
Jennifer langsung berdiri dari duduknya dia panik dengan apa yang di katakan oleh laku laki itu. Steve ikut berdiri mengikuti wanita itu dari belakang, dan Jennifer panik ketika berbalik ternyata Steve berada di belakangnya dengan dekat.
" Siapa diri mu sebenarnya Nona Jennifer?"
Perkataan Steve membuat Jennifer membeku di tempat, dia tak bisa lari dari sana. Tatapan penuh tanda tanya kini seakan membuat jantung wanita berambut pendek itu seperti di hujani pertanyaan. Padahal Steve hanya bertanya sederhana tapi sudah membuat wanita itu bergetar.
" Aku Jennifer, seorang Audit, siapa lagi..." Ucap nya dengan gugup tapi dengan cepat Jennifer menguasai dirinya agar tak kembali gugup.
" Kau yakin hanya seorang Audit?" Sebuah pertanyaan yang sungguh menusuk jantung wanita itu, Steve kini tersenyum miring melihat keterkejutan dari wanita itu.
Jennifer menelan ludah nya kasar, berjalan mundur ketika Steve satu langkah maju. Tapi bukan nya laki laki itu berhenti tapi dia semakin maju, Jennifer juga mundur dengan tatapan mereka yang berbeda. Steve yang menatap Jennifer penuh dengan tanda tanya, sedangkan Jennifer penuh dengan ketakutan.
" Apa yang ingin kau katakan Tuan Steve, aku adalah seorang Audit. Anda pikir aku siapa?" Ucapnya terhenti ketika dia sudah tak bisa mundur ketika punggung nya sudah menabrak dinding yang ada di belakangnya.
"'Jennifer seorang Audit..." Steve berbicara pelan tepat di depan nya. " Siapa bos mu di tempat kerja mu?" Sambungnya lagi dengan kembali bertanya.
Pikiran Jennifer kosong, dia tak bisa konsen semuanya gagal. Dia mengingat nama itu tapi seakan semuanya tak bisa di katakan. Tatapan Steve yang dingin tapi menakutkan membuat semuanya lepas dari pikirannya.
__ADS_1
" Sebenarnya apa yang ingin kau tanyakan. Aku tak mengerti dengan semua ini. Jika kau menyuruh ku datang kemari hanya untuk berkata sampah sebaik nya aku pergi..." Jennifer yang ingin mendorong tubuh laki laki itu tak bisa karena kedua tangan itu kini malah di cekal oleh steve dengan sangat erat.
" Kau tahu apa yang aku tanyakan Nona Jenni, bahkan kau juga tahu siapa bos mu yang aku tanyakan..." Jawabnya dengan tersenyum sinis.
" Kau mungkin orang pintar dalam menganalisis data data tapi kau bodoh jika kau kira aku percaya pada mu begitu saja. Saat ini aku memang belum bisa mengetahui kau siapa tapi kau lihat saja aku akan menemukan identitas asli mu dan nama bos mu secepat nya..." Steve menekan kata kata nya dengan tetap mencekal tangan wanita itu yang ada di dada nya. Bahkan Jennifer sungguh tak bisa memberontak.
" Jika kau curiga pada ku, kau bisa meminta bos mu untuk memecat ku. Tak masalah bagi ku. Katakan pada bos mu untuk memecat ku..." Tantang nya dengan segera. Mungkin dia pikir dengan cara memecat dirinya semua bisa selesai, dia tak ingin membahayakan nyawa nya.
" Kau ingin lari?, tentu saja tidak semuda itu Nona..." Jawabnya. " Kau masuk ke kandang singa dengan sengaja, dan kau tak ingin mengambil sesuatu dari singa itu?, mustahil bukan..." Sambungnya lagi.
" Dengar Tuan Steve yang terhormat aku bekerja di sini karena Tuan mu meminta seorang Audit untuk memeriksa semua data data nya. Aku tak masuk ke dalam sini dengan sengaja. Kau juga tahu aku bekerja di sini mengambil ini, karena gaji dan bonus yang di tawarkan bos mu lumayan untuk menunjang hidup ku beberapa tahun. Aku tak ingin menolak uang yang di tawarkan bos mu untuk jasa jasa ku..." Jennifer berkata dengan mencoba tenang, dia ingin menetralkan jantung nya yang hampir ketahuan saat ini. Dia tak mungkin mengakui semuanya.
" Apa kau pikir aku bodoh tak menyelidiki siapa orang yang bekerja di sekitar bos ku?" Jennifer yang tadi dengan rasa percaya diri melawan Steve karena laki laki itu yakin belum mengetahui dirinya kini kembali di buat terkejut.
" Menyelidiki?" Jennifer mengulangi kata kata yang membuatnya menelan kepahitan lagi.
__ADS_1
" Nona Jennifer ku katakan sekali lagi, jangan main main dengan ku. Karena aku tak segan segan melukai siapapun yang berani menyentuh bos ku, apalagi membuat kekacauan di sekeliling bos ku. Aku tak peduli kau wanita atau kau laki laki. Aku tak peduli dengan jasa jasa mu selama ini..." Steve menekan setiap peringatan yang sengaja dia lontarkan kepada wanita itu.
" Sekali kau masuk ke dalam kubangan ini, ku pastikan kau tak bisa keluar selain kau mati..." Sambungnya dengan mimik wajah serius.
" Jika kau tetap ingin menyentuh bos ku, kau akan tahu bagaimana aku melindungi bos ku. Bagaimana hukum ala asisten membalas orang yang melukai bos ku. Kau paham..." Sambungnya dengan melepaskan cekalan tangan itu.
" Jika kau keberatan aku ada di sekitar bos mu, katakan padanya untuk memecat ku atau aku siap untuk mundur dari jabatan ku sekarang..." Jennifer tak ingin melanjutnya dia ingin mundur dari ini semua. Dia tak ingin mati konyol karena perbuatannya.
"Kau tak akan bisa keluar dari. Sudah ku katakan hanya jika kau mati kau keluar dari sini. Dan satu lagi..." Ucapannya terhenti ketika mata mereka saling bertatapan. " Aku akan menemukan siapa dirimu dan bos mu dalam waktu dekat. Siapkan jantung mu karena permainan akan segera di mulai..." Sambungnya lagi.
" Aku tak mengerti dengan apa yang kau katakan Tuan Steve, permainan apa?, bahkan aku di sini hanya untuk bekerja dan kau selalu mengikuti di mana aku berada. Dan kau masih menuduh ku melakukan permainan..." Jennifer kini kembali memainkan drama nya, dia tak ingin ketahuan sekarang dan di sini. Jika dirinya sudah keluar dari ruangan ini ketahuan pun tak masalah bagi nya.
" Ayolah Nona Jenni jangan bermain main dengan ku, sekuat apapun kau menyembunyikan permainan mu dapat ku pastikan aku bisa membongkarnya. Jadi stop sandiwara mu dan katakan siapa diri mu..." Steve tentu saja tak tinggal diam sampai di situ dia ingin mendesak wanita itu. Dia ingin tahu siapa wanita yang ada di depan nya itu.
" Aku bukan penyusup seperti yang kau kira, aku adalah Jennifer seorang Audit yang di sewa perusahan untuk menganalisis data data. Jika kau keberatan maka katakan pada bos mu untuk memecat aku dari sini. Aku tak masalah karena aku tak suka bekerja dengan orang yang tak mempercayai ku..." Jennifer menekan kata kata nya dia bisa menantang laki laki itu.
" Baiklah kita lihat siapa yang benar, aku atau kamu. Dan satu lagi yang harus kau tahu..." Steve menghentikan ucapannya. " Jangan jatuh cinta pada ku, karena aku akan meremukkan hati mu menjadi berlipat lipat jika kau benar penyusup di sini..." Steve langsung menjauhi tubuh wanita itu yang dari tadi menenggang.
__ADS_1