
" Kau apa?, jangan konyol Marco aku tak ingin ikut dengan urusan mu yang saat ini, aku tak ingin karier ku hancur..." David yang menerima telfon dari teman nya itu kini menolak dengan tegas yang di minta oleh laki laki itu.
" Bantu aku, aku ingin balas dendam pada mereka semua karena mereka wanita ku pergi selama nya dari hidup ku..." Katanya dengan dendam membara. Aku ingin langsung membunuh mereka dengan menghajar mereka semua.
" Aku tak ingin ikut, kau saja. Aku tak ingin karier ku hancur karena ulah mu. Kau saja yang balas dendam aku tak mau..." David langsung memutuskan panggilan itu dengan rasa kesal nya. Tentu saja dia tak ingin melakukan hal bodoh, dia tak ingin secara langsung ikut andil dalam balas dendam teman nya itu. Karier nya masih sangat berharga tentu saja.
Marco yang baru mendengar kabar duka itu murka dirinya sungguh tak terima mendengar kabar duka itu. Laki laki itu sungguh meluapkan amarahnya yang memukul dinding yang ada di depan nya itu. Marco yang ingin balas dendam kini seakan mencari antek untuk membantu meluapkan balas dendam yang membara. Tapi sayang nya teman nya itu tak ingin membantu nya dia, dia lebih menyanyangi karier nya di banding membela dirinya dan membantu dirinya untuk balas dendam.
" Aku akan membunuh mereka yang tak bisa menjaga mu Monic, sudah ku katakan mereka tak bisa menjaga mu, andai kau kembali pada ku pasti ini tak akan terjadi pada mu..." Ucapnya dengan nada marah serta mata yang memerah karena amarah.
" Malam itu jika aku tau malam perpisahan kita, aku tak akan membiarkan mu bersama mereka. Pasti aku akan membawa mu menjauhi mereka. Jika kau segera datang pada ku, hal ini tak akan terjadi Monic. Tapi semuanya kini terlambat Monic..." Liriknya dengan menyesal karena malam itu dirinya terakhir kali bertemu dengan wanita yang dia cintai.
Marco kini memukul semua dinding yang ada di sana mengobrak abrik semua ruangan itu dengan nada amarah yang benar benar tak bisa dia tahan. Mendengar kabar duka itu sungguh membuat laki laki itu juga hancur tapi kini dendam yang membara karena ingin semakin menghancurkan orang orang yang menyebabkan kematian wanita itu yang dia cintai.
Sedangkan Jenni yang mendengar bos nya yang marah marah dan menolak ajakan dari teman nya itu. Jenni kini mengerutkan kening nya ketika mendengar apa yang di ucapkan oleh bos nya itu.
" Sir selamat pagi..." Jenni yang kepergok berada di depan pintu ruangan bos nya itu kini dengan rasa gugup nya segera menyapa bos nya yang tiba tiba keluar dari ruangan nya itu.
" Sedang apa kau di sini?" David kini menatap penuh curiga wanita yang ada di depan nya itu.
" Tidak ada..." Jawabnya dengan bingung karena memang dirinya tak tau apa yang harus dia jawab. " Tadi aku mendengarkan kamu marah marah maka dari itu aku di sini, aku takut tekanan darah mu naik, tiba tiba pingsan jadi aku bisa langsung membawa mu..." Jenni kini asal saja menjawab nya itu.
David kini kembali lagi masuk keruangan nya dengan di ikuti oleh Jenni yang ada di belakang nya itu. David dengan segera mengusap wajah nya dengan kasar ketika ingat apa yang di minta Teman nya itu sungguh konyol.
__ADS_1
" Marco meminta aku untuk bergabung membalas dendam kepada orang orang yang menyebabkan kematian wanita yang dia cintai."
" Wanita nya meninggal?, astaga, kenapa Sir?" Jenni kini dengan rasa penasaran nya segera bertanya kepada bos nya yang tengah gusar karena menolak permintaan teman nya itu.
David menghela nafas nya dengan kasar, dia menatap kearah wanita itu yang juga menatapnya dengan rasa penasaran juga.
" Kau ingat wanita yang kita temui di restoran bawah waktu di hotel malam itu?" Jenni mengingat wanita mana yang di katakan oleh bos nya itu. " Kau lupa atau tak ingin mengingat nya?"
" Siapa Sir aku tak tau?" David membuang nafas nya dengan kasar.
" Wanita yang bersama dengan Steve, dia adalah wanita yang di cintai oleh Marco. Dan satu minggu lalu kecelakaan dan meninggal, mobil nya meledak..." Jenni terpaku dia melotot tak percaya dengan apa yang dia dengar itu.
Jenni mundur seketika tubuhnya lemas ketika mengingat wanita yang di sapa 'sayang' oleh laki laki yang dia cintai. Jenni kini terduduk seketika dia tak tau apa yang harus dia lakukan, pikiran nya kini fokus ke Steve, laki laki itu pasti saat ini sedang terpuruk karena duka.
" Yang kau tangkap dari pembicaraan ini hanya Steve yang bersedih..." David kini merasa kesal karena wanita itu hanya memikirkan Steve.
" Steve, aku harus menghubungi nya."
" Kau yakin ingin menghubunginya?, apa Steve akan mau menjawab telfon mu?, apa dia tak mencurigai kita, malam di mana kecelakaan itu terjadi kita bertemu dengan mereka dan terpancar jelas di mata mu bawah kau tengah menahan amarah yang memuncak ketika Steve merangkul nya...." Jenni yang ingin menghubungi Steve kini tak jadi, tangan nya yang sudah hampir menekan nama Steve kini di urungkan.
Apa mungkin Steve memiliki pemikiran bawah aku yang mencelakai nya? batin Jenni kini bergejolak tak karuan apa yang di katakan oleh David ada benar nya.
" Tapi aku tak melakukan apapun, aku tak mungkin mencelakai orang. Kau pasti tau itu Sir..." Jennifer kini segera menyangkal apa yang di katakan oleh pimpinan nya itu.
__ADS_1
" Aku mungkin percaya, tapi bagaimana dengan Steve?, apa dia percaya dengan mu?, di tambah yang meninggal adalah orang yang dia cintai dan kau orang yang meninggalkan nya tentu saja dia lebih mempercayai insting nya di banding mempercayai mu..." Jenni kini di buat cemas apa yang di katakan oleh bos nya itu benar, Steve tentu saja tidak akan percaya pada nya meskipun dirinya menyangkal nya berulang kali.
Sedangkan Steve dan Albert kini sedang menyimpan rahasia besar, kabar dari pihak police yang mengatakan bahwa mobil itu seperti nya sengaja di rusak kabel rem nya oleh seseorang yang membuat kecelakaan malam itu terjadi yang menewaskan kedua rekan terbaik nya itu. Steve dan Albert kini memilih untuk tak mengatakan pada siapapun agar semuanya yang sudah mulai belajar bangkit tetap berdiri dengan semestinya.
" Kita harus selidiki ini semua Al, aku yakin ini ada kaitan nya dengan Marco?" Steve segera menuduh kearah orang yang mereka temui sebelum kejadian itu terjadi.
" Kau benar, kita harus mengingat siapa saja yang kita temui sebelum terjadi kecelakaan itu."
" Jennifer aku bertemu dengan Jenni dan aku mengakui Suhu sebagai kekasihku dan kami ingin menghabiskan malam bersama..." Steve kini mencurigai semua orang termasuk wanita itu.
" Kau mencurigai Jennifer?"
" Semuanya bisa saja terjadi, dia memiliki masalah pribadi dengan ku dan Suhu. Aku harus temui dia, jika dia yang melakukan nya maka aku sendiri yang akan membalas dendam seperti Dio Della Morte membalas dendam..." Ucapnya seakan membakar semua yang ada di sekeliling nya.
Bersambung ya mak 🤭 sambung besok 😁 kita berikan penghormatan terakhir untuk Abang Abhi dan Suhu cantik kita Monica. Ada pertemuan pasti ada perpisahan dan semuanya yang tercipta pasti akan kembali kepada yang berhak dengan tubuh kita.
Hari senin vote sudah masuk ya kan 🤭 Like komen dan share boleh ya 🤭 kasih vote dan hadiah boleh juga 🤭
Ini nomer mince ya mak 081324594302 kalian hubungi mince, kita ngehalu sama sama mak 😂 kalian jika mau hubungi mince pakai sandi ya mak, jawab pertanyaan mince.
Siapa nama abang mince yang masih ada darah sepupu dengan Jonathan Cristopher?, itu sandi nya para mak mak yang tahu.
Terima kasih buat kalian semua ya 😘😘😘
__ADS_1