Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Pengobatan 3


__ADS_3

Gusman yang masih setia ada di dalam kamar adiknya yang sedang menunggu adiknya menyelesaikan mandinya. Gusman tampak gusar dia tak tau harus bagaimana mengatakan tentang dokter nanti yang datang ke sana.


Gusman kini juga tak mengerti kenapa adiknya melupakan apa yang terjadi kepada dirinya kemarin, James seakan lupa bahwa dirinya kemarin yang tengah di sekap. Dia yang mengatakan tadi kamar itu berantakan karena ulahnya yang bertengkar dengan Violet.


Hati mana yang tak sakit melihat adik satu satunya seperti itu, hati mana yang tak terluka melihat adiknya seakan melupakan kejadian sebelumnya dan kembali normal seperti tidak ada terjadi apapun.


Ceklek!! suara pintu kamar mandi kini terbuka dengan bersamaan orang orang nya selesai membersihkan kamar tersebut. Semuanya kini terlihat segar, siapa yang mengira laki laki tampan yang badannya sedikit di penuhi tato itu kini tengah mengalami sakit.


" Bos anda masih di sini?" James kini berubah menjadi formal ketika bicara, dia kembali dengan dia yang menjadi bawahan.


Gusman tambah bingung dengan keadaan seperti ini. " Apa ada masalah Bos?" Tanyanya lagi.


" Apa aku tidak boleh datang menemui adik ku?, aku rasa kita lama tak mengobrol."


James tertawa pelan dan menghampiri kakaknya dengan gerakan pelan dia memeluk sang kakak yang begitu sangat dia sayangi.


" Aku merindukan mu, kau tau kita jarang memiliki waktu seperti ini. Harusnya aku segera pulang ke rumah, Violet dan Angel pasti sudah menunggu ku..." Pelukan itu terlepas begitu saja.


" James bisakah kau tinggal di sini dulu, ada hal yang harus aku bahas dengan mu."


" Baiklah Kakak, karena aku adik yang baik hati maka aku akan tinggal di sini untuk mu."


Gusman kini diam dia membisu dengan memikirkan bagaimana cara nya untuk mengatakan semuanya. Dia harus begitu hati hati karena ini akan memancing emosinya.


" Kenapa diam?, apa yang kamu pikirkan?"

__ADS_1


" James maafkan aku, tapi kita memang harus membahasnya..." Mereka kini saling berpandangan dengan wajah mereka yang memerah.


" Nanti akan ada Dokter memeriksa mu, kau harus turuti apa yang Dokter nanti."


" Dokter?, apa aku sakit kenapa harus ada Dokter yang memeriksa ku?"


" James apapun penyakit mu kau harus sembuh, bukan demi siapapun tapi demi kamu sendiri yang harus kau sembuhkan. Ingat Jam kita semua ada di sini."


" Tunggu Kak, aku tak kenapa kenapa aku sehat aku baik, kenapa harus ada Dokter?"


Gusman berhembus kasar lagi dia mencari kata kata yang tepat untuk mengatakan agar laki laki di depannya ingat tentang semua penyakitnya.


" James apa kau lupa kau menyiksa Violet di malam pertamanya?, apa ku juga lupa kau selalu bersikap kasar kepadanya dengan sering menghajarnya?"


Perkataan sang Kakak kini malah membuat laki laki itu terdiam dengan memengang kepalanya, dia perlahan lahan ingat semuanya yang ada di memori nya. Tangisan serta penyiksaan itu nini teringat jelas di kepala laki laki itu.


Dia juga ingat bahwa Violet tak mau di sentuh olehnya karena siksaan yang pertama kali dia lakukan. Tangisan dan Rintihan itu kini terdengar jelas di telinganya.


" Kau ingat sekarang?, Dokter itu yang akan menerapi mu."


James kini berdiri dengan emosi dia menatap Kakak nya dengan amarah yang benar benar tak bisa di kontrol, matanya merah melotot.


" Violet di mana, dia pasti kabur bukan?, dia yang menceritakan kepada mu tentang semuanya kan?" James kini berteriak dia yang akan lari kini di hadang oleh sang Kakak.


" James tidak jangan pergi, biarkan Dokter mengobati mu, Kakak mohon. Jangan kejar Violet biarkan dia mencari kebahagian nya sediri tanpa mu, dia tak bahagia bersama mu dia mencintai laki laki lain, bangun dari tidur mu, lihat ke depan dia bertahan tujuh tahun menghadapi mu yang seperti ini sudah cukup untuknya, sekarang biarkan dia bahagia dengan yang lain, dan kamu fokus dengan kesehatan mu..." Teriaknya dengan kencang.

__ADS_1


James seakan mencerna apa yang di katakan oleh Kakaknya, dia diam membisu dengan pemikirannya tak ada yang tau. Kali ini Gusman menyentuh lengan adiknya.


" Dia berhak bahagia dan kau pun juga berhak bahagia, tak bisakah kau lihat kalau kalian sama sama tersiksanya?, jika dia mencintai mu dia akan ada untuk mu, tapi dia sekarang memilih jalan lain untuk kebahagian kalian berdua."


" Tapi aku mencintainya."


" Cinta tak harus memiliki James, melepaskan nya melihat dia bahagia adalah cinta yang sesungguhnya, jika cinta mu menyakitinya buat apa cinta itu ada. Itu akan sama saja menyakiti kalian berdua. Kau tersiksa karena kau tak akan bisa menyentuhnya dan dia juga tersiksa karena sikap mu. Sadar ku mohon demi kamu sendiri dan demi aku Kakak mu."


James kini meringsut ke lantai dia mencerna apa yang di katakan oleh kakaknya benar adanya, dia tau ini semua salah. Cinta tak ada yang menyakiti seperti ini, semuanya akan menyenangkan tapi cinta yang dia punya saat ini adalah menyakiti hati wanita itu.


" Bukan hanya kamu yang hancur tapi aku juga hancur, tak hanya kamu yang sakit tapi Kakak mu ini juga sakit. Maafkan aku karena terlambat untuk mengobati mu."


" Aku mencintainya tapi kenapa dia tak mencintai ku, selama tujuh tahun aku berusaha membuat dia jatuh cinta pada ku tapi sekarang semuanya sia sia karena dia lebih memilih cinta pertamanya."


" Lupakan dia, cari wanita yang memang mencintai mu, aku yakin kau pasti bisa menemukan wanita mu, tapi sembuhkan dulu sakit mu, demi kita berdua."


" Aku akan sembuh, aku akan tunjukan bahwa aku bisa sembuh dari semuanya..." Air matanya kini turun membasahi pipinya.


Gusman memeluk adiknya seakan menyalurkan kekuatan kepadanya, dia kini berusaha untuk kuat demi menguatkan adiknya. Sedangkan James memiliki cara berpikir lain, tangisan laki laki itu tak ada yang tau, dia menyimpan dendam atau merelakan cintanya pun tak ada yang tau.


Pemikiran nya tak ada yang tau, semuanya hanya dirinya yang tau. Tapi Gusman berusaha untuk membujuknya agar dia mau berobat dan ini berhasil. James kali ini duduk di sana dengan tenang menunggu Dokter datang, wajahnya tanpa ekspresi, tatapannya lurus dan datar.


Gusman tetap di sana setia menemani adiknya agar sang adik tak mengira bahwa masih ada keluarganya yang ada di sana dengan setia menemani meskipun dia sedang hancur seperti sekarang.


Siapa yang menginginkan memiliki kepribadian menakutkan seperti itu tak ada yang menginginkan nya.

__ADS_1


Mince beberapa hari ini Up cuma sedikit karena perutnya gak bisa di ajak kompromi, kalau sudah bisa di ajak nego ini perut pasti Up nya banyak ya kan 🥰


Jangan lupa mampir di sebelah ya, You*Tube* dengan Chanel Coretan Tinta Biru Forget Love


__ADS_2