Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Terkuak 7


__ADS_3

Pagi ini semua orang telah berkumpul di pemakaman Hugo. Semua orang yang berjas hitam telah mengelilingi pemakaman laki laki itu. Valarie yang berdiri di sebelah suaminya kini mereka saling mengaitkan kedua tangan mereka. Sebenarnya mereka merasa kehilangan tapi apa boleh buat jika Hugo adalah musuh mereka.


" Hugo aku harap kamu tenang di sana dan kamu sudah cukup membalaskan dendam mu.. kau sudah mengakhiri ini semua dengan cara mu sendiri.. aku harap kau tenang di sana..." Albert menyentuh nisan yang bernama sepupu nya itu. Dia merasa sedih atas kehilangan sepupu nya itu. Seseorang yang sudah dia anggap seperti kakak nya.



" Hugo anak ku.. kau tega meninggalkan kedua orang tua.. hiks.. hiks..." Sang ibu dari laki laki yang sudah tertutup tanah yang baru tiba langsung terduduk di tanah dengan air mata yang sudah menetes di pipi nya.


" Bibi biarkan Hugo pergi dengan tenang, dia sudah bahagia di alam sana.. dia sudah menentukan pilihan nya untuk mengakhiri ini semua bibi..." Albert menenangkan bibi dan paman nya yang menanggis histeris di sana.


" Alberd kenapa ini bisa terjadi kepada sepupu mu, kenapa kau tak menghalangi nya. Bibi sudah katakan agar kau menjaga nya."


" Maafkan aku bibi.. maafkan aku..." Albert tak bisa menutupi kesedihan nya, dia juga sedih atas kehilangan sepupunya itu. Tapi dia tak bisa berbuat apa apa lagi kecuali hanya bisa pasrah dengan keadaan ini.


Kedua orang tua itu kini menatap semua para laki laki yang ada di sana dengan tatapan tajam nya. " Kalian yang membunuh anak ku.. kalian harus bertanggung jawab..." Ibu tua itu kini berdiri dengan segera, menghampiri para laki laki yang di sana, memukul nya dengan sekuat tenaga, Andre yang dapat serangan itu hanya bisa pasrah dengan pukulan itu. Dia tak mungkin melawan orang tua itu.


__ADS_1


" Kau yang bernama Zac bukan?, gara gara kamu anak ku harus meninggal.. kau harus mati juga di tangan ku..." Wanita itu masih mengamuk di sana dia masih memukul kencang kearah Andre yang dari tadi diam.


" Bibi sudah.. jangan salahkan mereka bi.. mereka hanya membela dirinya..." Albert kini mencoba menahan tangan bibi nya agar berhenti menyerang laki laki bertato itu.


" Mereka yang membunuh sepupu mu, dan kau membela mereka semua.. atau jangan jangan kau juga ikut dalam membunuh sepupu mu juga..." Wanita itu menatap Albert dengan tajam.


" Ibu sudah jangan buat keributan di pemakaman putra kita.. biarkan dia tenang di sana.. kita harus memberikan penghormatan terakhir kepada putra kita..." Ayah nya Hugo kini mulai bicara dan mencoba juga untuk mencegah istrinya agar tak tambah mengamuk di sana.


" Jangan membela mereka yah.. mereka tak pantas hidup.. anak kita kedua dua nya meninggal di tangan mereka..." Katanya dengan berteriak histeris.


" Bibi saya yang bernama Zac.. jika anda ingin memukul saya maka saya akan menerima nya..." Zac yang dari tadi diam kini tiba tiba maju ke depan dengan menyodorkan tubuh nya untuk di pukul oleh ibu tua yang saat ini sedang sedih karena kehilangan putra nya.


" Bibi ini bukan salah dari tuan Zac.. Hugo sendiri yang ingin balas dendam konyol bibi.. sudah ku katakan bahwa bukan tuan Zac yang membunuh Pelope bibi..." Albert mengatakan semuanya dengan menahan tangan bibinya agar dia berhenti memukul bosnya yang hanya diam saja dari tadi.



" Tak apa Albert biarkan bibi mu melampiaskan kemarahan nya pada ku.. aku pantas dia pukul..." Zac membiarkan wanita tua itu mengamuk di sana.

__ADS_1


Semua orang yang ingin mencegah wanita itu akhirnya mengurungkan niatnya karena mendengar larangan dari bos nya itu. Val menatap wajah suami nya yang meringis kesakitan ketika lengan yang terluka di pukul oleh ibu dari Hugo.


" Bibi hentikan..." Val kini mencekal tangan wanita itu ketika ingin memukul tubuh suami nya lagi. " Bibi aku Valarie, apa bibi lupa dengan ku?" Wanita itu mengamati wajah Valarie, tapi sedetik kemudian dia ingat wanita cantik yang ada di depan nya.


" Valarie, kau bintang nya Hugo..." Wanita itu memeluk Valarie dengan air mata yang terus keluar dari matanya. " Kau sedang apa di sini?, kenapa kau bersama mereka nak?, mereka tak baik untuk mu sayang, ayo ikut bibi pulang. Hugo akan senang jika kau tinggal bersama kami..." Sambungnya dengan menyentuh kedua pipi wanita cantik itu.



" Bibi boleh aku meminta satu hal pada mu?, kau selalu mengatakan bahwa aku bisa meminta apapun pada mu, kau masih menganggap ku anak mu bukan?" Valarie dan wanita itu sangatlah dekat. Sewaktu di negara A, Val dan keluarga Hugo adalah seperti keluarga sendiri. Tapi semenjak kabar meninggalkan nya kedua orang Val, Hugo pergi dan Val juga harus ikut kakak nya ke Italia.


" Dari dulu kamu tetap putri ku, ayah aku menemukan putri ku..." Wanita itu senang ketika bertemu dengan Valarie, wanita yang sudah di anggap sebagai putrinya sendiri.


" Maafkan Zac bibi..." Mata wanita itu melotot tak percaya bahwa permintaan wanita itu tak bisa dia terima. " Dia suami ku bibi, aku dan Zac adalah suami istri..." Sambungnya lagi.


" Tidak.. bibi tak akan memaafkan suami mu itu, dia sudah membunuh kedua anak bibi Val.. Pelope meninggal dengan mengenaskan karena ulah nya yang menjijikan.. Hugo juga meninggal dengan mengenaskan juga aku yakin itu. Dan sekarang kau ingin aku memaafkan mereka?, jangan mimpi dan itu tak mungkin terjadi..." Ibu Hugo itu melepaskan tangan nya yang di sentuh oleh Val dengan lembut.


" Kau menikahi orang yang salah nak, kenapa kau bisa terjebak dengan orang orang yang kejam Val. Di mana kakak mu yang harus nya melindungi mu dari mereka?, apa kakak mu tak bisa menjaga mu atau kau di ancam menikah dengan nya?" Tuduhkan itu langsung terlontar begitu saja dari bibirnya.

__ADS_1


" Tidak bibi, aku menikah dengan nya karena cinta kami. Aku dan Zac saling mencintai, bukan karena ancaman nya bi. Aku mohon jangan lakukan hal itu kepada suami ku..." Val meneteskan air mata nya, dia tak ingin suami nya di benci oleh ibu dari teman nya sendiri.


__ADS_2