
Abhi yang pulang dari kesatuan nya, langsung menuju kamarnya, dia ingin sekali merebahkan badannya yang terasa lelah. Dia melewati pintu kamar dari wanita yang mampu membuat pertahanannya runtuh. Rasa rindu yang dari tadi tak melihatnya kini seakan ingin di luapkan ketika melewati kamar wanita itu yang tertutup.
Tapi Abhi yang merasa lelah memilih untuk masuk ke dalam kamarnya, membersihkan badan nya yang lengket karena keringat dari tadi keluar membasahi badan nya.
Sedangkan wanita itu kini sedang bertukar kabar dengan bos nya melewati panggilan telfon nya.
" Jadi benar kau ada di rumah Abhi?" Singa itu kini ingin bertanya langsung kepada orang nya secara langsung, dia ingin mendengar langsung.
" Bos saya memang sedang di rumah Abhi, maafkan saya jika saya tak mengatakan kepada anda..." Suhu itu meskipun tak memiliki rasa takut kepada siapapun, tapi nyali selalu ciut ketika mendengar suara bos nya yang terdengar dingin dan tegas.
" Sejak kapan kau di sana?"
" Sejak kemarin bos, tapi jika semuanya aman saya bisa langsung pulang ke markas tapi jika anda keberatan saya di sini saya bisa kembali sekarang..." Suhu itu segera mengatakan semuanya dengan rasa takut pada hati nya. Siapa saja yang di telfon singa itu secara pribadi pasti langsung bergetar, selama ini jika tak ada yang penting biasanya akan sang asisten nya yang menghubungi secara langsung.
" Baiklah kau di sana saja demi keamanan mu, nanti aku akan menghubungi mu lagi."
" Baik bos..." Panggilan itu pun segera terputus, wanita bertato itu bernafas lega karena panggilan itu terputus dengan segera. Setidaknya tidak ada yang perlu dia khawatirkan lagi.
...💕💕...
Malam ini Suhu cantik itu kini telah bersiap untuk keluar dari kamarnya, tapi dia hanya mondar mandir dari tadi di dalam kamarnya, selain dia malu jika harus bertemu dengan Abhi dia juga bingung harus berkata apa jika bertemu laki laki itu. Kegiatan mereka tadi siang mampu membuat wanita itu tak bisa berkutik.
" Nona.. nona..." Ketukan dan suara teriakan kecil dari luar pintu membuyarkan dia dari lamunan. Suhu itu dengan cepat membuka pintu nya.
" Ada apa?" Tanyanya dengan pelan.
__ADS_1
" Makan malam nya sudah siap, tuan Abhi menyuruh saya untuk mengatakan pada Suhu bahwa anda harus makan malam terlebih dahulu..." Wanita itu mengerutkan keningnya.
" Di mana Abhi?, apa belum datang?"
" Tuan ada di kamarnya nona, baru saja masuk ke kamar. Dari tadi seperti nya berada di dalam ruangan kerja nya..." Suhu itu hanya mengangguk mengerti.
" Baiklah, nanti aku akan turun. Aku perlu bicara sebentar dengan Abhi..." Pembantu yang bernama Neni itu kini mengangguk mengerti, dia langsung meninggalkan tempat itu. Terkadang para pembantu itu tak tahu apa yang terjadi bos bos nya.
" Abhi..." Pintu kamar yang tak terkunci membuat wanita itu dengan muda masuk ke sana. Dari tadi wanita itu sudah mengetuk pintu berulang kali tapi laki laki itu tak menjawabnya, jadi wanita itu dengan berani membuka kamar dan benar saja pemilik kamar tak ada di sana.
Suhu itu kini masuk ke dalam dan bunyi gemericik air terdengar dari kamar mandi, Suhu yang tahu bawa laki laki itu tengah mandi, ingin keluar tapi tak jadi karena sebuah panggilan dari ponselnya membuatnya menetap di sana.
" Sudah.. tinggal dia yang bekerja.. aku sudah menyusun semua yang kau mau.. jadi kau tak perlu khawatir..." Katanya di sebrang telfon.
" Aku akan mengabari mu lagi apa yang harus kau lakukan."
" Hmm..." Gumamnya. " Kau baik di sana?, dia kurang ajar pada mu?" Tanyanya dengan nada khawatir tapi juga ada nada kelegaan di sana.
" Aku baik, jangan khawatir. Aku akan baik baik saja asal kau melakukan apa yang aku mau."
" Baiklah aku menunggu perintah mu selanjutnya, ingat jangan main main dengan hati jika kau tak siap. Tapi jika kau siap maka silahkan mainkan hati mu. Terkadang kita butuh seseorang untuk bersandar melepaskan beban dalam pundak, tak hanya seorang sahabat, tak kekasih. Kau mengerti maksud ku bukan?" Nasehat seorang laki laki untuk teman nya yang sedang dilema itu, Andre yakin bahwa wanita itu juga merasakan getaran cinta yang mendalam untuk police itu, hanya saja sang wanita tak mengakui nya.
" Jangan banyak bicara..." Katanya dengan menutup panggilan itu.
__ADS_1
Sedangkan Abhi yang mendengar obrolan itu merasa panas seperti dirinya di siram kobaran api pada tubuhnya, dia yang tadi ingin keluar dari kamar mandi tak jadi ketika mendengar suara wanita yang sedang berdiri memunggungi nya.
" Suhu kau di sini?" Suara Abhi yang menahan amarah nya kini sedikit ketus, tapi dengan susah payah dia menormalkan jantung nya yang bergemuruh marah.
" Ah.. maaf aku masuk kamar mu tak ijin mu.. Aku bisa keluar sekarang..." Abhi dengan cepat kilat sedikit berlari menahan wanita itu agar tak keluar dari kamarnya.
Suhu cantik itu yang tertahan oleh tangan laki laki itu tak bisa keluar dengan segera, tangan nya yang di cekal oleh sang pemilik kamar akhirnya terhenti di pintu yang masih tertutup, posisi mereka yang saling tak menatap dan terhimpit pintu tertutup itu.
" Kau ingin kemana he?" Tanyanya dengan mengelus tangan nya dari atas hingga ke bawah.
" Aku hanya ingin memanggil mu untuk makan malam, hanya itu..." Jawabnya dengan gugup serta jantung yang memompa begitu cepat.
" Apa Neni tak mengatakan pada mu bahwa aku meminta mu untuk makan malam terlebih dahulu..." Bisiknya dengan lembut membuat wanita itu merasakan merinding seketika.
" Tadi sudah mengatakannya.. tapi aku yang ingin menemui mu..." Wanita itu memejamkan matanya ketika sensasi itu memenuhi seluruh tubuhnya, dia biasa nya wanita yang pemberani dan tak kenal rasa takut semenjak getaran cinta itu dia rasakan dia kini takut akan terjadi sesuatu dengan mereka berdua. Cumbua* yang kemarin saja masih terlintas jelas di pikiran kedua insan yang belum pernah merasakan namanya jatuh cinta, dan kali ini mereka berdua sungguh merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya.
" Siapa yang menghubungi mu tadi?" Kecupan pada leher wanita itu serta himpitan di dinding membuatnya wanita itu sungguh tak bisa berkutik sama sekali, bahkan dia terlalu malu jika harus bertatapan dengan laki laki yang menggoyahkan pertahanannya.
" Andre.. dia hanya terlalu cemas kepada ku, dari tadi aku tak menjawab telfon nya..." Suaranya tertahan ketika dia memulai dengan berani nya sedikit menyesa* leher nya itu.
Rasa cemburu kini seperti nya menutupi akal sehat Abhi,. wanita itu menyebut nama teman nya membuat jantung nya memompa begitu cepat.
" Apa kau dan dia ada hubungan spesial?" Sebuah pertanyaan yang membuat Suhu itu terdiam, dia tak tahu harus menjawab apa ketika ada orang untuk pertama kalinya menanyakan status nya dengan Andre.
__ADS_1