Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Interogasi 2


__ADS_3

Ucapkan selamat tinggal untuk kepahitan dan kesedihan di tahun kemarin, lambaikan tangan untuk menutup cerita sedih di tahun kemarin. Kita sambut tahun ini dengan pelukan serta kebahagian yang mendalam, hanya akan ada air mata kebahagian di tahun ini, tak ada air mata kesedihan di tahun ini. Semoga kita lebih baik lagi dari tahun kemarin, apa yang belum menjadi kenyataan di tahun kemarin bisa terwujud di tahun ini, amin ๐Ÿค—๐Ÿค—


Happy New Years 2022



Ceklek !! Pintu ruangan itu terbuka ketika ada seorang police yang membuka nya dari luar, membuat ketiga orang yang di sana menatapnya kearah pintu itu.


" Sir mereka adalah pengacara dari tuan Zac..."Seorang police memberi tahu mereka bahwa para pengacara itu datang untuk mendampingi klien nya.


" Saya Albert pengacara tuan Zac..." Sang pengacara memperkenalkan dirinya ketika sudah masuk ke dalam ruang interogasi dan berdiri di depan police itu.


" Saya Abhi yang menangani kasus ini..." Abhi menerima jabatan tangan dari pengacara muda yang di depannya. " Jika tidak ada yang berkepentingan tolong silahkan keluar karena yang ada di dalam sini yang berkepentingan saja..." Abhi menekan kata kata nya ketika menatap tajam ke arah samping pengacara Albert tersebut.


"Steve pergilah..." Zac tahu kilatan marah dari mata asisten itu, Zac juga melihat kepalan tangan nya yang ingin menghajar police itu.


" Kau urus saja yang aku suruh tadi, setelah dari sini aku ingin semua nya ada di depan ku..." Sambungnya, Zac tahu betul bahwa asistennya tak akan pergi sebelum dirinya yang menyuruhnya pergi karena Steve adalah asisten yang sangat bisa di andalkan.


" Ada aku di sini, pergilah..." Bisik Kris pelan.


" Baik tuan..." Steve akhirnya melangkah pergi meskipun dia tetap menatap tajam ke arah police yang sudah mengusir nya.


Aku akan menghajar mu jika kita bertemu lagi, itu janji ku. Batin Steve ketika dia melangkah keluar dari ruangannya dan akan melakukan perintah yang di katakan tuan muda nya tadi.


" Saya kris, saya adalah perwakilan keluarga yang ingin mendengar semua interogasi anda..." Abhi hanya menghela nafas nya dia baru sadar bahwa membawa laki laki gondrong itu tak muda mereka harus banya menghadapi orang orang di sekeliling nya, Abhi hanya berfikir yang satu di usir yang satu malah tak ingin pergi, tapi Kris lebih bisa mengontrol dirinya serta emosinya di banding dengan Steve tadi.


" Baiklah silahkan duduk, kami akan melanjutkan interogasi kami..." Akhirnya Abhi mengalah dari pada harus panjang lebar membantah nya.


Kini mereka bertiga duduk bersama dengan Zac berada di tengah tengah, Abhi tetap menanyakan beberapa pertanyaan dan Zac tentu selalu menjawab semua yang di ajukan oleh para police itu bahkan suara Zac sangat lantang dan tak bergetar sama sekali.

__ADS_1



Abhi terus memberondong semua pertanyaan kepada laki laki gondrong yang sikapnya sangat tenang, Zac tetap menjawabnya dengan menyandarkan punggung nya di kursi dengan gaya nya yang santai serta tatapan nya tak bisa di artikan, Abhi malah menatapnya penuh intimidasi bahkan di semua pertanyaan seakan menyudutkan laki laki itu.


Berbagai pertanyaan seakan memenuhi seluruh pikirannya sekarang, pertanyaan Abhi seakan seperti laki laki gondrong itu adalah tersangka utama kasus nya, tapi Zac tetap menjawabnya dengan khas nya senyuman yang hanya di mengerti oleh orang orang di sekeliling nya.



Pengacara kita ini ya mak, Albert Alson.


" Maaf Sir Abhi sepertinya anda terlalu berlebihan menanyakan hal yang menurut saya tak penting dalam kasus ini kepada klien saya, kita hampir dua jam di sini tapi sepertinya anda belum puas dengan jawaban klien saya..." Sang pengacara yang bernama Albert ini nampaknya sangat keberatan dengan semua pertanyaan yang di lontarkan pihak police, klien nya diberondong semua pertanyaan yang tak cukup penting untuk kasus pemutusan rem mobil Peter yang telah meninggal.


" Klien anda bisa saja jadi tersangka saat ini dan anda mengatakan aku menanyakan hak tak penting..." Abhi menatap pengacara itu dengan tatapan yang sangat tajam.


" Atas dasar apa anda mengatakan bahwa klien saya bisa menjadi tersangka saat ini, bukti apa yang membuat anda menetapkan klien saya menjadi tersangka..." Albert tentu tak tinggal diam jika klien nya di katakan seperti itu. Albert adalah pengacara yang sepak terjang nya tak di ragukan lagi, bahkan Abhi sendiri sering melihat nya keluar masuk di sana dengan beberapa klien. Abhi tahu betul pengacara macam Albert ini.


" Sstt... diam..." Zac menahan tangan Kris dan Albert yang ingin berdiri melawan police yang menatap ke arah nya.


" Katakan dengan jelas..." Zac kali ini menatap Abhi dengan tatapan yang sangat serius, tapi wajahnya tetap tenang tak ada kegusaran sama sekali.


" Berapa hari yang lalu anda berada di pelabuhan untuk menyelundupkan narkoba."


""Wow..." Nada keterkejutan dari semua orang yang di sana, serta suara tepuk tangan dari Kris membuat Abhi serta rekan nya itu menatap mereka bertiga dengan heran serta tanda tanya yang besar.


" Ini di luar dari kasus ini..." Kris kini mulai bicara yang dari tadi hanya diam dan mendengarkan semua percakapan mereka semua. " Berikan saya surat perintah mu untuk menanyakan kasus lain untuk saudara ku..." Sambung nya dengan kini menatap kearah police itu.


" Kami akan menunggu dan klien kami akan menjawab semua pertanyaan anda jika kami sudah membaca surat perintah mu..." Timpal sang pengacara. " Tuan Zac anda tak perlu menjawab pertanyaan yang di luar kasus tuan Peter..." Sang pengacara kini hanya melirik klien nya ketika mengatakan hal tersebut.


" Anda juga tak membawa surat perintah ketika membawa saudara saya ke sini..." Kris juga mulai bicara.

__ADS_1


" Really?" Albert nampaknya tak tahu bahwa klien nya di bawah ke sini tanpa ada surat perintah. " Kau police yang arogan dan kau juga menyalahi prosedur..." Albert tentu tak tinggal diam ketika mengetahui bahwa klien nya di bawah ke sini tanpa ada surat perintah.


" Anda harusnya tak ikut bersama mereka tuan Zac..." Albert kini tak menyangka bahwa klien nya mau datang ke sini tanpa ada surat perintah. " Apa para police ini memaksa anda, jika iya maka saya siap memasukan gugatan kepada para police yang arogan ini..." Albert dan Abhi kini saling bertatapan sengit, seakan saling melempar pisau di mata mereka.


" Aku baik hati, tapi seperti nya dia memanfaatkan kebaikan hati ku..." Zac nada biacaranya seakan ikut mengikuti drama mereka berdua.


" Anda tak menjawabnya karena anda takut terbongkar bahwa anda adalah gembong mafia yang kejam yang kami kejar saat ini..." Abhi menekan kata kata nya.


" Saya sebagai pengacara tuan Zac bisa menuntut anda mencemarkan nama baik klien saya..." Albert nampaknya sudah emosi menghadapi police di depan nya.


" Saya akan memasukan klien anda ke dalam penjara sebelum dia menuntut saya."


" Berikan kami bukti bahwa ucapan anda benar, jika saya memang terbukti gembong yang anda maksud saya akan masuk ke dalm penjara anda..." Zac kini seakan menantang police itu dan Abhi tersenyum kemenangan karena dia memiliki saksi yang akan langsung membawa nya ke dalam penjara dingin nya.



Tambah imun dulu yu lihat yang cakep cakep ๐Ÿ˜‚


Nah loe abang mince sudah mulai di interogasi ๐Ÿคจ bahaya pokok nya ๐Ÿ˜


Selamat tahun baru untuk kalian semua mak, pada punya acara kemana aja ni sama keluarga ๐Ÿ˜Š jangan kemana mana deh mending duduk manis dengan tetap membaca lembaran ini ๐Ÿ˜


Harapakan kalian di tahun 2022 apa mak ?, ramaikan komentar yuk ๐Ÿ˜Š


Kalau mince mau punya momongan lagi di tahun 2022 ๐Ÿ˜๐Ÿ˜, kalau kalian jangan rencana mau nikah lagi ya mak ๐Ÿ˜ satu aja gak habis habis mak ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ


Kita tinggalkan tahun 2021 dengan meninggalkan yang pahit pahit ya, tutup buku dan buka buku yang baru ๐Ÿ˜‰ tahun kemarin menjadi tahun yang banyak mengurus air mata sedih serta arti mata kebahagian ๐Ÿ˜Š Tahun kemarin banyak banget pembelajaran yang dapat kita ambil, tahun 2022 harus lebih baik dan lebih hati hati lagi ya mak ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


Sekali lagi happy new years buat kalian semua ๐ŸŽ†๐ŸŽ‡ kita sambut tahun baru dengan doa untuk keselamatan kita semua ๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2