Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Kacau 5


__ADS_3

Abhi dan Andre saling melempar tatapan seakan ada ribuan pisau di mata nya.


" Aku tahu kau masih memiliki bos di atas mu..."Perkataan ini membuat Andre hanya tersenyum miring.


Hanya segini yang mereka dapatkan dari ku, ku pastikan kalian tak akan bisa membobol identitas kami.Bati Andre dengan senyum mengejek.


Laki laki bertato itu hanya tersenyum miring ketika police itu mengatakan barusan. Police itu masuk ke dalam ruangan yang gelap itu dengan perasaan yang sangat geram karena laki laki yang duduk menjadi tersangka itu tetap tak gemetar ketika dirinya mencoba memancing nya lagi.



" Kau tak akan bisa menembus kami..." Kata nya dengan senyum mengejek, Andre yakin bahwa kelompok nya tak akan bisa di tembus muda oleh para police ini.


" Kau ternyata sulit kami ajak bicara..." Police itu menyilangkan tangan nya di dada dengan menatap tajam ke arah tahanannya.


" Sebenarnya aku salut pada mu karena hanya kamu perampok yang melindungi teman teman mu dan kamu siap memasang badan untuk mereka, tapi aku tak bisa berlarut larut bangga pada mu. Kau tetap lah perampok yang harus aku singkirkan dari sampah masyarakat..." Sambungnya dengan kata kata yang penuh penekanan.


" Kau tak perlu susah payah bertanya apa yang tak akan mungkin aku jawab. Sekali aku mengatakan tidak maka aku tidak akan membuka semua identitas teman teman ku..." Andre tetap tak akan mengatakan apapun tentang siapa dirinya dan kelompok apa mereka.


" Kau..." Geramnya.


" Maaf Sir, anda di larang menyentuh tahanan ini..." Seorang police yang berada di sana kini memegangi tangan Abhi yang hendak ingin memukul Andre lagi.


" Berpangkat apa kamu menghalangi aku he?" Abhi yang di landa amarah seakan tak peduli dengan bawahannya bahkan dia mendorong tubuh bawahannya hingga dia terdorong ke belakang.



" Maaf Sir tapi saya di perintahkan komandan Excel untuk mencegah anda memukul nya lagi..." Bawahan itu tentu tahu bagaimana sikap pimpinan kriminal itu.


" Omong kosong..." Katanya dengan nada tinggi.

__ADS_1


" Kau police yang sangat arogan, jika borgol ini ingin aku lepas maka aku bisa melepaskan nya dari tangan ku dan menghajar mu. Kekuatan mu tak akan ada apa apa nya dengan kekuatan ku..." Ejek nya.


Bug!! Pukulan di wajah laki laki bertato itu membuat nya mengeluarkan darah nya lagi di ujung mulut nya serta hidung nya.


" Sir..." Bawahan nya itu menahan nya lagi agar pimpinannya tak menyesal.


" Hentikan..." Teriakan dari ambang pintu membuat kedua police itu menatap nya dan Abhi melepaskan tangan nya itu dengan kasar.


Abhi tak percaya bahwa seseorang yang datang adalah orang yang bertatapan sengit beberapa hari yang lalu. Tadi yang menghubungi pengacara yang bernama Albert tapi dia tak tahu bahwa yang dia hubungi adalah pengacara yang dia temui di kemarin dan ada sedikit ada perdebatan sengit di antara mereka.


" Aku akan melaporkan ke atasan mu karena sudah menghajar klien ku seperti ini...." Bariton itu begitu tegas dan langkah sepatu nya sangat nyaring ketika dirinya masuk ke dalam ruangan itu.


" Jadi kau pengacara nya?" Tanyanya dengan tak percaya.


" Tuan Andre kau tak apa?, kau bisa menuntut police arogan ini..." Katanya dengan penuh penekanan.


" Jadi benar bahwa klien mu kemarin adalah gembong mafia yang aku kejar selama ini..." Ucapan Abhi membuat pengacara tampan itu menatapnya dengan tajam.


" Apa maksud mu?" Tanyanya dengan nada pura pura tak mengerti.


" Zac Kozan adalah gembong mafia dan ini adalah salah satu bawahannya..." Tebak Abhi dengan menatap tajam ke arah pengacara itu.


" Ini tak ada sangkut nya dengan tuan Zac."


" Tentu ada karena dia adalah klien mu dan ini juga klien mu mereka masih satu lingkaran yang sama sama gembong mafia..." Abhi nampaknya tak menyerah dia mengejar jawaban dari sang pengacara terkenal ini.


Sang pengacara itu kini tertawa begitu keras tawa nya menakutkan bagi orang yang ada di belakang nya. Albert kini berdiri di depan Abhi dengan menatapnya penuh ketajaman elang yang akan siap mencabik mangsa nya.


__ADS_1


" Apa bukti nya jika tuan Zac adalah gembong yang kau maksud?" Katanya ketika dirinya selesai tertawa.


" Kau menjadi pengacara laki laki ini dan aku yakin ini masih ada lingkaran nya."


" Hanya karena aku pengacara tuan Andre kau mengira klien ku yang satu nya adalah gembong mafia. Baiklah berarti kau menuduh para petinggi yang menjadi klien juga adalah gembong mafia yang juga kau incar. Kemarin aku juga mengurus kasus sengketa tanah milik negara yang di bangun secara tiba tiba oleh sebuah perusahan dan aku memenangkan kasus itu, apa mereka juga gembong mafia..." Abhi tak bisa berkata,dia bungkam seribu bahasa dia tak bisa mengatakan apapun kali ini.


" Kenapa kau diam, tadi kau mendorong ku, sekarang giliran aku mendorong mu kau diam tak ingin maju, kau takut he..." Albert kini menatapnya dengan penuh mengejek, dia menang di awal perdebatan dengan police yang mencurigai nya.


" Boleh aku minta waktu sebentar dengan klien ku, aku ingin tahu apa yang terjadi..." Abhi hanya menghela nafas nya kasar sebelum akhir nya dia keluar dari sana.


Albert nampaknya cukup lega karena police akhir nya mengalah untuk pergi, jika tidak dapat di pastikan bahwa mereka akan adu otot untuk saling menyerang perdebatan atau adu jotos di sana.


" Police itu memang arogan dan kau harus hati hati dengan nya, salah bicara sedikit saja dia akan mengejar mu..." Andre mengangguk mengerti apa yang di katakan oleh teman nya itu.


" Kemarin aku berdebat dengan nya masalah Zac juga tapi sekarang dia kembali mengejar ku, tak apa. Aku senang meladeni police arogan itu..." Sambungnya dengan duduk di sebelah Andre.


" Bagaimana mereka?" Andre segera bertanya berbisik ketika Albert duduk di sana.


" Semua nya sudah di urus, kau tenang saja. Mereka mungkin sudah ada di tempat persembunyiannya..." Balas nya dengan berbisik.


" Singa titip pesan kata nya dia tak akan mengirimkan apa yang kau mau, dia tak akan tega melakukan itu, jadi jangan bodoh berpikir hal yang tidak tidak..." Katanya dengan tegas.


" Aku tahu singa kita akan bertangung jawab..." Senyum tipis di bibir nya kini mengembang.


" Kami akan mencari cara agar bisa keluar, kau paham maksud ku?" Andre mengangguk mengerti apa yang di maksud dengan pengacara itu.


Andre bisa mengandalkan apapun kepada mereka. " Kau harus hati hati kepada police tadi..." Bisik nya dengan berbarengan Abhi masuk ke dalam sana.


Mata mereka saling bertabrakan dengan tatapan yang begitu tajam, tatapan yang seperti akan menusuk jantung nya.

__ADS_1


__ADS_2