Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Di Mulai 6


__ADS_3

Kemarin pada minta Jenni Hamil ada yang datang dan harus ada yang pergi dan itu pasti terjadi seperti itu, kalau ada yang datang pasti ada yang pergi 🤭 dan kebetulan arisan yang mince kocok nama Monica yang keluar jadi mince buat mereka yang pergi 😁 gak hanya kalian yang merasa sedih tapi mince juga mewek nulis nya 😭 kita nikmati aja dulu alur nya 😁


_________



Steve kini dengan langkah besar nya menuju kesebuah cafe yang dirinya tau di mana ada wanita yang ingin dia temui. Langkah nya ya g besar dan matanya mencari target yang ingin dia temui. Dia menatap wanita yang sedang meminum kopi di sana, dengan rasa tak sabar dia menghampirinya.


" Kau yang harus bertanggung jawab dengan semua apa yang terjadi pada kami?" Bariton dingin dari Steve dari arah samping kini mengejutkan wanita yang sedang meminum kopi.


Mata nya menatap Steve yang kini menatapnya dengan penuh amarah serta penuh dendam yang membakar jiwa nya. Wanita itu kini langsung berdiri dia terkejut melihat laki laki yang dia pikirkan dari kemarin kini berdiri di depan nya dengan menatap dirinya.


" Steve kau tak apa?, aku senang melihat mu tak terjadi apa apa..." Senyum Jenni kini mengembang dia menyentuh lengan Steve tanpa dia sadar.


Steve langsung menghempaskan tangan itu dengan kasar, Jenni yang mendapatkan perlakukan seperti itu kini hanya menatap datar kearah tangan nya, kini dia sadar laki laki yang ada di depan nya adalah bukan laki laki yang mencintai nya, yang selalu menatap cinta dan ketulusan di dirinya, tapi kini tatapan hangat yang dulu dia dapatkan kini menjadi tatapan kebencian serta tatapan dendam yang membara.

__ADS_1


Jenni memejamkan matanya sebentar dan kemudian menatap laki laki itu dengan sedikit nafas kasarnya. Kini dia siap menghadapi Steve meskipun ada perdebatan atau ada pertengkaran sekali pun, dan Jenni yakin setelah ini tak ada lagi cinta yang tersisa di hati nya. Akan ada luka serta kebencian yang siap menghancurkan hati Jenni.


" Kenapa kau tega melakukan nya?" Jenni kini di buat bingung dengan apa yang di katakan oleh laki laki itu, dia tak tau apa yang dia lakukan.


" Apa, aku tak mengerti?, aku melakukan apa?" Jenni kini mengerutkan kening nya ketika laki laki itu kini seakan menuduh nya.


" Kau bukan yang sengaja merusak kabel rem wanita itu pada malam itu?, kenapa kau lakukan ini pada ku Jen?, jika kau memiliki masalah dengan-"


" Kau menuduh ku apa?, aku merusak kabel siapa?" Jenni kini dengan cepat memotong ucapan dari laki laki itu. Steve menatapnya dengan tajam, sedangkan Jenni menatapnya dengan penuh tanda tanya.


" Aku tak mungkin melakukan hal itu Steve, aku tak mungkin tega membunuh orang. Kau menuduh ku seolah aku memang sengaja melakukan hal itu."


" Tega atau tidak itu urusan mu, yang menjadi urusan ku adalah kau tega memutus kabel rem nya..." Bentak laki laki itu dengan cepat.


" Aku tak melakukan nya Steve, aku tak melakukan nya. Bahkan aku tak tau yang mana mobil nya. Kenapa malah menuduh ku seperti ini..." Jenni tentu saja dengan cepat menyangkal apa yang di tuduhkan oleh Steve.

__ADS_1


Perdebatan yang terjadi di sana kini menjadi tontonan dari para pengunjung cafe yang sedang bersantai dengan saling menikmati kopi dan teh nya masing masing.


" Tak sulit bagi kalian mencari tau kami datang memakai apa?, bukan rahasia lagi kalau kalian memiliki alat untuk memata-matai yang begitu canggih..." Steve kini tersenyum miring, dia berusaha kuat menemui wanita ini tapi dia harus lakukan karena adalah musuh nya saat ini.


" Steve aku berani bersumpah bahwa aku tak melakukan nya, aku bahkan tak tau jika wanita itu kecelakaan dan meninggal. Aku baru tau kemarin jika David tak mengatakan pada ku. Aku mohon percayalah pada ku, aku tak mungkin melakukan ini..." Jenni kini kembali menyentuh tangan laki laki itu dengan nada permohonan agar Steve percaya pada nya tapi tatapan Steve sungguh menusuk jantung nya.


Steve lagi lagi menghempaskan tangan itu hingga tangan itu terlepas begitu kasar. Jenni tau laki laki itu tengah mencurigai nya maka dia tak melawan nya.


" Dengar Nona Jennifer yang terhormat aku tak peduli kau siapa, jika kau terbukti melakukan hal ini, aku pastikan aku sendiri yang akan maju melawan mu. Aku tak peduli kau wanita, jika kau berani melawan ku berarti kau juga musuh ku...." Ancamnya dan segera meninggalkan Jennifer yang masih mematung.


Steve kini dengan cepat meninggalkan wanita yang sedang dia curigai. Steve tadi mengetahui Jenni ada di sana karena laporan dari orang orang nya yang mengikuti Jenni dari tadi pagi. Hati Steve kini tak ada lagi cintai dirinya kini di penuhi dendam kepada orang orang yang mengakibatkan kedua rekan nya pergi dan membuat semua orang hancur. Daftar pertana yang mereka curigai Marco tapi Steve kini juga malah mencurigai Jenni karena dirinya tau bawah wanita itu tengah ingin menghancurkan bos nya. Mungkin dengan cara seperti ini siasat pertama dari mereka.



Jenni kini terduduk lemas dia tak menyangka Steve kini menuduh nya melakukan hal seperti itu. Jenni hanya mampu melihat Steve yang berjalan pergi dari nya, dia hanya menatap punggung laki laki itu dengan tatapan sedih nya. Jenni kini terduduk kembali dengan lemas nya, hatinya tak sanggup ketika tadi menatap mata Steve yang penuh dengan kobaran dendam yang membara itu. Jenni kini meneteskan air mata, hatinya sangat sakit du tuduh oleh orang yang dia cintai. Tatapan yang dari dulu hangat kini menjadi tatapan dendam, mereka yang saling mencintai kini harus menjadi musuh yang entah siapa yang kalah di sini, tapi saat ini Jenni lah yang merasa kalah karena dirinya tak bisa membenci laki laki itu melainkan dirinya menyesal karena dia pergi dari sisi Steve dan mengatakan kasar kemarin di pertemuan di perusahan.

__ADS_1


" Maafkan aku Steve, maafkan aku. Tapi aku sungguh tak melakukan hal apapun kepada wanita mu, meskipun aku terbakar cemburu malam itu. Aku menahan nya dan memilih pergi dari sana. Tapi aku sungguh tak melakukan yang kau tuduhkan itu, aku tak mungkin melakukan hal itu Steve.. Hiks.. hiks..." Kini tangisan nya pecah di sana, air matanya kini mengalir deras. Dia tak peduli ada beberapa orang yang melihat ke arah nya ketika dia menangis sedari tadi.


__ADS_2