Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Kesalahan Yang Indah 2


__ADS_3

" Sayang kita harus berpisah bisakah kita lebih lama lagi seperti ini..." Albert yang memeluk Violet dari belakang ketika wanita itu yang sudah selesai bersiap siap untuk pulang.


" Sayang aku harus pulang ini sudah hampir malam, putri ku pasti akan mencari ku..." Violet dan Albert kini sepakat untuk menikmati kesalahan terindah ini. Mereka akan kembali bersama meskipun perjalan cinta mereka pasti akan merumitkan untuk mereka.


" Tapi aku masih merindukan mu.." Albert kini kembali menggigi* telinga kekasihnya dengan lembut membuat wanita itu melenguh pelan di pelukannya.


Violet membalikan tubuhnya menatap kekasihnya itu dia memegang kedua rahang itu dengan lembut.


" Besok kita bisa bertemu lagi Al, aku harus pulang!, putri ku pasti sedang menunggu ku."


" Aku besok ada pertemuan penting dengan klien ku jadi aku tak bisa, tapi nanti aku akan kirimkan alamat apartemen ku, kau bisa datang kapan pun kau mau."


Violet kini tersenyum dia tak menyangka apa yang dia rasakan dulu kini hadir kembali di hatinya. Hari hari berbunga nya seakan menantinya di depan, yang ada di pikirannya saat ini adalah kebahagian.


" Kamu kirim lewat email dan ingat jangan sebut nama mu sedikit saja."


" Kau takut suami mu tau siapa yang mengirim emil kepada istrinya..." Albert kini menarik pinggang Violet hingga tubuh mereka sedikit menempel.


" Bukan takut Sayang hanya ingin menjaga perasaan dia itu saja."


" Tapi kamu tak menjaga perasaan ku yang sedang cemburu melihat kekasih ku pulang ke rumah suaminya."


" Ayolah Sayang kita tadi sudah membahasnya."


" Baiklah baiklah aku kalah. Pulanglah hati hati."


Violet tau seperti apa rasa sesak itu karena dia juga merasakan sesak ketika dia harus berpisah dengan orang yang masih dia rindukan. Rasanya rindu itu belum berkurang sama sekali meskipun mereka sudah menghabiskan waktu seharian penuh.


Violet kini menggapai bibir Albert, meluma* nya dengan pelan, Albert tentu saja membalas ciuman perpisahan yang hangat untuk mereka berdua. Mereka kini saling melepaskan ciuman itu dan saling berpelukan seakan tak ada yang rela berpisah.

__ADS_1


" Aku pulang..." Albert kini mengangguk dengan tak rela dia harus merelakan kekasihnya untuk pulang ke dalam suaminya.


Rasa tak rela dan rasa cemburu kini mempengaruhinya, andai dia bisa, dia ingin mengejar kekasihnya berkata untuk jangan pergi. Tapi inilah resiko yang harus dia terima. Memiliki kekasih yang sudah berkeluarga bukanlah gampang di lakukan.


Violet yang tadi menolak untuk di antar oleh kekasihnya kini memilih untuk naik taksi yang dia pesan. Senyumnya dari tadi tak pernah luntur dari ujung bibirnya, seulas senyum ketika dia menginggat kejadian yang mereka lakukan membuat wajah ayu itu berseri seri sedari tadi.


Sebahagia inikah bersama dengan laki laki yang aku cinta. Batin dari Violet ketika dirinya masih berada di dalam taksi.


Sedangkan di rumah sakit Adriano kini yang hampir kehilangan banyak darah dia belum sadarkan diri. Dia masih memejamkan matanya dengan rapat. Begitu sebaliknya dengan Peter yang masih belum sadarkan dirinya. Mereka masih tidur panjang di atas kasurnya.


" Kalian harus tambah penjagaan, aku mencurigai sesuatu dari mereka..." Komandan Excel kini datang untuk mengecek kondisi tahanan yang sedang terlelap dalam ketidak kesadarannya.


" Baik Sir..." Jawab dengan tegas.


Sedangkan di rumah kosong itu Anna sedang menahan rasa laparnya, perutnya terasa kosong dia belum memakan apapun dari tadi pagi. Anna kini berpikir jika dia keluar ketakutannya adalah dia ketahui oleh para police yang mengejarnya.


" Apa yang harus aku lakukan..." Tangannya kini mengambil ponselnya yang tergelatak dia sudah mematikan semua aplikasi yang bisa melacaknya.


...Menantu Dari Peter Bunuh Diri...


...Menantu Dari Peter Kini Masuk Di Rumah Sakit Dan belum Sadarkan Diri...


Berita itu membuat Anna terpukul dia tak menyangka suaminya ingin mengakhiri nyawanya. Tangannya kini bergetar hatinya terasa terluka, matanya langsung berkaca kaca membaca semua artikel yang ada di depannya itu. Matanya tak sanggup melihat suaminya yang begitu banyak darah di dalam artikel tersebut.


" Adriano, Ayah, kenapa kita seperti ini. Maafkan aku, Hiks hiks..." Tangisannya kini kembali pecah dia tak tau jika Ayahnya juga tak sadarkan diri.


Anna yang tak sanggup membacanya kini menutup ponsel itu dia menahan rasa sakit dengan kejadian seperti ini.


" Ini semua gara gara Maria, jika saja dia tak mengatakan semuanya tak mungkin ini semua terjadi..." Tatapan kebencian itu tak dapat di pungkiri, Wanita itu sangat membenci adik iparnya.

__ADS_1


" Apa yang harus aku lakukan sekarang?, aku tak bisa bergerak sedikit pun. Jika aku keluar aku akan masuk kedalam penjara..." Pikirannya ingin keluar dari persembunyian ini tapi dia juga takut ada hal yang tak menyenangkan dia tak sanggup jika harus masuk ke dalam penjara.


Anna yang lelah berpikir kini malah membuat dirinya merasakan lapar yang begitu sangat. dia lebih memilih untuk berbaring untuk memejamkan matanya, dia lebih baik untuk tidur menahan rasa lapar yang dari tadi memenuhi perutnya.



" Kalian sudah menemukan di mana wanita itu bersembunyi?" Zac kini segera bertanya ketika orang orang nya masuk kembali setelah dari tadi mencari keberadaan dari Anna putri satu satunya dari Peter.


" Kami tak menemukannya bos, kami sudah mengacak acak rumah nya tapi kami tak menemukan dia."


" Di mana dia?, saya rasa sudah tak ada yang akan membantunya, dia sekarang sudah menjadi buronan..." Zac kini mengusap wajahnya dengan kasar pikirannya buntu untuk memikirkan di mana wanita licik itu.


" Apa kau tak tau di mana kira kira kakak mu bersembunyi?"


" Aku tidak tau tapi saya rasa ada seorang yang membantunya bersembunyi."


" Istirahatlah dulu, besok kita mulai lagi pencarian untuk dia. Kita harus segera menemukan dia aku tak mau tau bagaimana cara kalian menemukan wanita itu. Aku ingin satu keluarga bertemu di dalam penjara dengan segera..." Zac yang mengatakan dengan tegas kini langsung membuat semua orang yang di sana langsung mengangguk dan Zac langsung meninggalkan mereka semua.


" Kita harus pikirkan di mana kira kira kakak ipar mu bersembunyi, sebelum bos marah dan menghukum kita semua..." Timpal salah satu dari mereka yang bicara kepada Maria.


Maria berpikir keras jalannya cuma satu rumah yang mungkin dia dapatkan tapi dia tak yakin bahwa kakak iparnya di sana untuk bersembunyi.


Sedangkan Violet kini masuk ke dalam rumahnya dengan senyum yang terus mengembang sedari tadi, wajah ceria nya tak luntur sedikit pun.


" Selamat malam putri Mama..." Violet langung memeluk putrinya.


" Selamat malam Mama..." Jawabnya dengan lucu.


" Selamat malam James..." Sapa nya juga.

__ADS_1


" Bukankah kau kalah dalam persidangan?, kenapa wajahmu malah berseri seri seperti habis bertemu dengan seorang yang kau cintai..." Sindiran dari James hanya di balas hela nafas yang kasar dari Violet.


__ADS_2