
Rumah yang harusnya menjadi bahagia dan ramai dengan tangisan bayi kini harus menjadi tangisan semua keluarganya yang mendengar kepulangan Vivi yang mendadak. Bayi mungil yang masih merah itu kini terpaksa harus menerima kenyataan bahwa dia tak memiliki sosok seorang ibu yang akan menggendong nya dengan kasih sayang dari seorang ibu.
Setelah pemakaman dari Vivi kini semua keluarga mereka berkumpul dengan sisa air mata di matanya. Violet kini yang mengendong keponakannya serta mendekapnya dengan penuh kasih sayang. Rasa iba itu kini menyeruak di hatinya.
" Anak kecil seperti ini harus merasakan tak memiliki sosok seorang ibu yang akan menggendongnya dengan kasih sayang..." Liriknya dari Violet waktu itu.
Beberapa hari Violet kini menjadi sibuk dengan mengurus keperluan dari keponakannya, semua orang memperhatikan Violet yang begitu cepat dalam merawat keponakannya itu. Sedangkan James masih berduka, istri yang dicintai nya kini pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun. Dia meninggalkan putri yang begitu mereka harapkan.
" Nak James bisa kita bicara?" Ayah dari Vivi kini tiba tiba menemui menantunya yang sedang melamun di pinggir kolam.
" Ayah ada apa?"
" Ayah dan Ibu tak mungkin selamanya di sini Nak, ada pekerjaan yang kami lakukan. Tapi kami juga tak bisa meninggalkan mu dan Angel di sini seorang diri..." Ayah itu kini menatap istrinya sebelum mengatakan apa yang ingin mereka katakan. " Maksud kami adalah kami ingin kamu menikah dengan Violet."
" Tidak mungkin aku menikah dengan Violet Yah, dia adalah adik ipar ku. Bagaimana mungkin aku menikah dengannya. Tidak tidak jangan konyol."
" Dengar James, Violet wanita yang tepat untuk mengantikan Vivi merawat Angel. Wanita di luar sana belum tentu mau menerima putri mu dengan hati yang tulus."
" Kau lihat Violet dia rela mengantikan posisi Vivi, dia merawat Angel dengan senang bahkan tak ada beban. Angel juga merasa sangat nyaman dengan Violet. Apa kau tak bisa melihat mereka yang seperti memiliki hati yang menyatu..." Timpal sang Ibu yang juga menyetujui rencana dari suaminya.
" Tapi Bu, saya yakin Violet tak akan mau menerima ku, bagaimana pun aku adalah kakak iparnya-"
" Tidak aku tidak akan mau menikah dengan Kak James..." Suara teriakan dari Violet mengejutkan mereka yang sedang mengobrol satu sama lain.
" Violet dengarkan kami dulu, jangan tiba tiba menolaknya-"
__ADS_1
" Ayah tak bisa tiba tiba menyuruh aku menikah dengan Kak James. Aku rela membantu Kak James merawat Angel tapi tidak untuk menikah dengan nya."
" Nak dengarkan dulu penjelasan kami. Kamu dan Angel memiliki ikatan hati yang membuat kalian saling nyaman, dan Angel merasakan dia aman bersama mu. Tak apa kau tak ingin menikah dengan Kakak ipar mu, tapi pikirkan lagi jika ada wanita lain yang mendekati kakakmu dan ingin menikah, apa wanita itu mau menerima Angel?, apa dia akan menerima nya dengan tangan yang terbuka. Kau tau sendiri seperti apa ibu tiri..." Penjelasan yang di berikan oleh Ibunya membuat Violet diam, dia mencerna apa yang di katakan oleh Ibunya itu benar.
" Tapi kenapa harus menikah Bu?, apa kata orang nanti?"
" Pernikahan Turun Ranjang itu wajar nak, tai hanya kamu yang mengalaminya. Ayah mohon demi Angel agar Kakak mu juga bisa tenang di sana..." Tak ada pilihan lain selain menyetujui semuanya. Dengan terpaksa semuanya harus terjadi, pernikahan Turun Ranjang itu akhirnya terjadi dengan cepat.
Satu minggu pernikahan itu terjadi. Mereka kini menikah dengan rasa terpaksa, Violet kini berkorban demi keponakannya yang membutuhkan kasih sayang dari sosok ibu yang mau menerima anak kecil itu dengan tulus.
Malam di mana Violet mengendong Angel, James kini tersenyum licik ketika dia harus melakukan suatu hal agar istrinya kecilnya mau menerima dirinya. James sepertinya memberikan obat perangsa** waktu itu ke dalam minumannya, dan jebakan itu pun terjadi.
Violet merasakan hawa panas kepada tubuhnya ada sesuatu yang tak bisa di katakan selain sedikit menahan desaha*. James yang melihatnya kini hanya bisa tersenyum bahwa rencananya berhasil.
" Entahlah Kak badan ku panas, aku membutuhkan sesuatu..." Geramnya dengan tiba tiba melepaskan seluruh tubuhnya. " Bantu aku Kak, augh...." Lenguhannya tak bisa di tahan kali ini.
" Kau meminta bantuan apa?" Bisiknya dengan sengaja menggoda telinga Violet.
" Lepaskan sesuatu dari tubuh ku..." Violet kini yang sudah tela*jang kini membuat laki laki tergoda.
James kini mengambil sabuk pinggangnya, mengikat tangan Violet ke ranjang atasnya. Sedangkan tubuh Violet kini sudah lemas dan tak berdaya. Violet kini menikmati setiap sentuhan yang di berikan oleh laki laki itu, dia hanya bisa pasrah dengan tangan yang terikat.
Violet kini merintih kesakitan ketika sabuk satunya kini malah di pukul kan ke tubuh Violet. Hasrat yang tinggi kini lenyap ketika pukulan demi pukulan malah di layangkan oleh James.
" Apa yang kau lakukan James, ini sakit.. arg..." Violet kini merintih dan mendesa* kesakitan tapi sayangnya James tak peduli semakin dia melihat pasangannya kesakitan maka laki laki itu semakin memiliki gaira* yang luar biasa.
__ADS_1
Violet kini menangis dengan ras sakit serta rasa panas yang menjalar tadi kini menjadi panas dan perih karena luka yang di buat oleh sabuk tebal tersebut. James terus memompa pinggulnya dengan hentakan yang kasar. Bahkan tak ada kelembutan ketika mereka melakukan hal itu. Bahkan malam itu menjadi malam yang mengerikan bagi dirinya.
" Maafkan aku..." James kini melepaskan ikatan tersebut.
Violet kini langsung menjauh dia memeluk erat kedua kakinya dengan isak tangis. James kini memeluk istri kecilnya, James tau dia begitu terkejut dan terpukul tapi inilah dia, laki laki yang memiliki kepribadian lain.
" Jangan menyentuh ku..." Violet kini berdiri dia dengan berani menantang laki laki itu. Sekali lagi kau menyentuh ku maka aku akan menggugat cerai dan aku akan katakan semuanya."
" Kakakmu saja menikmati setiap apa yang aku lakukan bahkan aku dan kakak mu melakukan hal gila."
" Jangan sama kan aku dengan kakak ku, jika kau tak berjanji maka aku akan pergi dan mengajukan gugatan."
" Jangan pergi, jika kamu pergi siapa yang akan merawat Angel."
" Maka jangan pernah menyentuh ku lagi. Berjanjilah ini yang terakhir kau menyentuh ku, jika tidak-"
" Aku janji aku tak akan menyentuh mu lagi." James dengan cepat berjanji agar wanita itu tak lari dan meninggalkan dia dengan putrinya.
" Maka beri aku kamar pribadi, aku tak ingin satu kamar dengan mu."
" Apapun yang kau minta asal kau jangan pergi dari sini. Aku akan mengatur semuanya."
" Keluar dari kamar ini aku butuh sendirian..." James kini segera memakai baju nya dengan rasa menyesal dia keluar dari kamar miliknya. James kira Violet akan menyukai hal seperti kakaknya menyukai hal tersebut.
Flashback Of
__ADS_1