
Andre berusaha untuk tenang meskipun hatinya bergejolak ingin marah, semua orang yang ada di sana hanya bisa menunduk ketika melihat tatapan dari pimpinan perampok yang begitu mematikan bahkan Suhu tidak berani mengatakan apapun, dia tahu kakak nya sedang menahan rasa kesal nya.
" Di mana Abhi?" Suaranya yang dingin mengejutkan Suhu yang dari tadi diam.
" Abhi sedang memantau rumah Peter. Kau ingin ikut memantau ke sana atau tidak?, aku hari ini akan mengantikan Abhi."
" Tidak, aku harus bersama Albert sepertinya hari ini akan ada pertemuan para pengacara karena masalah tuntutan ini akan masuk segera ke dalam pengadilan..." Andre yang dari kemarin ingin bertemu Maria sepertinya harus menuduhnya karena hari ini dia ada pekerjaan penting.
" Abhi bisa mengantikan nya jika kau mau?, tapi jika kau tidak mau juga tidak masalah..." Suhu kini langsung berdiri meninggalkan Andre yang diam cukup lama di sana.
Suhu yakin Andre adalah orang yang pintar mengambil keputusan dan Suhu yakin Andre akan mengambil keputusan sesuai hatinya.
Kangen banget sama Suhu Cantik ini.
Sedangkan di dalam ruangan kerja sang ayah Anna menatap sebuah surat yang membuatnya tak menyangka bahwa sang ayah mendapatkan surat gugatan. Gugatan yang pertama adalah gugatan pengambilan identitas dan memalsukan data pribadi hal ini juga ada Undang Undang nya, mengambil atau merampas milik orang lain serta Pembunuhan Berencana. Anna matanya melotot membaca setiap kata yang ada di surat tersebut.
" Tidak mungkin Ayah di tuntun tiga kasus sekalipun?" Anna kini yang tadi masuk ke dalam ruangan kerja sang ayah ketika sang pengacara nya menghubunginya untuk mencari informasi apapun yang ada di sana.
Anna kini limbung dia duduk di kursi besar sang Ayah, kepalanya tiba tiba berdenyut dia merasakan pusing ketika membaca semua tuntunan itu dengan jelas. Dia tidak bisa membayangkan jika ayah nya terbukti bersalah dan hukuman seumur hidup akan menghantui ayah nya.
" Tidak..." Anna menjerit pelan dia menangis histeris di sana, air matanya mengalir deras dia tidak bisa membendung kesedihannya, dia begitu rapuh ketika melihat semua kejadian ini yang secara tiba tiba menimpah hidup nya yang tenang.
__ADS_1
Ceklek!!! Andriano yang tadi sempat mendengar suara teriakan dari sang istri kini langsung masuk ke dalam ruangan ayah mertuanya. Matanya menangkap sang istri yang tertunduk dengan tangisan yang begitu histeris.
" Ma ada apa?, kau kenapa tiba tiba menangis seperti ini?" Adriano segera menghampiri sang istri dia langsung mendekap tubuh istrinya yang bergetar seperti itu.
Anna tak sanggup mengatakan apapun dia hanya mampu menangis di dalam dekapan sang suami, tubuhnya bergetar karena rasa sesak serta rasa yang begitu menyedihkan hatinya. Tangan Adriano menarik pelan kertas yang ada di tangan istrinya, dia membaca pelan dan alangkah terkejutnya ketika dia membaca satu satu poin serta ancaman hukuman yang siap ada di depan ayah mertuanya.
" Siapa yang menggugat Ayah seperti ini?, kenapa mereka begitu kejam?, apa mereka tidak tahu bahwa ayah sudah tua, harusnya ayah berada di dalam rumah menikmati masa tua nya, astaga ini sungguh tak masuk akal..." Adriano kini tak menyangka bahwa mertua nya mendapatkan tuntunan segitu banyak dan hukumannya tak main main.
" Pa ini tidak mungkin kan?, ayah tidak mungkin melakukan hal ini bukan?, aku yakin ayah hanya di fitnah ada yang tidak suka dengan kesuksesan nya bukan?, katakan ini tidak mungkin kan?" Maria menggoyangkan tubuh suami nya dia menyakinkan dirinya sendiri.
" Sayang dengar ayah adalah orang baik dan ini tak mungkin terjadi pada ayah, aku rasa ada kesalahpahaman jadi kau tenang saja dulu, aku juga yakin ayah mertua tidak sejahat itu..." Adriano antara percaya dan tidak, jika masalah ini sudah melibatkan masalah hukum pasti itu adalah benar tapi dia juga tidak tahu apapun selama ini, yang dia tahu bahwa ayah mertuanya sangatlah pekerja keras dan selalu memanjakan istrinya yang menjadi anak satu satunya.
" Aku ingin bertemu dengan ayah, aku harus kesana."
" Baiklah..." Maria dan Adriano kini langsung berdiri meninggalkan ruang kerja sang ayah mereka bersiap siap untuk tugas mereka masing masing.
Sedangkan di ruangan temu, Peter yang sudah bersama Hans kini mereka harus bermain hati hati jika tidak satu kesalahan nya bisa membuat mereka masuk ke dalam penjara yang lebih kejam lagi.
" Jadi benar bukan bahwa keponakan Yun yang melaporkan ku?" Peter kini ingin mengetahui siapa yang melaporkan dia sesungguh nya.
" Kau benar tapi kau tenang dulu, Tim ku akan menemui pengacara dari mereka. Aku akan mengajukan damai dengan mereka kau tak usah khawatir. Kau harus jaga sikap dan jangan panik. Jika kau salah langkah dan mereka mencurigai mu habis lah kita semua..." Hans yang pengacara kini mengatakan rencananya kepada temannya itu.
" Bagaimana aku bisa tenang, semua bukti bukti yang kita simpan aku yakin ada di tempat mereka sekarang, jika mereka membuka kepada para media habislah nama ku yang aku jaga dan aku tidak ingin Anna tahu perbuatan ku di masa lalu..." Peter mengusap wajah kasarnya dia tidak ingin putrinya mengetahui masa lalu nya yang begitu kejam itu.
__ADS_1
" Kau tenang dulu kita upayakan damai dulu dengan mereka, kita beri apa yang mereka mau saja dulu, aku yakin mereka akan meminta imbalan yang cukup besar dan itu kita gunakan untuk senjata memukul mereka dengan pelan, aku yakin rencana ini pasti akan berhasil."
" Jangan meremehkan anak muda Hans, kita belum tahu siapa lawan kita. Mungkin dulu Yun bisa kita tipu dan bisa kita muda bohongi tapi lawan kita sekarang anak muda yang tidak akan memakai hati mereka akan memakai pikiran dan logikanya."
" Dia keponakan Yun yang bodoh dan mudah percaya, jadi kau percaya saja pada ku. Kau terima beres dari ku. Sebenarnya kau di sini adalah hal yang menguntungkan bagi kita karena mereka tidaka akan berani menyentuh mu di sini, jadi kau sementara di sini dulu, urusan luar biarkan aku yang mengurusnya..." Hans menyakinkan klien nya dia yakin bahwa dirinya akan menang dalam kasus ini seperti hal sebelum nya.
" Kau yakin akan memenangkan ini dengan mengajukan damai dengan mereka?, kau sudah baca pengacara mereka siapa?"
" Tidak ada pengacara yang tidak segan dengan ku Peter, sudahlah jangan cemas oke. Kau tenangkan saja dirimu. Aku pergi dulu aku harus ke pengadilan karena sang pengacara ingin bertemu di sana sedangkan Tim ku akan menemui keponakan Yun..." Hans berdiri dan Peter kini langsung mengangguk menyetujui kepergian sang pengacara tersebut.
----------
Penyalahgunaan dan pemalsuan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) dapat dijerat dengan hukuman pidana. Bahkan pelakunya bisa dijerat dengan ancaman penjara selama 10 tahun.
Setiap orang atau badan hukum yang tanpa hak mencetak, menerbitkan, dan/atau mendistribusikan dokumen kependudukan dipidana dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun. Ketentuan pidana pemalsuan KTP El dan dokumen kependudukan lainnya telah diatur dalam Pasal 95B Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan.
Selain itu, undang-undang administrasi kependudukan juga mengatur ketentuan pidana bagi setiap orang yang memerintahkan, memfasilitasi, dan melakukan manipulasi data kependudukan dan/atau elemen data penduduk. Pelakunya dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak 75 juta rupiah. Hal ini diatur dalam Pasal 94 UU No. 24 Tahun 2013.
Pasal 362 KUHP tentang pencurian merumuskan, “Barangsiapa mengambil seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, diancam karena pencurian dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau denda paling banyak enam puluh rupiah”.
Sedangkan tindak pidana pembunuhan berencana diatur dalam Pasal 340 KUHP, yaitu: “Barangsiapa sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam, karena pembunuhan dengan rencana (moord), dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun...
Kalau ada yang salah maaf ya 🙏🙏🙏
__ADS_1