
Aneth yang mendengarkan apa yang di ceritakan Chelsea hanya terdiam, kepalanya pusing, video porno itu seakan berputar putar di otak nya.
" Jika ibu tak percaya pada ku atau hanya menganggap aku mengada ada, ibu bisa tanya kan sendiri kepada menantu kesayangan ibu itu.." Aneth hanya diam.
" Seperti nya Alex menikahi wanita itu hanya untuk berkorban, agar wanita itu tak malu, atau wanita itu yang memaksa untuk di nikahi, Atau Alex di jebak, kita tak tahu apa yang terjadi sebenar nya bu.." Katanya dengan senyum tipis. " Kita tak tahu apa yang terjadi sebenarnya bu, apa ibu juga tak curiga, kenapa tiba tiba ingin menikahi wanita itu.." Chelsea membuat Aneth berfikir bahwa apa yang di katakan nya memang benar, apapun bisa saja terjadi.
Aneth tak mengatakan apapun, dia diam yang kemudian berdiri dengan meninggalkan Chelsea yang tersenyum penuh kemenangan. Aneth terkejut bercampur Syok tentu saja, Aneth masuk ke dalam mobil dengan perasan yang bercampur aduk, perkataan Chelsea tadi masih terngiang di telinga nya.
" Ibu sudah datang.." Cla segera menyambut kedatangan calon mertua nya yang baru datang , dari perusahan malam ini. " Apa Alex juga bersama ibu, dia juga belum datang.." Tanyanya dengan melihat calon mertuanya yang hanya terdiam menatap ke arah nya.
" Ibu apa terjadi sesuatu, kenapa mata ibu berkaca kaca?" Tanyanya.
Aneth yang dari tadi ingin menanggis akhir nya memeluk calon menantu nya dengan tangisan yang sudah pecah. " Clarissa kita perlu bicara sayang.." Katanya dengan serius, membuatkan debaran jantung itu terasa cepat.
Aneth melepaskan pelukan nya dan mengajak Clarissa duduk di taman belakang, di bawah langit yang sedikit mendung tanpa ada bintang bintang.
" Ada apa sebenar nya bu?" Cla yang debaran jantung nya semakin cepat memberanikan diri untuk bertanya lebih dulu.
Aneth bingung harus mulai dari mana bertanya, tapi dia harus bertanya agar semua nya jelas.
__ADS_1
" Siapa laki laki yang bernama Hans sayang, apa kau mengenal nya?" Pertanyaan pertama itu membuat debaran jantung Cla serasa akan lompat dari tubuh nya.
" Ibu tahu nama itu dari siapa?" Cla yang bergetar di setiap kata kata nya.
" Jadi benar kau mengenal nya Cla?" Cla hanya memejamkan mata nya. " Jadi benar kalau video itu memang benar ada?" Perkataan selanjutnya malah membuat Cla semakin terkejut dan gugup.
" Ibu.." Katanya dengan pelan.
" Katakan dengan jujur sayang, jangan ada yang kamu tutupi.." Katanya dengan tegas dan sedih. Sebenarnya Aneth juga takut mendengarkan pengakuan calon menantu nya, dia tak siap mendengarkan apa yang akan di katakan calon menantu nya itu.
" Ibu.. maaf..aku tak akan membela diri ku.." Katanya dengan gugup. " Aku akan menjawab semua yang ibu tanya kan.." Sambungnya dengan menatap ke depan.
" Hans adalah mantan kekasih ku, aku menjalin hubungan dengan nya dua tahun. Tentang video itu memang benar ada, aku tak akan menutupi masa lalu ku, Hans dengan sengaja merekam semua adegan kami waktu itu, dia menyebarkan nya karena ingin aku kembali dengan nya.." Aneth hanya diam tak mengatakan apapun ketika Cla menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu nya.
" Aku tahu apa yang ibu katakan.." Cla dengan cepat memotong perkataan Aneth, Cla tetap berusaha tak menanggis di sana. " Aku akan pergi jika memang ibu berubah pikiran untuk tidak merestui kami, aku selalu berkata pada nya aku tak akan maju ke depan jika salah satu dari keluarga tak ada yang merestui hubungan kami." Sambungnya dengan menatap Calon mertua nya.
" Sayang maafkan ibu.." Aneth memegang erat tangan Clarissa yang sama sama saling bertatapan. " Ibu tak tahu apa yang harus ibu lakukan, tapi demi menjaga semua nya ibu mohon tinggalkan Alex di sini.." Aneth kali ini menjatuhkan air mata nya. " Aku hanya tak ingin Alex malu suatu hari nanti.." Sambung nya.
" Ibu jangan memohon seperti ini, tanpa ibu memohon pun aku akan pergi dari sini.." Cla menatap Aneth dan menghapus air mata nya yang jatuh di wajah keriput nya.
" Aku tak akan mengatakan apapun kepada Alex bu, biarkan ini menjadi rahasia kita. Aku hanya meminta waktu bersama Alex satu hati saja bu, aku ingin memiliki kenangan yang manis bersamanya, setelah itu aku janji, aku akan pergi meninggalkan nya. Jika aku tiba tiba pergi sekarang dia akan curiga, biarkan aku pergi dengan cara ku bu. Aku hanya minta waktu satu hari bersama nya.." Cla yang sedari tadi berusaha untuk tidak menanggis kini hati nya hancur, air mata nya sudah tak bisa di tahan, dengan bicara menatap Aneth air mata itu terus mengalir deras.
__ADS_1
" Maafkan ibu Cla.. maafkan ibu yang harus memisahkan kalian seperti ini.." Aneth memeluk erat tubuh Cla.
" Tak perlu minta maaf bu, aku yang salah di sini. Terima kasih karena sudah mengingatkan aku tentang semua nya, aku tak berfikir logis hingga aku menerima ajakan pernikahan ini. Masa lalu mungkin akan menjadi bumerang di masa depan.." Cla melepaskan pelukan nya dan menatap Aneth dengan setengah terisak.
" Cla aku tahu kau akan bersikap dewasa.." Aneth menggenggam erat tangan Cla. " Terima kasih sudah membuka pintu Alex yang tertutup, karena mu Alex bisa merasakan jatuh cinta lagi."
" Aku yakin Alex akan mendapatkan wanita yang lebih baik dari ku bu. Dan ibu akan mendapatkan calon menantu yang baik juga tentu nya.." Cla berusaha tersenyum meskipun hati nya hancur.
" Jangan membenci ibu sayang, kau akan selalu di hati ibu sampai kapan pun."
Cla menghapus air mata Aneth dan sebalik nya begitu. " Seorang anak tak akan bisa membenci ibu nya bukan. Bukan kah aku selalu ibu anggap anak sendiri.." Aneth mengangguk dengan air mata yang bertambah deras.
" Aku selalu berdoa agar kamu akan selalu bahagia di masa depan nak."
" Terima kasih karena sudah memberikan aku waktu untuk merasakan memiliki sosok seorang ibu."
" Alex malam ini tak bisa pulang, dia akan pulang besok pagi, ibu akan mengatur waktu kalian sehari.." Cla hanya tersenyum menanggapi apa yang di katakan Aneth.
Obrolan kesedihan itu berakhir dengan tangisan, Alex yang memang tak bisa pulang malam ini, karena dirinya ada di negara lain, mengecek anak perusahan dari tadi pagi.
Cla hancur bahkan air mata nya tak bisa untuk berhenti ketika dirinya sedang berada di dalam kamar sendirian. Sedangkan Aneth juga menanggis karena keputusan ini juga menyakitkan hatinya dan putra nya akan sakit kembali.
__ADS_1
Satu dulu ya mak, besok banyak lagi ya 🙏🙏
Like dan vote dulu jangan lupa, kasih kopi dan bunga juga boleh kok 😘😘