
Selamat sore para pembaca setia ku 🤗 apa kabar kalian semua?, aku harap kalian tetap baik baik ya 🤗 baca komen kalian aku tersenyum sendiri karena kalian pandai menebak seperti dukun 🤣 nikmati aja dulu alur nya ya 😁 nanti hot nya akan ada tapi nanti jika ada tegang 🤪
.
.
.
" Kau lagi datang kemari? bukankah kemarin kau datang?" Bryan malam itu heran menatap tamu yang kemarin malam sedikit berdebat dengan nya berdiri lagi di depan nya.
" Selamat malam Sir! saya datang karena saya masih ingin mengunakan jasa Angel."
Bryan mengerutkan keningnya ketika laki laki yang ada di depan nya itu kini mengatakan ingin membawa wanitanya malam ini.
" Jadi kau puas dengan pelayanan Angel?, dia wanita polos apa kau suka dengan nya?"
" Saya suka dengan wanita yang tak banyak tingkah seperti Angel, dia wanita yang penurut aku rasa."
Bryan tertawa di sana entah kenapa apa yang di katakan oleh tamu itu tak membuatnya percaya begitu saja. Apa yang di katakan oleh tamu itu seperti palsu, semuanya seperti sandiwara untuk menutupi topengnya.
" Jadi kau suka kepada wanita ku?"
" Saya hanya suka dia yang melayani ku, dia cukup pandai bermain meskipun aku harus banyak mengajarinya tapi tak masalah bagi ku..." Ujarnya dengan tersenyum.
" Baiklah..." Bryan menyuruh orangnya untuk membawa wanita miliknya yang bernama Angel, gadis polos yang semalam telah di bawah oleh nya. " Tanda tangani ini seperti semalam."
Orang itu dengan segera mendatangani apa yang telah di berikan kepada dirinya. Dia tak perlu membaca semua poin yang ada di depan nya karena kemarin dia cukup untuk membaca nya.
" Sayang ku akhirnya kita bertemu lagi malam ini..." Tamu itu dengan gaya genitnya dia pura pura memeluk Angel. " Si bos ingin menemui mu lagi..." Bisiknya ketika dia memeluk Angel.
__ADS_1
Angel hanya bisa menelan ludahnya ketika orang itu secara tiba tiba memeluknya dengan erat serta sedikit merema* panta* nya. Orang itu mencari kesempatan di sini karena jika apa yang telah dia lakukan di ketahui bos nya dapat di pastikan dia akan di hajar di sini.
Bryan dan pengawal yang ada di sana menatap ekspresi yang di berikan wanitanya, wajahnya sangat tidak nyaman ataupun seperti orang yang terpaksa meladeni tamu yang ada di depan nya ini.
" Angel apa kau sakit?"
" Tidak Sir saya baik baik saja."
" Baiklah Sir saya tidak ingin lama lama saya harus segera membawa Angel, saya sudah tak tahun..." Ucapnya dengan tak tahu malu.
" Silahkan."
Orang itu dan Angel pun segera pergi begitu saja dari ruangannya Bryan. Beberapa pengawal seperti biasanya akan mengikuti orang orangnya yang pergi dari diskotik tersebut. Seperti biasa mereka tak akan membiarkan orang orang nya pergi tanpa pengawalan yang ketat.
" Antoni apa semalam tak ada yang mencurigakan dari mereka berdua?"
" Tidak ada laporan dari orang orang kita Sir, kamar mereka terdengar sunyi tak ada suara apapun seperti orang yang di hajar..." Bryan hanya mengangguk mengerti dengan apa yang di katakan oleh orangnya saat ini.
" Sudah Sir, semuanya yang keluar dari diskotik sudah aku berikan alat pelacak agar kita tak kehilangan mereka."
Bryan memiliki rencana agar semua orang yang akan di bawah keluar dengan tamu harus membawa alat pelacak untuk berjaga jika ada sesuatu yang terjadi. Bryan lebih melindungi mereka yang bekerja di bawah perlindungannya, Bryan tak ingin ada hal yang tidak diingkan terjadi di sini.
Sedangkan di dalam mobil orang itu menatap Angel dengan tatapan yang begitu menjijikan, tatapan yang seperti melepaskan semua kain yang ada di tubuh Angel. Hanya merasakan ketakutan setiap mata orang itu seperti menelanjangi nya begitu saja.
" Sepertinya bos ku sangat terpesona dengan kecantikan mu!" Ucapnya dengan perlahan menyentuh wajah Angel mengunakan tangannya.
Angel hanya meremas gaun nya dia tak bisa melawannya meskipun ada rasa jijik ketika tangan nya itu menyentuh pipinya.
" Jangan sentuh milik bos kita, kau bisa mati di tangan nya..." Supir yang tahu kini menasehati temannya yang ingin menyentuh milik bosnya itu.
__ADS_1
" Jangan ikut campur, kau fokus saja pada jalan yang ada di depan mu..." Katanya dengan tetap menatap Angel.
" Di depan ada kamera CCTV yang mengarah langsung ke ponsel si bos, terusan saja kelakuan mu itu."
Deg!! orang itu langsung berubah menjadi termenung, wajahnya yang menjijikan tadi langsung berubah menjadi datar duduknya yang dekat tadi kini langsung bergeser dengan cepat.
Sang supir yang menatap ke arah kaca atas nya merasa lega setidak wanita yang ada di belakangnya yang tadi ketakutan kini merasa lega juga.
Dasar bajinga* di ancam seperti itu saja takut, bagiamana jika memang bos yang tahu seperti apa kelakuan mu di mobil. Batin sang supir itu.
Sedangkan bos itu merasa cemas karena wanita yang menganggu pikiran dan hatinya belum datang dia hanya mondar mandir di dalam kamarnya, dia berulang kali menatap jam yang ada di pergelangan tangannya.
" Kenapa begitu lama? apa Angel ada tamu, apa aku terlambat datang hari ini..." Benaknya bergejolak tak karuan malam ini dia yang berpikir bahwa malam ini Angel mendapatkan tamu laki laki lain membuatnya tak tenang sama sekali.
" Apa yang harus aku lakukan jika Angel sampai ada yang menodai nya? astaga kenapa sangat sulit menjaga wanita nakal!" Ucapnya lagi.
Dia berulang kali meneguk minuman yang ada di sana, berulang laki menghisap rokoknya untuk mengurangi rasa cemasnya tapi tetap tak berubah sama sekali.
" Astaga kenapa sangat lama..." Dia meraih ponselnya menghubungi orangnya menanyakan tentang semuanya.
Tut! tut! deringan beberapa kalinya tak mendapatkan jawaban apapun dari mereka dan itu malah membuat orang itu semakin cemas tak karuan, di malah panik ketika panggilan berulang kali tak mendapatkan jawaban apapun.
" Kemana mereka semua ini, astaga!" Orang itu melempar ponselnya ke kasur dia merasa sangat kesal ketika semua orangnya tak bisa di hubungi. Pikirannya bergejolak tak karuan dipikirannya melalang buana entah kemana.
Yang di pikirkan saat ini adalah Angel mendapatkan tamu laki laki lain yang akan mengambil mahkotanya. Tamu itu berulang kali mengusap wajahnya dengan kasar berulang kali berharap ketukan pintu itu adalah orang yang di tunggu tunggu.
Dia berulang kali membuang nafasnya dengan kasar ketika tetap saja tamu yang di tunggu tak datang datang.
Tok! tok! Ketukan pintu itu membuat dia segera bangun dan segera berjalan dengan cepat, langkahnya cepat dan segera membuka pintu dengan rasa tak sabar.
__ADS_1
Ceklek!!
Pintu yang terbuka membuat kedua orang yang berdiri di sana segera masuk. Mata kedua orang itu bertatapan dengan arti yang berbeda saat ini.