
Memilih menjalin komitmen adalah keputusan yang susah apalagi aku belum pernah merasakan jatuh cinta. Tapi seiringnya waktu cinta itu pasti akan tumbuh di tengah tengah hubungan ini.
Valarie Octavia
...💦...
Pagi ini matahari nampaknya sangat tersenyum senang karena teriaknya panas serta langit biru sangat indah. Panas nya matahari sudah mulai pagi membangunkan semua makhluk di muka bumi ini, sedangkan awan biru melihat keindahan alam yang begitu nyata di atas langit.
Pagi ini semuanya menjadi sangat sibuk, Val yang pagi ini ada pemotretan pagi di sebuah pantai harus berangkat sebelum matahari muncul, sedangkan Zac yang ada meeting penting pun juga harus berangkat sangat pagi.
" Steve kau sudah menemukan nya?" Zac yang langsung menanyakan wanita nya kepada sang asisten yang mencarinya dari kemarin, Zac langsung bertanya ketika kedua laki laki itu berada di dalam mobil nya.
" Sudah tuan, ternyata nona Valarie berada si naungan agency Nyonya Jovanka."
" Kau serius dia ada di naungan Jovanka?" Steve hanya mengangguk karena dia lebih fokus membela jalanan pagi ini. " Ternyata dia sangat dekat dengan ku tapi aku tak tahu..." Sambungnya dengan tersenyum.
" Apakah dia ada pemotretan hari ini?" Tanyanya lagi karena Zac sangat merindukan wanita cantik itu.
" Ada tuan."
" Jemput dia katakan kau asisten ku..." Perintahnya.
" Baik tuan..." Zac akhirnya turun dari mobil nya dia masuk sendiri di perusahannya karena Steve harus menjemput wanita bos nya.
__ADS_1
" Aku rasa bos sekarang mulai menaruh hati kepada nona Valarie..." Ucapnya sendiri ketika dia melajukan mobil nya menuju tempat di mana Valarie melakukan pemotretan.
" Nona Valarie Octavia..." Steve yang dari tadi menunggu lama akhirnya bisa menghampiri wanita itu yang sedang duduk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah karena terlama berpose di depan kamera.
" Iya saya Valarie, ada apa?, kau siapa?" Valarie sedikit terkejut bahwa ada laki laki tegap dan rapi menghampirinya dan menyapa nya dengan nada yang sangat sopan.
" Saya asisten dari tuan Zac Kozan, saya di perintah untuk menjemput anda nona dan membawanya menemui tuan..." Senyumnya mengembang ketika laki laki itu mengatakan tentang Zac, laki laki yang dia pikir sudah meninggalkan nya, karena memang beberapa hari ini dia tak mendapatkan kabar apapun tentang nya.
" Apa kau sungguh di perintahkan Zac?, kenapa bukan dia sendiri yang datang kemari?" Sebuah pertanyaan timbul di benaknya, apa dia takut akan ada yang memintanya jika dia yang datang ke sini menemuinya sendiri.
" Tuan ada meeting yang tak bisa diwakilkan nona..." Valarie mengangguk pelan memahami siapa laki laki gondrong itu. " Apa anda sudah selesai atau masih ada pemotretan lagi?" Tanyanya lagi.
" Apa perlu apa kamu di sini?" Nada ketus dari Valarie ketika langkahnya di hentikan oleh laki laki yang sangat tak ingin dia temui.
" Val aku ingin kita bicara..." Valarie menghempaskan tangan laki laki itu dengan kasar ketika laki laki itu memegang tangan nya, dia sangat enggan bersentuhan dengan laki laki yang ada di depannya.
" Tidak ada yang perlu kita bicara Aiden, aku sibuk aku harus segera pergi..." Laki laki tadi adalah Aiden, dirinya menyempatkan waktu untuk menemui wanita cantik itu untuk meminta maaf atas kebodohan nya.
Aiden mengejar Valarie yang meninggalkan dirinya, mendekati langkahnya. " Val please aku hanya ingin kita bicara dan aku minta maaf, aku salah, kau boleh menghukum ku tapi please jangan menghindar dari ku..." Aiden tetap mengikuti langkah Valarie yang berjalan ingin masuk ruang ganti yang telah di sediakan di sana.
__ADS_1
" Aiden kamu tahu aku tak suka dengan perjodohan ini, jadi salah sedikit saja aku akan membatalkan perjodohan ini..." Katanya dengan tegas dan tak main main dengan kata kata nya.
" aku tahu aku minta maaf..." Rasa penyesalan selalu di belakang. " Kita bisa menjadi teman, Abhi juga sudah membatalkan rencana ini..." Liriknya dengan nada menyesal.
" Nanti kita akan bicara lagi Aiden, saat ini aku harus benar benar sibuk, aku ada janji dengan seseorang."
" Baiklah aku akan pergi, tapi kamu harus janji memberi ku kesempatan untuk kita bicara."
" Iya nanti oke, sekarang kau harus pergi..." Aiden tersenyum ketika mendengar wanita itu akhirnya akan memberikan kesempatan untuk mereka bicara, meskipun hatinya penasaran siapa yang di temui wanita itu tapi dia memilih tak bertanya dan langsung meninggalkan tempat itu.
Valarie dengan cepat berganti pakaiannya, berjalan ke arah laki laki yang menunggunya dari tadi. Steve sempat mengagumi wajah ayu dari wanita bos nya tapi dia segera menunduk ketika Valarie mendekat ke arahnya.
" Maaf nona jika saya boleh tahu siapa laki laki yang bicara dengan anda tadi?" Steve tak bisa membendung rasa penasaran nya ketika mereka sudah berada di dalam mobil. Steve akan selalu mencari tahu siapa saja yang berada di dekat bos nya agar tak terlalu rumit untuk di kemudian hari.
" Laki laki?" Val sedikit mengingatnya. " Aiden, dia Aiden..." Jawabnya ketika dia ingat, tapi Steve tak bisa melihat laki laki yang bernama Aiden itu karena jarak mereka terlalu jauh.
" Saya dulu pernah memiliki teman yang bernama Aiden tapi dia tiba tiba menghilang. Jika boleh saya tahu siapa nama lengkapnya nona?" Steve tahu betul trik apa yang akan dia gunakan untuk memancing pembicaraan dengan wanita yang duduk di belakangnya.
" Aiden Jakson, memiliki beberapa hotel dan restoran, mungkin kamu mengenalnya karena dia pernah mengatakan bahwa bisnisnya tengah naik daun..." Valarie selalu menjawab nya dengan tenang bahkan dia tetap fokus dengan ponsel di tangan nya, tapi dia tetap menjawab apa yang di tanyakan. " Apa dia teman mu yang hilang?" Sambungnya dengan menatap ke depan.
" Tidak nona, teman saya Aiden Aksa..." Tentu saja Steve tak mengenalnya karena Steve hanya berbohong untuk mencari tahu Aiden siapa yang di katakan bos nya kemarin.
Selama perjalanan mereka berdua memilih saling diam, tak ada percakapan lagi, Steve fokus mengendarai mobilnya sedangkan Val sibuk dengan ponselnya dengan melihat foto foto nya yang sudah di kirim oleh fotografer nya tadi. Steve tentu tak berani menatap wanita bos nya ataupun mengajak wanita itu mengobrol lebih jauh, jika bosnya tahu dapat di pastikan dia akan mendapatkan bogem mentah dari bos nya itu. Jadi Steve sibuk dengan dunia nya sendiri dan membiarkan nona muda nya juga asik dengan dunianya sendiri.
__ADS_1