Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Panas Membara 1


__ADS_3

Minggir 21+ bertaburan di sini 🤭 yang bocil yang jomblo jangan mampir di bab ini nanti pada halu 🤣 jangan solo kasihan sabun nya nanti 🤣🤣


Happy Reading 😍😍


Kini Steve mengantar Jennifer menuju tempat tinggal nya, sebuah apartemen yang tak jauh dari perusahan nya. Steve tetap membopong tubuh wanita itu. Aroma parfum itu kini membaur di hidung mereka berdua dengan segera. Jantung mereka yang terasa cepat membuat aliran darah itu seakan mendesir dari ujung kepala hingga ujung kaki. Mereka saling melirik dengan pemikiran mereka masing masing.


" Tuan Steve sampai sini saja tak apa, aku bisa masuk ke dalam sendiri..." Jennifer merasa harus cepat menghindar dari sentuhan yang membuat aliran darahnya mengalir begitu cepat.


" Tak apa aku akan membantu mu masuk. Aku harus memastikan bahwa kau aman hingga masuk ke dalam apartemen mu..." Steve memaksa untuk dirinya masuk ke dalam apartemen wanita yang sedang di rangkul itu.


Jennifer mencoba untuk menghindari tapi nyatanya dia gagal, laki laki berbadan tegap itu nampaknya terus memaksa dirinya untuk masuk ke dalam dengan alasan membantu wanita itu.


Jennifer terpaksa membuka pintu itu, menampakan ruangan apartemen yang rapi di sana. Steve merebahkan tubuh wanita itu ke sofa empuk yang hanya satu di ruang utama itu.


" Tuan Steve terima kasih sudah membantu saya..." Steve yang duduk di sebelahnya hanya mengangguk pelan dengan menyandarkan punggungnya.



" Kau ternyata berat juga..." Ucapnya dengan merasa kesal karena dari tadi dia membantu wanita itu berjalan.


" Chh!! kau ini..." Jennifer membuang mukanya yang terasa panas karena pemikirannya yang begitu ingin menyentuh di dalam kemeja itu.

__ADS_1


" Kau tinggal sendiri di sini?"


" Hmm.. bentar aku buatkan minuman untuk Tuan Steve..." Jennifer yang mencoba berdiri kini limbung dan ambruk di pangkuan laki laki tegap itu. Semuanya terkejut bukan main, dada mereka naik turun, mata mereka saling bertatapan dengan tatapan penuh arti.


Pandangan Steve kini turun ke arah bibir wanita itu, rasa ingin menyesa* bibir itu kini seakan menggebu, sedangkan Jennifer kini matanya juga menatap bibir laki laki itu, rasa ingin menikmati bibir itu seakan tak bisa tertahan. Rasa aliran darahnya kini mengalir deras di sekujur tubuhnya.


" Maaf..." Jennifer yang langsung menguasai dirinya kini berucap dengan pelan, tapi dia merasakan ada sesuatu yang bangkit yang mengenai area bawahnya.


" Tuan..." Jennifer tak bisa melanjutkan ucapannya ketika sebuah sentuhan di bibirnya dengan cepat. Jennifer membeku di sana meskipun akhirnya dia membuka bibirnya, membiarkan lida* nya menari di dalam bibir laki laki itu.


Mereka saling menyesa* lida*, saling menyesa*, saling meluma* dengan penuh keliaran serta panas. Apa yang mereka ingin dari tadi kini mereka tumpahkan di dalam ciuman panas itu. Steve kini tak bisa meninggal diam kan tangan nya, dia menelusuri seluruh tubuh wanita itu, membuka blus yang di pakai oleh wanita itu, membuka satu persatu kancing yang ada di sana, merema* benda yang menonjo* ke depan.


Jennifer kini mendesa* di sela sela ciuman panas itu. Kini mereka saling melepaskan ciuman itu, saling mengambil oksigen sebanyak banyak nya yang kemudian kembali menyatukan ke dua bibir itu dengan segera. Mereka kembali meluma* nya dengan penuh keliaran.


Steve semakin menekan pinggul wanita itu membuat Jennifer menggeliat di atas paha laki laki itu. Kini cumbuan itu turun kearah leher wanita itu, menyesa* nya meninggalkan tanda kemerahan yang begitu kecil.


Steve menatap mata wanita itu, mata mereka kini terpancar dengan kejelasan api gairah yang terpendam di sana. Steve dengan pelan membuka seluruh kain yang ada di atas tubuh wanita itu. Jantung itu masih berdetak tak karuan, jantung mereka seakan ingin lepas dari tubuh mereka. Tangan Steve kini membelai kedua benda kenyal itu, memainkan putin* nya dengan sesekali memelinti* nya menggoda wanita itu sebelum akhirnya mengunakan lida* nya untuk bermain di benda kenyal itu.


" Tuan.. ah.. uh..." Desaha* nya ketika lida* uru bermain main di sana dengan lihai nya. Steve kini tak peduli, Steve terbakar api gaira* yang sulit dia hentikan sendiri.


Steve kembali ******* bibir wanita itu, menggendong nya dengan tetap meluma* nya dengan gairah yang benar benar menguasai tubuh mereka. Jennifer membuka pintu kamarnya hingga mereka berdua bisa masuk dengan tetap saling meluma*. Steve merebahkan tubuh wanita itu dengan pelan, membuka jas yang dia pakai dengan cepat, melemparkan ke sembarang arah.

__ADS_1


Steve yang berlutut menjadikan lutut nya sebagai tumpuan kini melepaskan ciuman itu, menatap mata wanita yang ada di bawahnya. Jennifer dengan menahan rasa malu nya dan wajahnya yang memerah ketika melihat Steve membuka kemeja nya.


Pahatan di perut Steve seakan membuat wanita itu ingin menyentuhnya dengan cepat. Kini seluruh kain yang menempel itu kini sudah terbuang ke bawah dengan sembarang arah. Mereka saling menggoda, saling menyentuh kulit mereka masing masing. Jennifer yang dari tadi hanya menghayal kini merasakan kulit laki laki itu dengan nyata. Merasakan berada di bawah kungkungan kedua lengan kekar nya itu.


" Jangan panggil aku Tuan, panggil aku Steve jika berdua seperti ini..." Ucapnya sebelum akhirnya Steve menyasar bagian tubuh wanita itu, menggodanya menggunakan lida*.


" Uh.. ah.. Steve, tetap seperti itu, ah..." Tubuhnya cepat menenggang ketika lida* itu dengan liarnya menggoda miliknya di bawah sana. Remasan yang kuat membuat Steve merasakan caira* itu keluar dan mengenai lida* nya itu.


" Kau cepat sekali basah..." Katanya dengan menatap wanita itu.


" Aku sudah tak tahan dari tadi Steve, godaan terbesar ku dari tadi..." Jawabnya dengan memejamkan matanya menikmati sensasi pelepasan yang begitu nikmat.


" Hmm.. ah..." Bibir wanita itu kembali mendesa* ketika sesuatu benda tumpul itu menerobos masuk ke dalam sana dengan cepat, beberapa hentakan membuat benda itu bersarang dengan sempurna.


Steve yang ingin bergerak tapi takut punggung wanita itu sakit, kini menarik pelan tangan wanita itu menggulingkan badannya hingga wanita itu berada di atas tubuhnya. Jennifer dengan cepat bergerak liar di sana. Mengaduk aduk benda itu dengan cepat dan liar.


" Hmm.. ah, Jenn..." Erangnya tertahan ketika benda itu begitu liar. Jennifer bergerak begitu liar di atas sana. Membuat kedua benda itu bergoyang seirama dengan gerakan pinggul wanita itu. Steve kini sedikit terbangun dari terlentang nya membuat wanita itu juga sedikit jatuh di bed nya, kini badan mereka sama sama sedikit terduduk dengan benda itu masih belum terlepas.


Jennifer dan Steve kini saling bergerak dengan posisi seperti itu, menikmati pergerakan mereka yang begitu cepat di sana, Jennifer hanya mampu merema* sprei miliknya, sedangkan Steve kini mengerang di sana. Mereka bergerak dengan cepat, saling mendesa* saling menyebutkan nama mereka masing masing. Tak butuh waktu lama mereka hampir tiba dengan apa yang mereka cari.


" Ah.. aku tiba..." Erangnya dengan tertahan.

__ADS_1


" Jenni aku tiba...." Gerama* nya tertahan dengan saling menekan tubuh kini mereka saling menekan satu sama lain, dan mengerang panjang ketika pelepasan itu menerpa tubuh mereka berdua. Mereka sama sam mengatur nafas mereka yang begitu memburu.


__ADS_2