
" Aku akan keluar dari rumah ini.." Alex segera berdiri dan mengambil koper nya yang besar.
" Alex kau mau kemana sayang, jangan pergi di saat seperti ini.." Sang ibu tentu mencegah putra nya yang akan keluar dari rumah.
" Jika aku di sini tetap bersama ibu aku akan selalu teringat kepada Cla.." Sang ibu terdiam ketika mendengar penekanan kata kata putra nya. " Aku juga akan teringat bahwa ibu lah yang memisahkan aku dengan nya.." Alex kembali memasukan semua barang barang nya.
" Ibu akan menemui Cla untuk mu, ibu akan memohon agar ibu bisa bertemu dengan nya Alex, tapi jangan pergi.." Air mata ibu nya kini menetes.
" Jangan menanggis bu, karena air mata ibu akan membuat aku susah bernafas.." Seorang anak tentu saja taka akan tega jika melihat air mata ibu nya.
" Maka dari itu jangan pergi di saat keadaan seperti ini."
" Apa yang sebenarnya ibu harapan kan dari ku, jika aku tetap di sini pun kita akan jarang berbicara dan aku akan selalu mengingat apa yang ibu lakukan kepada ku.." Alex menatap ibu nya.
" Alex ibu tahu ibu salah maka maafkan ibu, jika ibu harus memohon kepada Cla ibu akan lakukan asal jangan pergi meninggalkan ibu."
" Jika aku tetap di sini semua nya akan susah aku lupakan bu, semua nya terus berputar putar di otak ku, semua kenangan yang Cla berikan serta perpisahan yang ibu buat masih tergambar jelas di mata ku. Jadi biarkan aku pergi bu."
" Tapi kau mau pergi kemana sayang.." Alex hanya menatap ibu nya, dia terdiam, dia harus tetap pergi untuk menenangkan pikiran nya.
" Ke suatu tempat. Aku tak akan melupakan janji ku untuk mengurus perusahan, tapi aku akan mengurus anak perusahan saja."
__ADS_1
" Jika aku sudah bertemu Cla aku akan pulang.." Alex menyeret koper nya keluar dari kamar, meninggalkan sang ibu yang penuh rasa penyesalan.
Semakin Alex berada di sana semakin membuat Alex marah kepada ibu nya, dia tak akan bisa marah berlebihan kepada ibunya. Bagaimana pun ibu nya adalah orang yang mengandung nya, yang melahirkan nya, serta orang yang membesarkan nya, melawan pun dia tak akan berani. Keputusan nya keluar dari rumah menghindari pertengkaran yang hebat.
***
Dia berusaha tegar menghadapi segala nya, berusaha tetap tersenyum meskipun hati nya terluka. Ikhlas adalah kata yang mudah tertulis tapi untuk melakukan mengikhlaskan seseorang yang dia cintai adalah hal yang sangat sulit di lakukan.
Pertemuan yang menyenangkan kini menjadi perpisahan yang menyakitkan kedua hati manusia yang bisa berbuat apa apa, takdir seakan tak mendukung percintaan mereka.
Kini mereka harus terpisahkan dengan cara yang sungguh melukai hati mereka. Saling berusaha melupakan, saling berusaha bangkit dari rasa terpuruk, saling menerima keadaan meskipun hati nya tak sanggup untuk saling melupakan.
" Ayah aku ingin ke italia.." Permintaan putri nya membuat johan mengalihkan mata nya dari layar laptop nya.
" Aku ingat bahwa ayah pernah berkata bahwa ada anak perusahan yang tak terlalu maju di sana, aku ingin mengelola nya di sana."
Johan berfikir. " Maksud mu CV ANGKASA.." Cla hanya mengangguk pelan.
" Aku akan mengurus nya yah, di sana adalah bidang ku, aku akan menambah EO di sana."
" Kau yakin akan pergi ke sana sayang?"
__ADS_1
" Yah jika aku di sini aku hanya takut Alex akan datang lagi, dan lama kelamaan akan membuat aku lemah, aku akan tetap teguh dengan keputusan ku untuk tak ingin berada di samping Alex.." Kata nya dengan tegas.
" Tapi jika kau di sana, kau bisa di lacak oleh Alex."
" Aku sudah pikirkan semua nya, aku hanya perlu bantuan ayah sedikit tentang hal itu, setelah itu biarkan aku yang melakukan nya."
" Apa yang harus ayah lakukan?"
Cla mengatakan semua rencana nya, sang ayah johan mendengarkan dengan seksama, dia tak memotong apapun yang di katakan putri nya, dia hanya mengangguk angguk pelan, tanda dia menyetujui apa yang di katakan putri nya.
Cla sudah membulatkan rencana nya, untuk pergi dari kehidupan Alex. Dia hanya berharap agar semua rencana nya berhasil.
" Berdamai dengan takdir sayang, ayah yakin semua nya akan baik baik saja.." Sang ayah berkata dengan lembut ketika putri nya mengatakan rencana nya.
" Aku akan berusaha berdamai dengan takdir yah, tapi aku tak pernah percaya dengan cinta,l. Aku akan membentengi hati ku sendiri."
" Serahkan semua nya Kepada Tuhan Cla, Tuhan akan mengatur hidup manusia dengan cara Tuhan yang baik."
" Apapun itu aku akan mencoba menerima nya tapi untuk jatuh cinta kepada laki laki lain aku belum bisa.." Cla mengatakan sebelum ayah nya menyuruh untuk mencari pengganti Alex.
" Apapun keputusan mu ayah akan mendukung nya selagi itu baik untuk kehidupan mu nak."
" Terimakasih ayah.." Cla memeluk sang ayah dengan erat. Jika ayah nya tak ada dia tak tahu harus berbuat apa.
__ADS_1
Meskipun sang ayah adalah ketua dari mafia tapi hati nya selalu lembut jika berhadapan dengan putri semata wayang nya.