
Abhi yang dari tadi berada di dalam ruangan nya bersama tim nya, fokus dengan rencana yang akan mereka susun dan menyiapkan mata mata untuk dia sebar dengan segera. Rapat rahasia yang selalu Abhi lakukan ketika dia akan mulai dengan pengeledahan atau membongkar sindikat yang tengah dia incar.
Ketokan sebuah pintu yang membuatnya menghentikan rencana itu, Abhi kini menatap komandan nya yang masuk dengan wajah yang menahan amarah yang meledak.
" Rapatnya kita tunda nanti..." Abhi membubarkan semua tim nya untuk segera meninggalkan ruangan nya.
Dia tahu wajah komandan itu kini tengah menahan amarahnya yang sudah memuncak seperti nya.
" Silahkan duduk komandan..." Basa basi nya dengan lembut.
" Tidak perlu kau bersikap lembut pada ku..." Jawabnya dengan sinis. " Aku tahu kau yang mengatakan kepada Komisaris bahwa aku akan membuat kesepakatan dengan para FBI untuk bekerja sama untuk membongkar sindikat narkoba itu..." Komandan Antoni langsung menyemburkan kemarahannya kepada laki laki tegap itu.
Abhi kini mengerti kenapa laki laki tua itu kini tiba tiba datang dengan wajah merah karena amarahnya, dia hanya menyembunyikan senyumannya itu.
" Aku tak mengerti maksud anda..." Elaknya dengan mengangkat bahu nya acuh.
" Jangan pura pura kau tak tahu apapun Sir Abhi, aku tahu kau yang mengatakan semua rencana ku kepada Jendral..." Tuduhnya lagi dengan nada tinggi.
" Dengar komandan Antoni, saya tak tahu apa yang anda katakan dan saya juga tak mengatakan apapun kepada Jendral tentang rencana mu untuk menggabungkan FBI dengan tim ku untuk membongkar sindikat ini. Jadi jangan asal menuduh ku sembarangan..." Abhi juga tak kalah tinggi suaranya, dia memang tak mengatakan apapun kepada Jendral nya itu.
" Turunkan nada bicara mu, kau tak sopan meninggikan suara mu dan melotot menatap ku, aku komandan mu..." Bentaknya kepada Abhi.
Abhi tersenyum kecut mendengar apa yang dia katakan, bahkan Abhi tak takut sama sekali, dia malah menatap komandan nya itu dengan tatapan menantang.
" Kau pikir saya takut dengan mu?, tidak. saya tak peduli dengan siapa saya bicara, jika orang itu tak bisa menghargai saya dan tim saya, maka saya akan melawan nya meskipun itu anda, komandan saya sendiri..." Ucapnya dengan tegas dan tatapan yang tajam.
__ADS_1
" Kau dulu sangat terkenal dengan ambisimu yang ingin menangkap semua mafia dan membongkar semua kejahatan yang bersangkutan dengan para mafia, tapi sekarang seperti nya ambisi mu itu lenyap. Kemana ambisi mu?, apa para mafia itu sudah berhasil membeli mu?" Katanya membuat Abhi geram, dia mengepalkan tangan nya untuk meninju komandan tua yang baru menjabat kemarin.
" Membeli ku?, jika saya sudah di beli oleh para mafia itu, sudah saya pastikan kau yang tak jadi komandan saat ini, tapi saya yang akan menjadi komandan..." Katanya dengan tak kalah sinis.

" Kau baru kemarin menjabat menjadi komandan kriminal, tapi gaya mu seperti orang yang sudah sangat lama mengenal para tim yang ada di sini..." Sambungnya dengan menatap laki laki tua itu.
" Jika kau ingin menangkap sindikat itu, maka kita harus bekerja sama dengan para FBI, mereka akan membantu kita. Aku yakin dengan kita bekerja sama dengan mereka tak akan butuh lama untuk kita menemukan para orang orang itu..." Komandan itu tetap ingin FBI membantu nya, membongkar semua sindikat yang ingin mereka tangkap.
" Dengar Komandan Antoni yang terhormat, tanpa bantuan FBI selama ini saya masih bisa membongkar sindikat ini. Selama saya menjadi pimpinan di tim ini saya selalu berhasil membongkar semua kejahatan yang ada di meja saya, bahkan tanpa ada FBI sekali pun..." Ucapnya dengan penuh penekan.
" Kau terlalu sombong..." Katanya dengan menatap tajam ke arah police muda itu.
" Dari dulu aku memang angkuh dan sombong..." Jawabnya dengan ketus.
" Tidak, saya tidak akan menyetujui apa yang anda katakan. Jika anda tetap kekeh dengan apa yang anda katakan maka katakan sendiri kepada Jendral..." Katanya dengan menatap menantang komandan nya.
Komandan Antoni itu menatapnya dengan tajam dengan rasa kesal, dan kemudian meninggalkan ruangan itu dengan rasa kesal. Abhi menatap nanar komandan nya yang meninggalkan ruangan nya.

" Bos hari ini saya bicara dengan pimpinan Abhi..." Perkataan Steve membuat Zac melihat nya.
" Untuk apa ?" Tanyanya dengan menatap asisten itu.
__ADS_1
Steve kini menceritakan semua nya apa yang di katakan oleh Abhi kemarin, mengatakan apa yang di minta bantuan oleh laki laki itu, Zac kini tersenyum penuh kemenangan bahwa rencananya menarik kakak ipar ke dalam dunia gelap telah berhasil dan seperti nya kakak ipar itu siap menjadi tameng tim nya.
" Rencana kita berhasil bos?"
" Lakukan apa saja yang dia butuhkan. Sebenarnya ini terlalu cepat jika dia ingin menjadi tameng dia kelompok kita, tapi aku senang karena kakak ipar cepat memutuskan apa yang menurutnya baik..." Zac kini tersenyum senang setidaknya kakak ipar itu tak akan marah padanya jika mengetahui siapa pimpinan mafia itu. Selama ini Abhi memang tak tahu siapa pimpinan yang selalu di panggil dengan Singa, bahkan Abhi juga belum tahu nama kelompok para mafia itu. Yang dia ketahui hanya Andre dan beberapa tim kejahatan dan Suhu cantik itu.
" Bos saya memiliki rencana agar Abhi benar benar tak bisa berkutik dan tak bisa keluar dari dunia kita."
" Apa rencana mu?"
" Aku ingin menjodohkan Abhi dengan Suhu itu..." Perkataan nya membuat Zac melongo tak percaya.
" Kau gila, jika rencana mu ini di dengar oleh Suhu kau bisa di hajar oleh dia, kau pikir Abhi suka dengan wanita yang penuh tato itu..." Zac tak tahu apa yang di lakukan kakak iparnya itu.
" Bos suhu sekarang ada di rumah Abhi."
" Ha...?" Zac tak menyangka dengan apa yang di katakan oleh asisten nya itu. " Kau mengatakan apa?" Sambungnya.
" Suhu di sana bos, bersembunyi di rumah Abhi, bahkan Abhi yang menawarkan nya. Ini sebenarnya juga ide dari Andre karena Andre bisa melihat bahwa Abhi memiliki ketertarikan dengan Suhu kita. Tapi jika anda tak percaya anda bisa menguji mereka..." Zac sungguh tak percaya dengan apa yang di katakan oleh asisten nya itu.
Zac hanya terdiam dia tak yakin bahwa kakak iparnya itu memiliki ketertarikan dengan wanita yang bertato itu. " Jadi kakak ipar tahu siapa Suhu sekarang?" Tanya.
" Iya bos.. Abhi tahu semuanya."
Perkataan Steve membuat Zac menepuk jidatnya karena merasa semuanya akan segera terbongkar.
__ADS_1
" Jika begitu, aku akan segera mengatakan siapa aku kepada kakak ipar..." Steve mengangguk mengerti apa yang akan terjadi.
Bersambung besok ya mak 🤭 Zac mau mengaku kalau dirinya sebenarnya adalah...? 🤣🤣🤣