Wanita Nakal

Wanita Nakal
Penderitaan 2


__ADS_3

" Jonathan apa sudah pulang.." jovanka bertanya pada penjaga rumahnya, dengan sedikit emosi.


" Selamat datang nona jovanka.. dan tuan  Belum datang nona."


Jovanka dengan rasa kesalnya meninggalkan penjaganya, dengan amarah dia masuk kedalam rumahnya. Tak berselang lama jonathan datang dengan rasa tak bersalahnya.


" Selamat datang tuan.. nona jovanka baru datang dengan emosi dan mencari anda.." sang penjaga memberitahu tuan muda nya, jonathan hanya mengangguk pelan.


Jonathan masuk kedalam rumah nya, mencari keberadaan kekasihnya, dengan langkah cepat dia masuk kedalam kamarnya, jonathan menelan ludahnya dengan kasar ketika melihat kekasihnya terduduk di sofa dengan menyilangkan tangan di dada nya dan mata yang sudah melotot ke arahnya.


' bencana ' batin jonathan dengan berjalan menghampiri kekasihnya yang duduk di sana.


" Honey.." panggilnya ketika dia sudah duduk di sebelahnya.


" Bagus.. kau tak datang ke cafe.. kau yang menyuruhku datang kesana.. tapi kau malah tak datang.." katanya dengan sinis.


" Aku-"


" Dan gara gara kamu.. aku harus bertengkar dengan mantan tunanganmu yang tak tahu malu itu.. karena nya juga aku harus menahan malu karena menjadi tontonan semua pengunjung.. dan aku yakin sebentar lagi video pertengkaran ku dengan emil akan tersebar di semua media.." jovanka berbicara tanpa henti, dengan rasa kesalnya dia masih menahan amarah di wajahnya.


" Dengan sengaja dia memancing emosi ku dengan memanggil ku jala*g, emang dia pikir dia bukan jala*g.. aku memasang harga tinggi di badanku.. hanya laki laki yang berduit yang mampu membayar ku dengan tarif mahal.. sedangkan mantan mu itu hanya menggratiskan tubuhnya untuk semua laki laki hanya untuk mencapai apa yang dia inginkan.. lalu dia memanggilku jala*g.. padahal dia juga sama jala*g dengan ku.. jala*g teriak jala*g.. cih menyebalkan.." tambahnya lagi dengan emosi yang tetap tak bisa di rendah, sedangkan jonathan hanya mengelus punggung kekasihnya yang sedang marah marah. Jonathan tahu bagaimana suasana hati nya saat ini, jadi dia lebih baik diam mendengarkan amukan wanitanya, daripada harus bicara malah membuat nya salah di telinga wanita nya.

__ADS_1


" Honey.. maafkan aku.. sebenarnya aku tadi sudah datang kesana.." perkataan sedikit saja sudah membuat jovanka menatap nya jonathan dengan mata yang melotot. 


" Kau disana ?" Jonathan hanya mengangguk pelan. " Tapi kau tak mendatangi ku.. atau membela ku di sana.." sambungnya dengan menatap jonathan.


" Honey.. tenang dulu.. bukan aku tak ingin menghampirimu atau membela mu disana.. aku hanya ingin melihatmu menghadapi emil sendiri.. aku ingin tahu apa yang dia lakukan padamu jika tak ada aku.. aku melihat semua yang terjadi di sana dan mendengar semua yang dikatakan kalian.. emil sudah keterlaluan dan aku juga sudah memberikan dia hukuman karena membuat kekasih jonathan cristopher malu di depan semua pengunjung sana."


" Menghukumnya?, Dengan cara apa kamu menghukumnya.." jovanka penasaran apa yang dimaksud jonathan, meskipun pikirannya mengingat kejadian apa yang membuat emil malu disana.


" Kris memblokir dan membekukan semua akses keuangan nya."


" Tunggu dulu, maksud nya emil masih mendapatkan uang dari mu atau bagaimana aku gak mengerti.." jovanka menatap jonathan dengan rasa bertambah penasaran.


" Aku memang masih memberinya uang.. membayari semua kartu Kredit nya dan masih aku kasih uang di kartu debit nya.. semua kartu yang dipegang atas nama ku semuanya.. tadi kris sudah memblokir semua akses di kartunya.." jonathan menjelaskannya dengan hati hati agar kekasihnya tak marah lagi.


" Kenapa malah melenceng kesana honey."


" Bagaimana aku tak berpikir kau masih ada cinta untuk mantan tunangan mu itu he, buktinya kau masih memikirkan kehidupannya, masih mengirimi uang untuk keperluan dia sehari hari agar dia tak menderita atau kesusahan karena tak memiliki uang.." jovanka menatap kekasihnya dengan rasa bertambah kesal.


" Aku hanya melakukan tugasku karena sebelum papanya emil meninggal dia menitipkan emil padaku honey.. aku hanya melakukan apa yang sudah pernah aku katakan iya pada orang yang sudah aku anggap keluarga ku sendiri.. bukan karena aku masih mencintainya aku hanya sudah menganggapnya saudara ku."


" Tak ada definisi saudara di dalam hubungan mantan tunangan jonathan."

__ADS_1


" Aku tahu honey.. aku tak pernah mengurusnya sendiri, aku sudah memberikan tanggung jawab itu pada kris.. semuanya kris yang mengatur dan tadi kris juga sudah memblokir semua akses nya."


" Entahlah kau membuat ku tambah tak mengerti dengan cara berpikir kalian.." jovanka meninggalkan jonathan di dalam kamar. Jonathan hanya bisa terdiam ketika melihat kekasihnya keluar dari kamar nya.


" Sial.." katanya dengan keras. Pikir jonathan dia menceritakan pada jovanka, agar kemarahan jovanka bisa mereda karena sudah membuat emil malu. Tapi malah membuat dirinya bertengkar.


Sedangkan jovanka menuruni tangga, berjalan menuju kolam renang, merebahkan tubuhnya di kursi panjang sana. " Nona ini minuman nya.." kris meletakkan minuman di sebelahnya nona mudanya.


" Sebenarnya kalian menganggap aku apa?" Jovanka tanpa basa basi bertanya ketika kris meletakkan minumannya.


" Maksudnya bagaimana nona.. saya tak paham dengan apa yang anda katakan."


" Kenapa tuan bodo* mu itu masih menganggap emil saudaranya, apa para laki laki hanya berfikir singkat dan mudah menerima semua wanita sebagai saudaranya hanya karena pesan terakhir dari orang yang sudah meninggal."


" Nona maafkan saya jika ini masalah nona emil tolong jangan salahkan tuan.. tuan sudah tak pernah mengurus nona emil.. semua keperluan nona emil saya yang mengurusnya, dan tuan jonathan tak pernah lagi mengurusnya sejak nona emil ketahuan berselingkuh dengan adiknya.." kris kini tahu apa yang dimaksud nona muda nya.


" Kalian para laki laki terlalu naif.. atau jangan jangan kau menutupi bahwa jonathan masih sering bertemu dengan dirinya atau jonatha masih ada rasa cinta pada dirinya."


" Nona jangan ragukan cinta tuan jonathan untuk anda.. saya sendiri yang menjadi saksi bagaimana hancurnya tuan ketika anda pergi, bagaimana tuan seperti orang gila ketika mencari anda nona.." kris mengatakan apa yang terjadi pada tuan nya dulu, jovanka hanya terdiam tak mengatahkan apapun.


Jovanka berdiri memilih untuk masuk kedalam kamar ganti di sana, memilih baju renang untuk dia kenakan untuk menyelam kedalam air untuk meredakan amarah serta kecemburuan yang bergejolak di hatinya dari tadi.

__ADS_1


vote dulu yuk sudah masuk hari senin 🙏


makasih 😍


__ADS_2