
Malam ini Jennifer yang berada di ruang tamu menunggu sosok laki laki yang memiliki tempat itu, Jennifer kini secara tiba tiba menjadi gugup karena dirinya akan bersama laki laki yang dia sukai, laki laki yang membuat jantung nya bergetar meskipun hanya melihat wajahnya saja.
" Kau sudah makan malam?" Sebuah sentuhan di lengan nya membuat wanita itu tersentak terkejut bukan main. Dia menyentuh dada nya yang terasa terkejut bukan main. " Kau melamun?" Sambungnya lagi dengan menatap wanita itu.
" Kau mengejutkan ku Tuan Steve..." Tangan wanita itu masih berada di dada nya.
" Kau melamun apa?" Steve kini duduk di sebelah wanita itu yang menatapnya dengan rasa keterkejutan nya.
" Tidak ada Tuan..." Jennifer kini mengalihkan pandangan nya, dia terlalu gugup menatap Steve yang duduk di sebelah nya.
" Kau bisa memanggil ku Steve jika berdua seperti ini. Lagian ini di luar jam kantor..." Wajah Jennifer kini memerah dia tak menyangka bahwa perkataan Steve sama persis dengan yang ada di mimpi nya waktu itu.
Jennifer kini diam lagi, dia banyak terdiam karena kejadian dua hari ini sungguh membuatnya tak habis pikir, bahkan dirinya masih terlalu tak menyangka.
" Kau sudah tahu siapa yang mengirim mu pembunuh bayaran?" Steve kini kembali membuka suaranya karena wanita yang ada di sebelahnya dari tadi hanya diam.
Jennifer menghela nafasnya, dia sedikit mengangguk pelan sebelum akhirnya dia menyandarkan punggung ke sofa besar itu.
__ADS_1
" Aku tak menyangka bahwa dia begitu tega mengirimkan sosok pembunuh bayaran serta meneror ku..." Jennifer kini membuka suaranya lagi matanya menatap langit langit ruangan itu.
" Selama ini aku tak selalu menjalankan misi ku dengan baik, mungkin hanya pada tim mu yang membuat ku terlalu lama menjalankan misi ku. Aku mungkin sekarang terjebak di antara kalian, aku tak bisa mundur dari tim kalian. Tapi aku bisa mundur dari tim ku sendiri. Aku tak ingin mati konyol di bunuh oleh tim ku sendiri, aku tak menyangka mereka rela mengorbankan kau dan menjadikan aku umpan di sini. Selama ini aku tak pernah gagal menjalankan semua misi misi ini, tapi entahlah aku belum menemukan apapun yang membuat bos ku mencurigai kalian semua..." Jennifer kini berucap dengan tenang, dia tahu tak perlu menyembunyikan ini semua karena percuma, dia berpikir jika dirinya menyembunyikan ini lagi rasa nya tak ada guna nya, karena pada dasarnya laki laki itu tahu siapa dirinya.
" Hanya tim mu yang mungkin tahu bahwa aku di sini hanya menyamar, selama ini tak ada yang tahu bahwa aku menyamar untuk memata-matai mereka semua..." Sambungnya lagi.
" Kau memang payah, aku bisa membaca setiap gerak gerik mu. Kali ini kau salah masuk Jenn, harusnya sebelum kau masuk ke sini kau cari tahu dulu siapa lawan mu."
" Kau benar aku memang payah. Aku tak pernah mencari tahu siapa lawan ku saat aku menjalankan setiap misi. Aku selalu angkuh karena aku selalu berhasil selama ini. Tapi seperti nya aku di sini gagal karena kau muda melihat bahwa aku hanya melakukan penyamaran..." Jennifer kini menatap sekilas laki laki tegap itu.
" Dari awal kau berdiri di depan ku, sudah dapat ku ketahui bahwa kau hanya bersandiwara di sini, dan dugaan ku benar..." Steve hanya tersenyum sekilas ketika mengatakan apa yang ada di pikiran nya. " Sekarang kau yakin bahwa bos mu yang mengirimkan semua nya pada mu?" Sambungnya lagi.
" Kau sungguh menuduhku?, kau sungguh berkata seperti itu?" Steve sungguh tenang berkata. Bahkan dia menatap wanita itu dengan wajah yang santai dan tenang.
" Semua nya bisa mungkin saja terjadi. Kau menyuruh orang orang itu agar bisa membongkar siapa aku sebenarnya..." Jennifer mengangkat kedua bahu nya acuh, tapi apa yang dia katakan bisa saja terjadi.
" Jika aku yang menyuruh mereka, kau tak akan ada di sini sekarang, mungkin kau sudah ada di ruangan gelap dan aku sudah duduk di depan mu dengan mengintrogasi mu..." Jennifer berpikir apa yang di katakan oleh laki laki itu benar, tak mungkin dia akan membantu menyelamatkan nyawa nya tadi.
__ADS_1
" Semuanya terlalu membingungkan Steve."
" Jadi sekarang selain bos mu yang kau curigai, aku juga termasuk dalam kecurigaan mu?" Suara Steve yang berubah sinis membuat Jennifer langsung menatap nya dengan rasa bersalah.
" Tidak tidak, aku hanya bercanda. Maksud ku semua nya terlalu membingungkan bagi ku. Semuanya bisa saja terjadi, tapi aku tak bermaksud untuk menuduh mu, aku berani bersumpah aku tak menuduh mu..." Jennifer langsung menjelaskan dengan cepat dia tak ingin orang yang menolong nya kali ini salah paham pada nya. " Aku berterima kasih karena kamu menyelamatkan aku, aku tahu kau tak mungkin melakukan ini, kau tak mungkin mengirimkan semua orang orang itu. Aku sungguh berani bersumpah bawa tadi hanya bercanda..." Sambungnya lagi dengan nada panik nya, dia dengan cepat menjelaskan semuanya.
Steve yang mendengarkan penjelasan dari wanita itu hanya menatapnya datar bahkan tak ada senyuman di wajah nya. Tuduhan nya sungguh melukai hati nya.
" Aku menolong mu dan kau malah menuduh ku, harusnya tadi aku tak menolong mu, biarkan saja kau mati di tangan orang itu..." Ucapnya dengan kesal. Meskipun wanita itu berkata hanya bercanda tapi entah kenapa hati nya tergores karena mendengar tuduhan itu dari wanita yang sudah dia tolong.
" Steve astaga aku hanya bercanda, dari awal aku sudah yakin siapa yang mengirimkan semua orang orang itu pada ku. Aku juga tabu jika kau yang mengirim orang orang itu mungkin aku tak ada di sini, mungkin aku sudah tak ada di sini bersama mu..." Jennifer kini panik ketika Steve malah tak ingin mendengarkan semua penjelasan yang hanya kata kata bercanda itu.
Dasar es, kau sungguh dingin. Bercanda saja masih kau ambil hati. Batin Jennifer yang tak menyangka bahwa kata kata bercanda itu sungguh membuat laki laki itu marah.
" Steve aku hanya bercanda, jangan di ambil hati, aku tak ada maksud apa apa. Aku berani bersumpah aku hanya bercanda..." Suaranya kini penuh permohonan dia tak ingin terjadi salah paham di antara mereka.
Steve tak menjawabnya dia berdiri dari duduk nya dan ingin meninggalkan wanita itu. Jennifer kini mengikuti Steve yang berdiri.
__ADS_1
" Aku seorang CIA..." Perkataan Jennifer membuat langkah Steve terhenti seketika.