghela nafasnya dengan berat bagaimana caranya agar mereka bisa masuk ke dalam.
" Saya mendapatkan kartu ini dari seorang Tuan Bryan Kozan, dan saya sudah di tunggu di dalam..." Sarah mengeluarkan kartu nama yang berwarna Gold yang memperlihatkan nama bos mereka.
Kedua penjaga itu saling bertatapan mereka tau bahwa tak sembarang orang mendapatkan kartu nama Gold dari bosnya.
" Apa perlu saya menghubungi Bryan untuk membawa saya masuk ke dalam?" Sarah kini mengeluarkan ponselnya.
" Maafkan kami Nona, tolong jangan katakan apapun kepada Sir Bryan, silahkan masuk."
Sarah tersenyum tipis ketika kedua orang itu mempersilahkan dia masuk tanpa syarat apapun lagi, dia kini masuk dengan perasan leganya setidaknya tahap pertamanya dia sukses masuk tapi dia tak tau harus menemui laki laki yang bernama Bryan di mana.
Sarah kembali ke arah kedua orang yang berjaga di depan sana, dia yang memiliki ide lain untuk mendapatkan seorang laki laki yang bernama Bryan.
" Tuan maafkan saya tapi bisakah anda mengantar saya menemui Tuan Bryan, saya terlalu pusing di keramaian ini..." Alasannya dengan pura pura menyentuh keningnya.
" Mari Nona saya antar kan ke ruangan Sir Bryan."
Ruangan, berarti laki laki ini yang memiliki kekuasaan di sini, sekarang aku tau kenapa Amel tiba tiba di culik, ternyata, sial. Batin Sarah dengan geram, pikiran jelek tentang ini semua kini di simpulan sendiri oleh dirinya.
Sarah yang mengikuti langkah orang itu kini menatap tajam ke arah depan, pandangan nya kini sungguh mematikan dia ingin mencari kejelasan tentang ini semua kepada laki laki yang bernama Bryan Kozan.
__ADS_1