Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Kejujuran 1


__ADS_3

Steve dan Jenni yang tadi di hentikan oleh resepsionis perusahan itu kini mereka sama sama saling menoleh dengan tatapan yang berbeda. Cepat atau lambat hal ini pasti akan terjadi, bos nya pasti akan menanyakan semua itu di tambah lagi dengan dirinya yang sedikit berdebat lagi dengan seseorang wanita itu.


Kini langkah mereka begitu pelan seakan tak ingin segera tiba di ruangan yang di mana mereka sudah di tunggu. Jenni dan Steve hanya diam dengan pikiran mereka masing masing, mencoba bertahan dengan kuat, menguatkan diri mereka masing masing dengan saling membuang nafas kasar mereka.


Kini mereka yang masuk ke dalam lift yang masih terdiam, suasana sunyi itu seakan membunuh mereka berdua. Tapi Steve kini memengang tangan wanita itu membuat mata mereka bertatapan dengan mata yang terpancar dengan kecemasan yang begitu mendalam.


" Apapun yang terjadi percayalah aku akan memperjuangkan cinta kita..." Kata kata Steve membuat mata wanita itu berkaca kaca seketika. " Aku akan memohon kepada Tuan Zac untuk tetap mengijinkan kita berhubungan, aku janji akan mempertahankan hubungan kita..." Jenni tak lagi untuk tidak menangis di sana, air matanya yang tadi di tahan kini akhirnya luruh ke pipinya.


Steve memeluk wanita itu, mengusap punggungnya dengan lembut. Steve mencium kening wanita itu begitu mendalam, menempelkan kening mereka dengan mata yang masih terpejam.


" Aku mencintai mu Steve..." Ungkapan cinta yang di utarakan Jenni membuat Steve semakin takut, dia takut bahwa bos nya tak akan mengijinkan mereka berhubungan di tambah lagi dengan status wanita itu agen CIA seorang penyusup di sana.


" Jenni kau milik ku, sampai kapan pun kau adalah milik ku. Kita akan berjuang bersama untuk mendapatkan restu dari Tuan Zac..." Perkataan Steve membuat hati wanita itu menghangat seketika, di perjuangkan cinta adalah hal yang membahagiakan setidaknya mereka tak harus menyerah meskipun suatu saat Takdir yang menentukan tentang hubungan seseorang.

__ADS_1


Takdir yang mempertemukan mereka dengan cara mereka yang berbeda, dan sekarang Takdir pula yang mengharuskan mereka memperjuangkan hubungan itu, maka Takdir pula yang menentukan nasib cinta kedua insan itu.


" Kau siap?" Jenni mengangguk pelan meskipun dirinya belum siap menghadapi ini semua tapi dirinya harus siap dengan semuanya. " Yang perlu kau ingat adalah aku mencintai mu dan kita akan berjuang bersama, kau tak sendirian ada aku yang di sini bersama mu..." Sambungnya dengan memberikan kekuatan untuk wanita nya. Meskipun dirinya sendiri juga ragu tentang hal itu, dia malah takut bahwa bos nya akan murka karena dirinya sudah menyembunyikan fakta besar ini, tapi apalah daya mereka harus menghadapi ini semua. Kini mereka saling melepaskan kening yang dari tadi menempel itu, kini mereka bersikap seolah semuanya tak terjadi apa apa.


Mereka sama sama membuang nafas nya dengan kasar, mengendalikan diri mereka yang sama sama tak karuan, menetralkan jantung mereka yang terasa memompa begitu cepat. Pintu lift kini terbuka, membuat mereka saling menatap sebentar sebelum akhirnya melangkahkan kaki nya dengan mereka yang berjalan beriringan.


Mereka kembali menghentikan langkahnya ketika berada di depan pintu besar ruangan bos nya itu, mereka saling bertatapan sebentar sebelum akhirnya mereka siap dengan segala sesuatu yang harus mereka alami sebentar lagi. Mereka harus menyiapkan hati mereka dengan segala nya.


Tok!! Tok!! suara ketukan itu membuat Zac yang dari tadi melamun kini segera sadar dari lamunan itu. Zac kini dengan cepat membuka suaranya untuk mereka segera masuk ke dalam. Zac kini menatap kedua orang yang masuk dengan bersamaan. Zac yang berdiri di depan kaca besar itu membuat kesan wajahnya yang dingin dan kaku semakin terlihat begitu menyeramkan bagi kedua orang itu.


Kedua orang itu kini hanya menunduk kan kepalanya dengan tubuh yang hampir gemetar menakutkan itu. Zac kini duduk kembali di kursi kebesaran nya, mengambil sesuatu yang di lemparkan kearah mereka berdua.


Steve dan Jenni dengan cepat mengambil sesuatu yang berserakan di bawah kaki nya. Mata mereka kini melotot dengan sempurna ketika melihat foto foto yang ada di tangan mereka. Steve dan Jenni kini langsung menatap bos nya mereka ingin segera menjelaskan terutama Steve, tapi sayangnya tangan bos nya sudah menghentikan nya lagi membuat laki laki itu kini terdiam kembali dan menelan semua kata kata nya itu. Kedua orang itu hanya menatap ketakutan, bos nya yang belum membuka suaranya saja sudah membuat mereka berdua di buat takut setengah mati apalagi singa itu menggaungkan suara nya.

__ADS_1


" Aku sudah memberikan pilihan kepada mu Steve, kau bawah orang itu dengan suka rela atau aku yang menyeret nya ke sini. Tapi seperti nya kau yang ingin aku melakukan hal itu..." Suara dingin dari Zac membuat kedua orang itu merinding seketika, Zac tak peduli laki laki itu asisten nya, orang yang dia percaya atau orang yang selalu melindungi nya. Tapi sekali dia bersalah Zac akan tetap menghukumnya tanpa membedakan siapa mereka.


" Bos saya bisa jelaskan tentang foto ini, saya mohon dengarkan saya..." Nada permohonan dari Steve membuat Zac semakin marah pada nya, dia kecewa tentu saja dia kecewa dengan asisten nya itu.


" Apa aku meminta mu untuk menjelaskan semua itu?, jika aku tak melempar semua foto foto itu sampai kapan kalian ingin bermain main dengan ku ha?" Zac kini meninggikan suaranya membuat Steve langsung menunduk. Steve tau betul jika bos nya sudah meninggikan suaranya rasa marahnya sudah dia pendam sedari tadi.


" Kau yang lebih tau aku Steve, kau yang lebih mengenal aku dari siapa pun, kau yang tau semua tentang aku, kau yang tau semua nya di banding orang lain, tapi lihatlah kau yang malah mencurangi aku."


" Tidak bos saya tidak bermain main di belakang anda, saya tidak mencurangi anda. Saya berani bersumpah demi apapun, saya masih berdiri di samping anda..." Steve dengan cepat menyangkal semua yang di tuduhkan oleh bos nya itu, dia sungguh tak mengkhianati bos nya. Hanya cinta kini tumbuh dengan wanita yang ada di samping nya saat ini.


" Kau tidak berkhianat, kau yakin dengan ucapan mu itu he?" Zac malah menyandarkan punggung nya di kursi besar itu menatap asisten nya dengan tatapan murka nya itu.


" Bos saya berani bersumpah saya tidak berkhianat di belakang anda, maafkan saya jika saya tidak mengatakan jujur kepada anda tentang ini semua, tapi bukan karena saya ingin berkhianat di belakang anda bos..." Steve tetap menyangkal semua nya itu, dia tetap tak mau mengakui hal yang tak dia lakukan.

__ADS_1


" Saya yang menyusup di sini Tuan Zac, bukan Tuan Steve yang bermain main di sini..." Perkataan Jenni membuat Steve langsung mencekal lengan wanita itu dengan kencang dan sedikit menariknya agar melihat kearah nya.


__ADS_2