
Orang yang di hantam vas bunga itu kini maju dengan wajah yang pasti merah di balik topengnya. Darahnya masih keluar begitu saja dari kepalanya orang itu.
" Aku mohon ampuni aku..." Katanya dengan melipat tangan nya ke depan tanda di meminta maaf.
Plak!! plak!! Bug!! tamparan serta kepalanya yang di hantam ke dinding membuat Amel merasakan sakit serta pusing kepada kepalanya. Matanya kini berkunang kunang ketika semuanya itu terjadi secara bersamaan.
" Kau cari masalah dengan kami hah? sudah ku katakan ikuti perintah kami?" Teriaknya dengan menjambak rambut panjang dari Amel.
Drt!! drt!! drt!! getaran ponsel yang ada di lantai kamar itu menyita perhatian dari semua orang yang ada di sana. Mata Amel berharap itu sang kakak yang menghubunginya tapi dia tak bisa berbuat apa apa lagi kali ini.
Salah satu dari mereka kini mengambil ponsel itu, melihat ada nama sang kakak yang tengah memanggil nya dari tadi.
" Bos seperti nya kakak nya yang menghubungi wanita ini..." Ucapnya orang itu.
" Biarkan saja, kakak nya tak akan mendapatkan jawaban dari dia..." Ucapnya dengan mengejek.
Amel kini mendorong orang itu dengan keras hingga membuat orang itu mundur dan menghantam orang yang ada di belakang nya hingga mereka berjatuhan secara bersaman.
Amel merebut paksa ponselnya dan segera menggeser tombol hijau yang dari kakak nya dari tadi.
" Kakak tolong ada perampok di sini..." Amel berteriak histeris membuat ketiga perampok itu ketakutan.
Orang itu mengambil paksa ponsel itu membantingnya ke kaca rias yang ada di sana. Prank!!!
" Auwh..." Amel berteriak ketika lagi lagi dia gagal, tapi dia yakin kakak nya mendengar suaranya.
" Dasar wanita tak bisa di ajak kerja sama..." Katanya dengan sinis.
__ADS_1
Plak!! laki laki itu kembali menamparnya dengan keras hingga ujung bibirnya kembali berdarah.
" Bos kita harus pergi dia sudah memberi tau kakaknya pasti sebentar lagi kakak dan police datang..." Temannya kini panik tak karuan ketika dia sadar bahwa akan ada police di sana.
" Kau harus ikut kami..." Orang itu menyeret tangan Amel dengan kencang.
" Lepaskan aku... lepaskan aku... lepaskan aku..." Amel memberontak mendorong orang itu, tapi tak membuat orang itu melepaskan tangan nya dari tangan Amel.
Amel mengigit tangan orang itu dengan kencang hingga membuat orang itu mendorong kepalanya dengan cepat dan membuat Amel tersungkur di sebelah ranjang miliknya.
" Kau sungguh tak bisa kami ajak baik baik nona...maka jangan salahkan kami jika kami berbuat kasar..." Orang itu kembali maju menghampiri Amel yang menahan rasa sakit pada punggung nya ketika menghantam ranjang milik nya.
Orang itu kini kembali menjambak rambut Amel dan untuk kedua kali nya kali ini. Bug!! pukulan pada kepalanya yang dihantamkan kepada ranjang itu membuat darah segar keluar dari dahi nya.
" Auh.. ampuni saya..." Liriknya dengan sedih dengan menangis tubuhnya lemas karena semuanya terasa sakit kali ini.
" Ah lepaskan saya.. saya mohon jangan sakiti saya.. saya akan kasih kalian uang.. lepaskan saya...." Liriknya dengan sisa tenaga nya yang masih ada.
Dia sudah memiliki kekuatan dia hanya bisa merintih kesakitan dengan menyentuh tangan orang itu agar yang kini menarik rambut Amel dengan kencang serta menyeretnya keluar untuk ikut mereka bertiga.
" Lepaskan saya.. lepaskan.. siapa kalian sebenarnya... lepaskan..." Liriknya sebelum dia belum sadar dari pingsan nya.
Dia tak sadar ketika rasa sakit pada kepalanya yang terasa semakin terasa, darah segar dari tadi juga terus menerus keluar tak ada hentinya. Orang itu tersenyum ketika melihat wanita itu tak sadarkan diri ketika mereka sudah turun dari anak tangga untuk terakhir kalinya.
" Bagus jika dia pingsan..." Ucapnya. " Kau sudah siapkan mobil nya?" Orang itu mengangguk dengan cepat.
Dengan cepat orang itu mengendong Amel seperti dia membawa karung beras, memikul nya di pundak dan segera memasukan ke dalam mobil yang sudah siap menunggu di depan pintu rumah Amel.
__ADS_1
Sedangkan sang kakak yang mendapatkan telfon itu segera mengatakan kepada pihak police yang kebetulan Sarah sendiri berada di kantor police yang akan melaporkan kejadian tadi yang ada mengintai rumah mereka.
Sarah yang panik dengan beberapa orang police kini segera menuju rumah yang ada adiknya meminta tolong. Sarah dari tadi tak tenang perjalan mereka seakan sangat jauh dari kantor police.
" Saya mohon lebih cepat lagi, adik saya dalam bahaya..." Sarah panik dengan meneteskan air matanya.
Ya Tuhan aku mohon lindungi adik ku jangan biarkan dia kenapa kenapa, aku mohon lindungi dia. Batinnya dengan memohon.
Sarah kini panik dia tak tau harus berbuat apa apa kali ini, semuanya terlalu mendadak bagi dirinya, jika dia tak pergi tadi mungkin ini semua tak akan terjadi apapun.
Mobil mereka yang tiba di depan rumah membuat Sarah segera keluar dari mobil dan berlari kencang. Mata nya menatap ke arah pintu yang sudah terbuka begitu saja. Jantungnya kembali tak karuan kali ini ketika melihat pintu rumahnya sudah terbuka.
Kaki nya hampir lemas ketika dia masuk rumah nya yang kini berantakan pecahan vas bunga yang ada di bawah serta ada darah yang seperti di seret oleh seorang.
Tangannya menutup mulutnya yang terbuka tak percaya. " Amel kakak pulang.. kamu di mana Amel..." Sarah berteriak dengan kencang dia berlari menuju anak tangga.
Tapi lagi lagi jantung nya seakan ingin berhenti ketika melihat darah di sekitar anak tangga yang berceceran. Matanya kini dengan cepat melihat ke kamar adiknya yang juga terbuka.
Sarah dengan cepat berlari menuju ke arah kamar adiknya tapi lagi lagi dia di buat terkejut bukan main ketika kamar adiknya yang tak ada siapapun di dalam. Kakinya kini lemas dia masuk ke dalam sana mencari adiknya di dalam kamarnya tapi lagi lagi dia tak menemukan siapapun. Hanya ada darah yang menempel di dinding.
" Amel kamu di mana, kakak sudah pulang, kakak mohon keluar dari sembunyi mu, kakak di sini jangan takut..." Suaranya bergetar ketika dia berteriak.
Dia kembali lari menuju kamarnya yang tertutup dia membukanya dengan kencang tapi lagi lagi tak ada siapapun di sana.
" Nona kami sudah mencari kemana mana tapi adik anda tak ada di sini. Kemungkinan besar adik anda di culik dan kasus ini perampokan serta penculikan terhadap adik anda."
Kaki nya Sarah lemas dia limbung mendengar penjelasan dari sang police yang ada di sana. Seakan dunia runtuh di kepalanya ketika mengetahui adiknya tak ada di mana pun dan kemungkinan dia yang di culik. Sarah hanya bisa terduduk di lantai dengan menangis yang terisak di sana.
__ADS_1
Konflik pertama kita mulai dari sini ya mak 😁 ikutin alur ceritanya jangan main dukun lagi ya 🤣 karena dukun mince lebih hebat 🤪🤣